Apa yang Terjadi Jika Ular Piton Telan Orang Seperti di Sulawesi?

ADVERTISEMENT

Apa yang Terjadi Jika Ular Piton Telan Orang Seperti di Sulawesi?

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Minggu, 22 Feb 2026 20:00 WIB
Seorang petani di Muna, Sulawesi Tenggara, nyaris tewas setelah digigit dan dililit ular piton 6,5 meter.
Foto: Ular piton sepanjang 6,5 meter mati ditebas warga di Kabupaten Muna usai menggigit dan melilit seorang petani. (dok. istimewa)
Jakarta -

Ular piton (Phytonidae) merupakan salah satu jenis ular yang dapat menelan mangsa berukuran lebih besar dari ukuran tubuhnya sendiri. Kemampuan ini muncul lantaran ular ini punya rahang elastis.

Di Indonesia, kasus ular piton makan orang bahkan pernah dilaporkan beberapa kali, antara lain di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Lalu apa yang terjadi dalam tubuh piton saat memangsa orang?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika Ular Piton Makan

Melumpuhkan Mangsa

Ular piton mengintai mangsanya dengan bersembunyi. Setelah muncul momen yang tepat, hewan ini kemudian menyerang menggunakan gigi yang tajam dan melengkung, lalu melilit tubuh mangsa dengan kekuatan besar hingga mangsa kehilangan kesadaran, demikian dilansir dari BBC Science Focus, dikutip dan ditulis Jumat (20/2/2026).

Lilitan ular memotong aliran darah ke organ vital, termasuk otak. Tekanan dari lilitan itulah yang membuat mangsa kehilangan kesadaran dalam hitungan menit atau detik dan akhirnya meninggal.

ADVERTISEMENT

Menelan Mangsa

Ular kemudian menelan mangsa mulai dari kepala. Mulutnya bisa menganga sebesar itu karena rahang bawahnya tidak menyatu, melainkan terhubung oleh ligamen fleksibel. Kemampuan ini merupakan hasil adaptasi evolusi rahang ular.

Di samping itu, kulit di sekitar rahang dan moncongnya elastis. Karena itu, moncongnya bisa menganga lebar saat makan, dikutip dari laman University of Cincinnati.

Ular mengontraksikan otot di sepanjang tubuhnya untuk mendorong mangsa ke saluran pencernaan. Proses pencernaan bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.

Selama waktu tersebut, ular piton menghasilkan enzim dan asam lambung. Menelan mangsa juga membuat ular menggerakkan otot-otot pencernaannya. Pada proses ini, sistem pencernaannya bekerja keras untuk melarutkan seluruh tubuh mangsa.

Kasus Ular Piton Memangsa Manusia di Sulawesi

Dilansir detikSulsel, salah satu peristiwa ular piton menyerang manusia terjadi di Desa Maligano, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna, pada Selasa (17/2/2026) pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Seorang petani wanita berusia 48 tahun, Wa Indi, berjalan sendirian menuju kebunnya ketika tiba-tiba diserang piton sepanjang 6,5 meter.

Ia beruntung selamat setelah memberikan perlawanan saat dililit piton sepanjang 6,5 meter.

"Dia pergi sendiri ke kebun sekitar pukul 06.00 Wita," kata keponakan korban, Hijrah, kepada detikcom, dalam keterangannya yang dikutip dari detikSulsel, Jumat (20/2/2026).

Hijrah menduga wanita petani itu tidak menyadari keberadaan piton saat berjalan. Ular itu pun langsung menggigit kaki korban hingga ia berteriak kesakitan.

"Dia masih jalan terus lalu berteriak kesakitan, itu ular langsung menerkam bagian kaki kirinya," imbuh Hijrah.

Sebelumnya, insiden serangan ular piton juga terjadi di Desa Kalempang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang menewaskan satu orang setelah ditelan piton sepanjang 5 meter. Saat itu korban pamit ke kebun pada Kamis (6/6/2024) dan tak kunjung pulang, sehingga sang suami merasa curiga dan mencari istrinya.

Apa Itu Ular Piton?

Dilansir dari Britannica, piton merupakan salah satu dari sekitar 40 spesies ular. Ukurannya dapat mencapai 7 hingga 8 meter.

Salah satu spesies ular piton yang dapat memangsa manusia yaitu Malayopython reticulatus.

Selain ukurannya yang besar, beberapa piton di Indonesia bahkan masuk Guinness World Records (GWR). Ular sanca itu ditemukan di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, dengan panjang 7,22 meter dan bobot 96,5 kg.

Status ular liar terpanjang ini disematkan secara resmi oleh GWR pada 18 Januari 2026, demikian dilansir dari laman resmi Guinness World Records.

Ular sanca yang tercatat di GWR diberi nama Ibu Baron (Baroness). Ular betina raksasa tersebut saat ini berada dalam perawatan konservasionis lokal bernama Budi Purwanto.

Penemuannya diawali dari misi yang dilakukan pawang ular berlisensi asal Kalimantan, Diaz Nugraha, dan penjelajah sekaligus fotografer sejarah alam, Radu Frentiu.

Sebelumnya, ular piton retikulata liar terpanjang yang pernah diukur secara ilmiah juga ditemukan di Indonesia. Tepatnya di Kalimantan Timur, Borneo, pada Agustus 1999. Ular dengan panjang 6,95 meter itu ditemukan setelah memangsa beruang madu yang baru dilepasliarkan dan dipasang alat pelacak.




(crt/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads