×
Ad

Bukan Ijazah, 96% Perusahaan Tawarkan Gaji Tinggi ke Lulusan yang Punya Skill Ini

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 08 Jul 2026 13:31 WIB
Ilustrasi pekerja. Foto: Getty Images/PonyWang
Jakarta -

Gelar akademik ternyata kini bukan lagi satu-satunya pertimbangan perusahaan saat mencari karyawan baru. Tren rekrutmen kini bergeser dari modal ijazah menjadi modal skill dan micro-credentials.

Hal itu terungkap dalam Micro-Credentials Impact Report 2026 yang dirilis Coursera. Survei terhadap lebih dari 3.500 pemberi kerja, pelajar, dan pimpinan perguruan tinggi menunjukkan bahwa 96% pemberi kerja di Indonesia bersedia menawarkan gaji awal yang lebih tinggi kepada lulusan yang memiliki micro-credentials.

Selain itu, laporan juga menunjukkan sebanyak 49% memberikan kenaikan gaji lebih dari 15% kepada lulusan yang mempunyai micro-credentials dalam bidang Generative AI (GenAI).

"Seiring berkembangnya pemanfaatan AI di dunia kerja, kemampuan untuk menunjukkan keterampilan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri menjadi semakin penting bagi para pencari kerja. Di Indonesia, micro-credentials tidak lagi sekadar menjadi nilai tambah, tetapi semakin menjadi indikator penting dari kesiapan kerja dan daya saing kandidat," ujar Ashutosh Gupta, Managing Director, Asia Pacific, Coursera dalam keterangan resminya.

Micro-credentials Percepat Dapat Kerja

Data juga menunjukkan sebanyak 97% lulusan yang mendapatkan micro-credentials berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai bidang studinya. Bahkan hanya dalam waktu 12 bulan setelah lulus.

"Dengan mengintegrasikan micro-credentials yang diakui industri ke dalam jalur pendidikan formal, perguruan tinggi di Indonesia dapat membantu membangun talenta lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045," kata Gupta.

Bagi perusahaan, kepemilikan micro-credentials menjadi bukti bahwa kandidat memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri. Mereka juga merupakan pekerja yang siap bekerja sejak hari pertama.

Sebanyak 85% pemberi kerja di Indonesia juga menyatakan kandidat yang memiliki micro-credentials dapat melalui proses rekrutmen lebih cepat. Sebesar 99% pemberi kerja di Indonesia telah merekrut setidaknya tiga kandidat yang memiliki micro-credentials dalam satu tahun terakhir.

Manfaat Micro-credentials bagi Mahasiswa

Gapta menambahkan, hasil survei menunjukkan adanya keselarasan antara kebutuhan industri, mahasiswa, dan perguruan tinggi. Mahasiswa menginginkan kredensial yang diakui sebagai bagian dari program gelar.

Kemudian, perusahaan bersedia memberikan kompensasi lebih tinggi. Sementara itu, kampus melihatnya sebagai cara agar pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan industri.

Contoh kampus yang menawarkan micro-credentials. Mahasiswa di sana bisa mendapatkan 20% kredit akademik jika menyelesaikan sertifikat profesional (Professional Certificates) yang direkomendasikan, seperti Microsoft 365 Fundamentals dan Google Data Analytics.

"Dengan menawarkan micro-credentials sebagai pelengkap program pendidikan tradisional, kami dapat mempersiapkan mahasiswa untuk berbagai peluang karier yang terus berkembang. Sertifikasi ini memungkinkan mahasiswa kami lulus dengan bekal pengetahuan akademis sekaligus keterampilan praktis yang paling dibutuhkan oleh dunia kerja," ujar Dr Eko Adi Prasetyanto, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Sumber Daya Manusia Atma Jaya Catholic University of Indonesia.

Micro-credentials sendiri merupakan program pembelajaran singkat untuk membangun keterampilan dan kompetensi spesifik di bidang tertentu. Setelah menyelesaikan program, biasanya mahasiswa atau peserta akan mendapatkan sertifikat.



Simak Video "Video APK Dikti Masih Rendah, PTN Didorong Tingkatkan Kapasitas Tampung"

(cyu/faz)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork