Seperti Apa Bau Napas Dinosaurus T-Rex? Ilmuwan Ungkap Ini!

ADVERTISEMENT

Seperti Apa Bau Napas Dinosaurus T-Rex? Ilmuwan Ungkap Ini!

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Jumat, 20 Mar 2026 19:00 WIB
A detail of Stans teeth, one of the largest and most complete Tyrannosaurus rex fossil discovered, is on display, Tuesday, Sept. 15, 2020, at Christies in New York. The T. rex named after the paleontologist who first found the skeletons partially
Kerangka T-Rex Foto: AP/Mary Altaffer
Jakarta -

Pernah membayangkan seperti apa bau napas Tyrannosaurus rex (T-Rex)?

Predator raksasa ini memiliki sekitar 50-60 gigi tajam untuk merobek dan melahap mangsanya hanya dalam beberapa gigitan. Kebiasaan makan daging itu membuat para ilmuwan menduga napasnya kemungkinan sangat menyengat.

Kini para ilmuwan mencoba mengungkap aroma yang mungkin keluar dari mulut T-Rex. Upaya ini dilakukan dengan merekonstruksi bau dari lingkungan dan kebiasaan makan dinosaurus tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu seperti apa sebenarnya bau napas T-Rex yang coba diungkap ilmuwan? Simak penjelasannya!

ADVERTISEMENT

Di Field Museum, Chicago, pengunjung kini bisa mencium aroma Tyrannosaurus rex. Tim museum membuat pameran Sue, T-Rex paling lengkap yang pernah ditemukan, sekaligus merekonstruksi lingkungan purba tempat predator raksasa ini hidup.

Pengembang pameran, Ben Miller, mengatakan fokus mereka adalah memberikan konteks lebih lengkap untuk Sue. Selain menciptakan aroma tumbuhan purba, tim memutuskan untuk mencoba menghadirkan bau napas predator raksasa ini.

"Kami sedang merekonstruksi pameran Sue si T. rex, spesimen bintang pameran kami. Ini adalah T-Rex paling lengkap dan terawat yang pernah ditemukan, dan kami ingin menghadirkan Sue dalam konteks yang lebih hidup dan mendalam daripada sebelumnya," ujar Miller kepada IFL Science.

Selain aroma tumbuhan, ilmuwan juga mencoba menghadirkan bau napas T-Rex. Proses ini tidak mudah karena mereka menggunakan bahan sintetis yang meniru daging membusuk, salah satu komponen utama untuk melatih anjing penyelamat.

"Sulit menemukan aroma napas T-Rex di pasaran, tapi kami akhirnya menjumpai aroma daging busuk sintetis," kata Miller.

"Aroma ini biasanya digunakan untuk melatih anjing penanggulangan bencana. Dari situ, kami menyusun campuran ini menjadi komponen utama yang menghadirkan 'napas' T-Rex," tambahnya.

Sebelumnya, pada 2001, Frank Knight sempat membuat aroma napas T-Rex untuk animatronik di Natural History Museum London.

"Fosil dan saran paleontolog menjadi petunjuk utama. Karena terlalu menyengat, bau itu diganti aroma rawa purba yang disebut Maastrichtian Miasma," kata Liam Findlay, Konsultan Aroma Atraksi Bertema dan Sejarah dari AromaPrime.

Menurut Findlay, T-Rex punya gigi tajam seperti pisau, dan daging sering tersangkut di antaranya. Jika itu daging bangkai, aroma busuknya jelas tercium.

Proses pengembangan di Field Museum menuntut banyak percobaan. Tim terus menguji campuran aroma hingga menemukan titik "menjijikkan tapi menarik" yang pas untuk pengunjung. Hasilnya, publik menikmati pengalaman ini hingga kini. Anak-anak pun sering menantang teman dan orang tua untuk mencium bau T-Rex.

Tak hanya napas, Findlay juga terlibat dalam proyek menciptakan aroma kotoran T-Rex untuk pameran POO! di Thackray Museum of Medicine.

"Proyek ini disertai aroma kotoran penguin dan badak; saya beruntung bisa mencium sampel asli di Chessington World of Adventures sebelum membuat aromanya," kata Findlay.

"Chessington tidak memiliki kotoran T-Rex segar, jadi saya mengikuti saran Meredith Whitfield bahwa baunya mungkin mirip kotoran hyena karena diet mereka yang mirip," ujarnya.

Dr Jack Gann, kurator pameran, menambahkan kotoran T-Rex kemungkinan berbau sangat menyengat karena spesies tersebut kadang memakan bangkai yang membusuk.

"Berdasarkan informasi ini, saya meminta kolega saya di AromaPrime mencampur oli dengan aroma tertentu, lalu diproduksi dan disetujui oleh Dr Gann," pungkas Findlay.

Menurut para ilmuwan, indera penciuman manusia yang mampu mendeteksi satu triliun aroma membuat pengalaman ini menjadi cara unik untuk memahami dunia dinosaurus.




(crt/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads