Kenapa Ular Banyak Masuk ke Pemukiman Warga? Ini Penjelasan Pakar IPB

ADVERTISEMENT

Kenapa Ular Banyak Masuk ke Pemukiman Warga? Ini Penjelasan Pakar IPB

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 06 Jun 2026 11:00 WIB
tanda rumah yang menjadi tempat bersarangnya ular
Ilustrasi Ular. (Foto: Unsplash/Avinash Uppuluri)
Jakarta -

Ular terlihat masuk ke rumah-rumah warga. Menurut pakar IPB, perilaku ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

ProfMirzaDikariKusrini selaku dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan LingkunganIPB University, menjelaskan pola pergerakan ular ini dipengaruhi oleh perubahan iklim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ular merupakan hewan eksotermik yang berarti ular sangat bergantung pada kondisi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya. Peningkatan suhu rata-rata akibat perubahan iklim dapat mengubah pola aktivitas harian dan musiman ular.

Perubahan pola curah hujan, banjir, hingga cuaca ekstrem juga dapat menurunkan kualitas habitat alami. Akibatnya, ular mencari lokasi alternatif yang masih menyediakan perlindungan dan sumber makanan yaitu pemukiman manusia.

ADVERTISEMENT

Ada Potensi Pergeseran Habitat Ular di Indonesia

Mirza mengatakan fenomena pergeseran habitat ular sangat mungkin terjadi di Indonesia. Kenaikan suhu dan perubahan pola hujan berpotensi akan memengaruhi distribusi sejumlah spesies ular.

"Ular yang sering ditemukan di lanskap pertanian dan pinggiran permukiman seperti ular kobra, ularwelang, danweling yang makanannyarodensia (hewan pengerat) berpotensi bergeser ke permukiman dan meningkatkan potensi gangguan terhadap manusia," jelasnya dalam lamanIPB University dikutip Jumat (5/6/2026).

Untuk mengurangi risiko konflik dan gigitan ular, Mirza mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menutup celah bangunan, dan menghindari upaya menangkap atau membunuh ular tanpa pelatihan.

"Strategi mitigasi yang ideal bukanlah menghilangkan ular dari lingkungan, melainkan mengurangi risiko interaksi berbahaya sambil mempertahankan fungsi ekologisnya," tuturnya.



(nir/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads