Tahukah, detikers, ada beberapa jenis ular yang bisa berdiri tegak? Padahal mereka tidak memiliki kaki dan tulang penyangga. Bagaimana ular bisa seperti menentang gravitasi?
Studi yang terbit di jurnal The Royal Society Interface pada 25 Februari 2026 mencoba menjawabnya. Beberapa ular yang berdiri, tidak sepenuhnya menegakkan badan.
Ular hanya menegakkan sebagian tubuhnya dengan cara memusatkan energi dan aktivitas otot pada bagian pangkal tubuh. Bila dikombinasikan dengan koordinasi otot seluruh tubuh, ular dapat berdiri tegak dengan mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ular itu seperti tali berotot. Mereka juga bisa melakukan trik tubuh, menekuk dan menahan diri agar tidak jatuh," kata David Hu, seorang bioengineer dan ahli robotika di Georgia Tech di Atlanta, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, dikutip dari Science News.
Apa Rahasia Ular Bisa Berdiri Tegak Melawan Gravitasi?
Sebuah studi terbaru yang melibatkan ahli zoologi Bruce Jayne dari University of Cincinnati mengungkap bagaimana ular mampu mengangkat tubuhnya yang lentur ke udara tanpa kaki. Fenomena ini bukan hanya soal kekuatan otot, tetapi juga hasil perpaduan fisika, matematika, dan kemampuan ular merasakan bentuk tubuhnya sendiri agar tidak tumbang akibat beratnya.
Hal ini berkaitan dengan strategi ular dalam mengaktifkan otot di sepanjang tulang belakang saat bergerak ke atas. Peneliti menemukan bahwa ular-ular seperti ular-pohon cokelat (brown tree snake) dan ular piton (scrub python) sering membentuk tubuh menyerupai huruf S, dengan tekukan paling maksimal di dekat titik tumpuan tempat ular bertengger, terutama saat menyeberangi celah lebar antardahan.
Dari pangkal itu, tubuh ular menjulur ke atas dan berdiri hampir vertikal seperti tiang tegak. Posisi ini membuat gravitasi hampir tidak memiliki daya ungkit untuk menjatuhkan ular yang sedang menjulang.
Ilmuwan Ungkap Cara Ular Berdiri Tegak Seolah Melawan Gravitasi
Untuk memahami bagaimana ular bisa tegak melawan gravitasi, para fisikawan membuat model matematika yang memperlakukan ular sebagai filamen elastis aktif. Mereka menemukan dua strategi, yaitu tubuh merespons lengkungannya secara lokal, dan otot bekerja terkoordinasi di seluruh tubuh agar energi yang digunakan lebih hemat.
Penelitian menunjukkan bahwa strategi koordinasi global lebih efisien karena ular tidak perlu mengerahkan terlalu banyak gaya. Bahkan, gaya tekuk justru menurun saat tubuh ular lebih banyak terangkat ke udara.
Karena lebih hemat energi, para peneliti menduga ular di alam liar menggunakan trik serupa agar bisa berdiri tegak dengan mudah. Meskipun ular hanya membutuhkan sedikit gaya untuk membentuk postur tegak, menjaga keseimbangan ternyata menguras energi jauh lebih besar.
Hal ini terlihat dari gerakan ular yang sering bergoyang ke kanan dan kiri saat berdiri tinggi, menandakan otot-otot mereka aktif melakukan penyesuaian konstan untuk menjaga keseimbangan.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































