Penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh mahasiswa kian lazim di kampus. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pun menelurkan Buku Panduan Penggunaan Generative AI pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi untuk bantu pemanfaatannya secara positif, beretika, dan bertanggung jawab.
Selaras, pada program Google Student Ambassador 2026, 2.000 mahasiswa terpilih akan mendapat pelatihan, bimbingan, dan sertifikasi bidang AI. Dengan benefit tersebut, para duta mahasiswa diharapakan berperan aktif mendorong pemanfaatan teknologi digital dan AI secara inklusif serta bertanggung jawab di kampus. Seperti apa?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latihan IELTS
Friends of Google (FrOG), Farhan, menuturkan, ia menggunakan AI untuk berlatih soal IELTS, lengkap dengan latihan bagian speaking. Ia juga meminta AI untuk menilai akurasi speaking dan estimasi nilai yang ia dapatkan.
"Lagi-lagi aku minta estimasi nilai aku berapa, target 7,5," tutur penerima beasiswa LPDP di National University of Singapore (NUS) ini pada rangkaian pelantikan Google Student Ambassador 2026 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).
Thinking Partner
Influencer pendidikan ini juga memanfaatkan AI untuk mendukung proses menghasilkan ide. Ia menuturkan, sementara manusia unggul dalam hal inovasi, AI dapat mendukung dalam hal penyediaan informasi berdasarkan dataset yang 'ia tahu'.
"AI itu hanyalah mesin yang bisa membantu kita berpikir. Tapi bukan berarti menggantinya otak kita sendiri. That's the point," tuturnya.
Bikin Inovasi Berdampak
Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Polmed 2025, Syahdika Kurnia Azhari, menggunakan Gemini Canvas untuk membantunya dan teman-teman dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) menciptakan aplikasi yang bermanfaat buat sekitar.
Salah satunya yakni SheSuccess, aplikasi pemberdayaan perempuan terintegrasi Gemini yang memiliki fitur kalkulator usaha, pencatatan keuangan, rebranding atau perbaruan desain kemasan produk, sharing antarpengguna, dan solusi usaha berbasis AI. Aplikasi yang akan rilis di Play Store ini sebelumnya meraih pendanaan pada ajang Inovillage 2025 Telkom Indonesia dan Telkom University.
Top #1 Google Student Ambassador 2025 ini juga mendesain Sign-Ai Pro, plaftorm penerjemah bahasa isyarat real-time berbasis web dengan teknologi computer vision yang bantu penyandang disabilitas berkomunikasi dengan orang yang belum memahami bahasa isyarat. Aplikasi yang dibuatnya dengan bantuan Gemini Canvas ini mengantarkannya menjadi Mapres Polmed.
Personal Assistant
Konten kreator AI, Septia Ratnawati, memanfaatkan Gemini sebagai asisten pribadinya. Salah satunya untuk mengelola jadwal kegiatan dan rapat di Google Calendar.
"Aku pengen teman-teman tahu penggunaan Ai nggak cuma untuk fun-fun aja, bikin foto-foto lucu, tapi juga bisa jadi personal assistant kita," tutur Google Student Ambassador asal Universitas Amikom Yogyakarta ini.
(twu/pal)











































