Bukan kendaraan mewah atau gedung di lokasi strategis, 7 penawar di lelang Sotheby's, New York memperebutkan fosil Tyrannosaurus rex (T-rex) berusia 67 juta tahun. Setelah persaingan selama 10 menit, lelang itu dimenangkan pembeli anonim seharga $50,1 juta atau sekitar Rp 898 miliar (kurs Rp 17.942).
Fosil T-rex itu dikenal dengan nama "Gus". Gus berhasil mencetak rekor harga tertinggi yang pernah dibayarkan untuk seekor dinosaurus.
Ditemukan 2021 di Peternakan
Mengutip BBC, Gus ditemukan pada 2021 di sebuah peternakan terpencil di negara bagian South Dakota, AS. Gus menjadi salah satu kerangka T-rex terlengkap di dunia, dengan jumlah 183 tulang fosil.
ABC Science menyatakan, makhluk raksasa itu hidup sekitar 72 hingga 66 juta tahun yang lalu. Pada periode itu, lokasi penemuan Gus digambarkan memiliki iklim hangat, permukaan laut yang tinggi, dan dataran pantai yang luas, serta mudah tergenang banjir.
Kepala Divisi Sains dan Sejarah Alam Sotheby's Cassandra Hatton menyebut Gus merupakan temuan yang luar biasa bahkan lebih dari itu. Penemuannya didokumentasikan, dipersiapkan, dan dirawat dengan sangat baik.
Tulang-tulang Gus digali saat cuaca tengah hangat pada musim panas 2021-2023. Ilmuwan membutuhkan waktu tiga tahun tambahan di laboratorium untuk menyusun kembali kerangka T-rex tersebut.
Di 2026, Gus berhasil kembali berdiri. Fosil ini memiliki tinggi lebih dari 4 meter dan lebih dari 60% tulangnya telah ditemukan.
Selama pemeriksaan, ilmuwan menemukan bila di tengkorak Gus ditemukan bekas gigitan dan tulang rusuknya sempat patah. Namun, tulang rusuk tersebut telah berhasil sembuh selama masa hidupnya.
Kedua luka yang ditemukan pada fosil Gus kemungkinan terjadi saat ia mencari makan atau bertempur dengan dinosaurus lain.
Dinosaurus Termahal yang Pernah Dijual
Harga yang didapatkan dari lelang Gus menjadikannya dinosaurus termahal yang pernah dijual. Gus berhasil menggeser posisi "Apex" si stegosaurus yang sebelumnya memegang rekor terakhir seharga Rp 798 miliar.
Apex dibeli pada 2024 oleh miliarder Kenneth Griffin dan kemudian dipinjamkan selama empat tahun ke Museum Sejarah Alam Amerika (American Natural History). Tren pembelian dinosaurus untuk kepemilikan pribadi ini menuai kritik dari beberapa ahli paleontologi.
"Amerika Serikat adalah satu-satunya negara di dunia di mana fosil seperti ini dianggap sebagai milik pribadi," kata Hatton.
Hatton juga menyebut harga mahal yang tercipta dari Gus mencerminkan waktu dan sumber daya yang diinvestasikan untuk menemukan spesimen tersebut. Mungkin masih butuh waktu hingga nama pembeli Gus bisa terungkap.
Kendati demikian, BBC menilai Gus kemungkinan akan segera hadir di museum di AS.
Simak Video "Video: Paleontolog Temukan Fosil Dinosaurus yang Hidup 230 Juta Tahun Lalu"
(det/nwk)