Jika diperhatikan, lagu hits yang menguasai TikTok dan Spotify cenderung berbeda satu sama lain. Kira-kira apa penyebabnya?
Dalam studi yang terbit di jurnal Information, Communication & Society pada 19 Juli 2025, dijelaskan bahwa perbedaan tersebut disebabkan oleh desain platform streaming dan media sosial yang memiliki cara kerja berbeda. Ini bukan soal kualitas lagu, tapi lebih ke sistem yang berlaku di masing-masing platform.
Salah satu penulis studi dari University of California, Davis (UC Davis), Cuihua Cindy Shen, mengatakan terdapat jenis penghargaan yang berbeda di antara keduanya yang membuat chart lagu di TikTok dan Spotify berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Potongan Lagu Mudah Viral di TikTok?
Lagu hits di TikTok biasanya banyak digunakan dalam berbagai konten viral sehingga banyak menyasar audiens tanpa harus mencari lagu tersebut. Terlebih jika video tersebut mendapatkan reaksi (like, share, save) dan FYP, maka algoritma akan mengarahkan pengguna untuk mendengarkannya lagi meski tidak satu lagu full.
Potongan lagu yang digunakan berulang di banyak video telah menjelaskan mengapa tangga lagu pada TikTok lebih sedikit, namun 'hit'-nya bertahan lama di tangga lagu. Ciri-ciri lagu yang viral di TikTok biasanya dapat digunakan sebagai materi 'dance'. Karena pada platform tersebut, orang-orang lebih suka bergerak, meniru, atau melakukan parodi.
Uniknya, satu klip video dengan sound viral akan menghasilkan ribuan unggahan yang mengulangi atau memodifikasi ide tersebut. Namun, karena musik di sana adalah elemen yang digunakan berulang, makna dari lirik lagu menjadi kurang penting dibandingkan dengan ritme dan energi.
Spotify Mengutamakan Lagu yang Didengar Penuh
Jika lagu hits tiktok jarang didengarkan secara penuh, chart lagu di Spotify justru memilih lagu yang sering didengarkan sampai habis. Genre cinta dan suasana hati, kerap dijadikan rekomendasi karena lebih lama didengar, dibanding lagu tentang konflik sosial dan politik.
Platform ini berusaha menghubungkan selera musik pendengar dengan lagu yang disajikan. Musik yang dibuat untuk didengar lama, lebih sering mendapat penghargaan dibanding lagu yang viral dalam konten.
Studi ini juga menemukan bahwa label musik ternama masih menguasai musik di Spotify. Sekitar tiga perempat lagu di platform hijau ini berasal dari perusahaan rekaman yang sudah lama berkiprah di dunia musik.
Sementara di TikTok, hanya ada setengah lagu dengan label musik ternama dan sisanya merupakan lagu dari seniman independen dan potongan lagu yang viral. Namun demikian, pengaruh label perusahaan musik besar masih bertahan.
Lagu Hits Jarang Lintas Platform
Studi menemukan bahwa hanya ada 68 lagu yang menempati top 100 di TikTok dan Spotify. Itu artinya, ekosistem musik digital saat ini telah membentuk sistem baru yang memiliki lajur popularitas masing-masing.
Selama periode penelitian, ada 50 lagu yang muncul pertama kali di Spotify. Sementara dalam 56 kasus, lagu-lagu tersebut keluar dari tangga lagu Spotify sebelum menghilang dari TikTok. Artinya, Spotify mampu menangkap popularitas lagu lebih dulu, dan TikTok dapat mempertahankan popularitas lebih lama lewat penggunaan sound pada video-video baru.
Hal ini juga dibedakan lewat model bisnis masing-masing platform. Saat Spotify mendorong pendengar untuk mendengarkan lagu secara penuh, TikTok berkembang lewat partisipasi (video pendek, tren , dan remix).
Para peneliti menyebut fenomena ini dengan istilah 'platformisasi,' saat platform digital membentuk apa yang dihasilkan dan dilihat audiens. Para artis dan label beradaptasi dengan cepat saat elemen-elemen tertentu, suasana, atau struktur lagu terus mendapatkan apresiasi.
"Studi kami menunjukkan bahwa Spotify bertindak sebagai saluran distribusi utama sementara TikTok berfungsi sebagai ruang untuk reinterpretasi kreatif," ujar Shen, dikutip dari earth.com Senin (30/3/2026).
Penelitian ini menunjukkan bahwa popularitas lagu bukan hanya ditentukan oleh selera pendengar, tetapi juga oleh cara kerja platform. Algoritma yang berlaku di kedua platform sangat menentukan kesuksesan suatu lagu.
"Tangga lagu populer mencerminkan umpan balik pengguna dan pilihan yang dikurasi oleh algoritma platform yang juga memengaruhi pilihan pengguna," simpul Shen.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(sls/faz)











































