Anak Alami Post Holiday Blues Usai Libur Sekolah? Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

ADVERTISEMENT

Anak Alami Post Holiday Blues Usai Libur Sekolah? Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

Nikita Rosa - detikEdu
Minggu, 12 Jul 2026 10:00 WIB
Sejumlah anak bersama pendamping bermain pada kegiatan bertajuk Liburan Sehat Ceria Tanpa Handphone di Sanggar Seni dan Budaya Omah Alas, Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026). Sanggar Seni dan Budaya Omah Alas mengg
Potret Libur Sekolah. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta -

Libur sekolah semester genap 2026 akan segera berakhir. Anak jadi malas sekolah setelah liburan panjang? Bisa jadi itu tanda post holiday blues.

Post holiday blues adalah perasaan sedih, kesepian, kelelahan, kekecewaan, dan kelesuan yang muncul saat liburan berakhir. Spesialis kedokteran jiwa, dr Lahargo Kembaren, menjelaskan post holiday blues merupakan respons adaptasi terhadap perubahan situasi hidup. Namun, jika berlangsung lama dan berat, post holiday blues bisa berkembang menjadi stres kronis atau depresi ringan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Post holiday blues adalah reaksi emosional sementara yang muncul segera setelah berakhirnya waktu yang menyenangkan, seperti liburan panjang." katanya dalam detikHealth dikutip Jumat (10/7/2026).

Tanda-tanda Post Holiday Blues

Menurut laman kesehatan Very Well Mind, gejala post holiday blues yang paling umum adalah perasaan sedih berulang yang dimulai selama musim liburan. Rasa sedih dapat bervariasi dalam intensitas dan durasinya. Beberapa orang mungkin merasa sedih secara berkala tetapi mengalami periode lega yang singkat.

ADVERTISEMENT

Tanda-tanda post holiday blues termasuk:

1. Perubahan nafsu makan atau berat badan

2. Perubahan pola tidur

3. Suasana hati tertekan atau mudah tersinggung

4. Kesulitan berkonsentrasi

5. Perasaan tidak berharga atau bersalah

6. Merasa lebih lelah dari biasanya

7. Merasa tegang, khawatir, atau cemas

8. Kehilangan kesenangan dalam melakukan hal-hal yang biasa dinikmati

Cara Mengatasi Post Holiday Blues

Untuk mengatasinya, anak biasanya disarankan untuk tidak terlalu banyak mengerjakan tugas. Selain itu, disarankan juga untuk melakukan kegiatan yang meningkatkan hormon bahagia.

Berikut cara mengatasi anak yang mengalami post holiday blues:

1. Jangan mengisolasi diri

Keterasingan sosial dapat menjadi faktor risiko utama holiday blues. Ajak anak untuk menikmati hubungan sosial, bergabung dengan komunitas lokal, atau menemui psikolog.

2. Olahraga teratur

Aktivitas fisik yang teratur dapat mencegah dan mengurangi gejala holiday blues. Ajak anak lari pagi atau olahraga ringan di lingkungan rumah.

3. Temukan waktu untuk diri sendiri

Pastikan anak bisa bersantai sejenak. Sisakan 15 hingga 20 menit sehari untuk menikmati waktu tenang, membaca buku, atau aktivitas santai lainnya dapat sangat membantu mengurangi tingkat stres.

Itulah tanda dan cara mengatasi post holiday blues. Semoga menambah wawasan!



(nir/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads