Perkembangan Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, dan transformasi digital turut mengubah cara industri keuangan dan akuntansi bekerja. Profesi akuntan kini tidak hanya berfokus pada pembukuan dan administrasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis bisnis yang dituntut memiliki kemampuan analitis, literasi teknologi, serta mendukung pengambilan keputusan.
Transformasi ini mendorong perusahaan mencari lulusan akuntansi yang tidak hanya memahami laporan keuangan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan ekosistem digital dan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut juga mulai memengaruhi cara orang tua dan calon mahasiswa memandang pendidikan tinggi.
Di tengah perubahan industri yang cepat, muncul pertanyaan mengenai relevansi jurusan akuntansi di masa depan dan langkah institusi pendidikan mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Kebutuhan terhadap talenta akuntansi yang memahami teknologi pun terus meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deloitte Center for Controllership mencatat lebih dari 80% profesional di bidang keuangan dan akuntansi meyakini AI akan menjadi alat utama dalam profesi akuntansi dalam lima tahun ke depan.
Sementara itu, studi KPMG Digitalization in Accounting 2025/2026 menunjukkan 53% perusahaan telah menggunakan AI dalam fungsi akuntansi atau tengah mempersiapkan implementasinya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi dan pemanfaatan AI semakin menjadi bagian penting dalam profesi akuntansi, sehingga kebutuhan akan talenta yang menguasai teknologi dan analisis data pun terus meningkat.
Sejalan dengan itu, adopsi teknologi di sektor akuntansi terus meningkat. Data Intuit 2025 Technology Survey menunjukkan 64 persen firma akuntansi berencana meningkatkan investasi pada AI dalam satu tahun ke depan, sementara 95 persen telah mengotomatisasi setidaknya satu fungsi operasional.
Di sisi lain, studi Future-Ready Digital Skills in the AI Era menemukan masih adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan lulusan, khususnya dalam kemampuan digital, literasi AI, serta kompetensi berbasis teknologi.
Berbagai temuan tersebut menunjukkan transformasi industri akuntansi tidak hanya ditandai oleh perkembangan teknologi, tetapi juga kebutuhan akan talenta yang mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja yang semakin digital.
BINUS University Hadirkan Pendidikan Accounting Berbasis Technology
Foto: BINUS University |
Menjawab perubahan tersebut, BINUS University melalui School of Accounting menghadirkan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu akuntansi dan teknologi sesuai kebutuhan industri saat ini.
Kurikulum ini diterapkan dirancang untuk memperkuat relevansi dengan dunia kerja (industry relevance) sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi masa depan (future-ready capabilities) yang dibutuhkan di era digital.
Dekan School of Accounting BINUS University, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, S.E., M.Com (Hons.), Ph.D., CSRS, CSRA., CMA., Cert.DA., menyampaikan perubahan industri ini menuntut perguruan tinggi untuk ikut beradaptasi dalam cara mendidik mahasiswa.
"Profesi akuntan tidak lagi terbatas pada fungsi administratif. Perkembangan AI dan digital finance membuat profesi akuntan berkembang menjadi strategic business partner yang membutuhkan kemampuan teknologi, analitis, dan business decision-making. Oleh karena itu, penting bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perubahan industri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).
Lebih lanjut, sebanyak 61% perusahaan menilai AI akan berperan penting dalam masa depan sektor keuangan dan akuntansi. Pemanfaatan machine learning dalam berbagai proses akuntansi juga terus meningkat, mencerminkan percepatan transformasi digital di industri ini.
Perkembangan tersebut menunjukkan kemampuan literasi teknologi kini menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan. Perusahaan kini tidak lagi hanya mencari lulusan yang menguasai teori akuntansi, tetapi juga mampu beradaptasi dan bekerja dalam lingkungan bisnis yang berbasis data (data-driven business environment).
Melihat perkembangan tersebut, School of Accounting BINUS University menghadirkan kurikulum yang dirancang agar mahasiswa dapat memahami perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan industri saat ini. Melalui pendekatan experiential learning, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan dengan dunia kerja, termasuk memahami penerapan ilmu akuntansi dalam berbagai situasi bisnis.
Foto: BINUS University |
Mahasiswa juga memperoleh akses terhadap berbagai tools dan sistem yang relevan dengan kebutuhan industri modern, termasuk akses SAP tanpa biaya tambahan. School of Accounting BINUS University didukung oleh lebih dari 100 partner industri yang membantu mahasiswa memperoleh pengalaman di industri dan pengalaman profesional sebelum lulus melalui Program Enrichment.
Program tersebut memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman melalui internship, project-based learning, riset, entrepreneurship, hingga berbagai kegiatan yang terhubung langsung dengan dunia industri. Dalam implementasinya, pembelajaran juga dirancang agar mahasiswa memahami bagaimana akuntansi berkembang di era digital finance dan data-driven business environment.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi akuntansi dasar, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan industri. Hal ini bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja global
Prof. Ang menambahkan, peran akuntan kini telah berevolusi secara signifikan. Di sisi lain, perubahan industri juga diikuti oleh peningkatan standar dan kualitas pendidikan yang harus selaras dengan kebutuhan global.
"School of Accounting BINUS University menjadi salah satu school accounting terbaik di Indonesia dengan pencapaian Top 4 di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings by Subject: Accounting & Finance, serta berada di peringkat 301-375 dunia. Ini mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dan berstandar global," jelasnya.
School of Accounting BINUS University juga memiliki Akreditasi Unggul serta terakreditasi internasional oleh HEEACT (Higher Education Evaluation and Accreditation Council of Taiwan) dan EFMD (European Foundation for Management Development) untuk International Class. Hal ini memperkuat kualitas pendidikan yang berstandar global.
Adapun program studi yang berada di bawah School of Accounting BINUS University meliputi Accounting, Taxation, Accounting Technology, dan Finance. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dan industri relevance, School of Accounting BINUS University terus berupaya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kesiapan karier global di tengah percepatan transformasi digital.
Bagi banyak orang tua dan calon mahasiswa, kesiapan menghadapi perubahan industri kini menjadi salah satu faktor penting dalam memilih perguruan tinggi. Pendidikan tinggi tidak lagi hanya berfokus pada perolehan gelar akademik, tetapi juga pada pembentukan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Di tengah perkembangan AI dan digital finance, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan industri menjadi semakin krusial bagi calon mahasiswa maupun orang tua dalam memilih institusi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai School of Accounting BINUS University dapat diakses melalui: https://soa.binus.ac.id/.
(ega/ega)













































