Ditemukan Subspesies Baru Buah Bisbul, Hanya Ada di Papua

ADVERTISEMENT

Ditemukan Subspesies Baru Buah Bisbul, Hanya Ada di Papua

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Rabu, 22 Apr 2026 14:00 WIB
Buah bisbul supspesies papua
Foto: (Dokumentasi BRIN)
Jakarta -

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim kolaborator berhasil mengidentifikasi subspesies baru dari Diospyros blancoi atau yang biasa dikenal sebagai buah bisbul. Populasi subspesies dengan karakteristik unik ini diidentifikasi berasal dari Papua.

Pengkajian subspesies baru bisbul ini dilakukan oleh Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Irvan Fadli Wanda. Ia dan timnya melakukan studi mendalam untuk menelaah variasi morfologi dan hubungan kekerabatan genetik tanaman buah tropis tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahapan identifikasi ini melibatkan analisis detail terhadap 93 karakter morfologi, yang terdiri dari 53 karakter vegetatif dan 40 karakter generatif. Selain analisis fisik, tim peneliti juga menggunakan pendekatan molekuler melalui penanda DNA, yaitu gen matK dan psbA-trnH.

Menurut Irvan, yang menarik adalah adanya variasi signifikan pada 32 karakter, terutama pada bagian buah dan biji. Ini menandakan adanya ciri khas kuat yang membedakan populasi di Papua dengan di Filipina.

ADVERTISEMENT

Dari hasil komparasi tersebut, ditemukan bahwa populasi asal Papua ini membentuk kelompok tersendiri yang berbeda secara genetik dari populasi Filipina. Perbedaan paling signifikan terlihat pada jumlah biji yang lebih banyak (5-10 biji per buah), bentuk biji yang menyerupai irisan, dan kepadatan rambut pada permukaan buah yang lebih rendah.

"Pendekatan kombinasi antara morfologi dan data molekuler memberikan bukti yang kuat bahwa populasi dari Papua memiliki jalur evolusi yang berbeda, sehingga layak ditetapkan sebagai subspesies baru," jelas Irvan, dikutip laman resmi BRIN, Selasa (21/4/2026), dikutip Rabu (22/4/2026).

Belum Pernah Tercatat Resmi di Papua

Satu hal yang menarik dari kajian yang dilakukan Irvan dan tim peneliti adalah spesimen yang digunakan ternyata merupakan koleksi dari Kebun Raya Bogor. Hal ini menegaskan peran vital kebun raya sebagai pusat konservasi tumbuhan sekaligus sumber data ilmiah riset biodiversitas di Indonesia.

Sebagai informasi, bisbul (Diospyros blancoi) merupakan buah tropis yang memiliki nilai ekonomi dan kerap dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Spesies ini umumnya tersebar di Filipina dan beberapa wilayah Asia Tenggara, namun belum pernah tercatat secara resmi di Papua.

Oleh karena itu, temuan ini sekaligus menjadi catatan baru mengenai peta persebaran Diospyros blancoi di kawasan Malesia (wilayah biogeografi dan provinsi floristik yang mencakup Semenanjung Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, Brunei, hingga Papua Nugini), khususnya di Pulau Papua.

Dalam proses risetnya, tim peneliti juga menemukan bahwa variasi fisik (morfologi) pada tanaman bisbul sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan habitatnya, seperti intensitas cahaya. Sementara itu, faktor genetik berperan mengatur karakter reproduktifnya agar lebih stabil.

Penemuan subspesies baru ini menegaskan betapa pentingnya integrasi antara pendekatan morfologi dan molekuler dalam ilmu taksonomi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.

Ke depannya, BRIN berkomitmen akan terus mendorong penelitian biosistematika dan eksplorasi biodiversitas. Langkah ini menjadi upaya nyata untuk mengungkap potensi sumber daya hayati yang belum terdokumentasi dan memperkuat dasar pelestariannya.

Diteliti Sejak 2022, Baru Dipublikasikan 2026

Tahapan dan jalan yang panjang ini juga dirasakan oleh subspesies baru buah bisbul, Diospyros blancoi subsp. papuensis. Pengkajian dan pengambilan sampel terhadap spesimen tersebut ternyata sudah dilakukan secara intensif sejak Desember 2022.

Kehadirannya menjadi catatan baru mengenai persebaran spesies bisbul di kawasan Malesia, khususnya di Pulau Papua. Setelah ditemukan, seluruh proses tahapan ilmiah dilakukan hingga Desember 2024 dan berujung pada publikasi pada tahun 2026.

Studi yang dilakukan Irvan dkk juga merupakan hasil kolaborasi dengan beberapa pihak, seperti Universitas Nusa Bangsa, Universitas Diponegoro, dan IPB University. Hasil studi menyatakan bahwa subspesies baru ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari populasi Filipina, terutama pada jumlah biji yang lebih banyak dan kepadatan rambut buah yang lebih rendah.

Kondisi variasi morfologi ini sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti intensitas cahaya dan kondisi habitat. Untuk itu, publikasi kehadirannya menjadi langkah awal yang penting dalam mendukung upaya konservasi dan pemahaman keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di Egyptian Journal of Botany Vol. 66 pada April 2026 yang berjudul 'Discovery of a New Subspecies of Diospyros blancoi A. DC. through Phenetic and Phylogenetic Analyses'.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: BRIN Rencanakan Pembukaan Lahan Bandar Antariksa Nasional di Biak Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads