Puncak Kemarau 2026 pada Bulan Apa? Begini Perkiraan BMKG

ADVERTISEMENT

Puncak Kemarau 2026 pada Bulan Apa? Begini Perkiraan BMKG

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 29 Mei 2026 07:30 WIB
Ilustrasi musim kemarau
Foto: Engin Akyurt/Pexels
Jakarta -

Apakah belakangan detikers merasakan cuaca cukup terik? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau 2026 di Pulau Jawa terjadi pada April dan Mei, sedangkan di pulau lainnya pada Mei hingga Agustus.

Berdasarkan rilis Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia yang disusun BMKG, di Sumatera bagian tengah dan selatan, Kalimantan bagian timur, dan beberapa wilayah di Sulawesi, durasi musim kemarau diprediksi leih pendek atau sama dengan tahun normalnya (1991-2020). Sementara, di Pulau Jawa umumnya durasi musim kemarau diprediksi lebih panjang dibanding normal, walaupun beberapa wilayah di Jawa bagian timur diperkirakan memiliki durasi musim kemarau yang sama atau lebih pendek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, kapan puncak musim kemarau di Indonesia?

Puncak Musim Kemarau di Indonesia

ADVERTISEMENT

BMKG menganalisis, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus 2026, yang mencakup sekitar 61,4% wilayah ayau 429 zona musim (ZOM). Sementara wilayah lainnya akan terjadi pada Juli (12,6% wilayah) dan September (14,3% wilayah).

Memasuki Agustus, cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau diperkirakan meluas secara signifikan. Dikatakan dalam arsip BMKG, kondisi kering tersebut diprediksi mendominasi wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dan sebagian Maluku serta Pulau Papua.

Pada September, puncak musim kemarau diperkirakan masih terjadi di sebagian Lampung, sebagian kecil Pulau Jawa, dan sebagian sebagian besar NTT. Kemudian, puncaknya pada bulan tersebut diprediksi juga dirasakan di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan sebagian kecil Papua.

Menurut BMKG, sifat kemarau 2026 secara umum di bawah normal atau lebih kering dari biasanya, dengan mencakup 64,5% wilayah atau 451 ZOM. Sementara 245 ZOM atau 35,1% wilayah bersifat normal dan hanya 3 ZOM atau 0,4% yang berpotensi bersifat di atas normal atau lebih basah.




(nah/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads