3 Spesies Baru Tanaman dari Sumatera, Ada yang Sudah 9 Tahun di Jepang

ADVERTISEMENT

3 Spesies Baru Tanaman dari Sumatera, Ada yang Sudah 9 Tahun di Jepang

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Kamis, 09 Apr 2026 20:30 WIB
Homalomena uncinata salah satu spesies baru tanaman dari Sumatera yang berhasil diidentifikasi peneliti ITB dan BRIN
Homalomena uncinata salah satu spesies baru tanaman dari Sumatera yang berhasil diidentifikasi peneliti ITB dan BRIN Foto: Dok. ITB
Jakarta -

Unggahan tanaman hias di media sosial ternyata bisa membuka jalan bagi penemuan ilmiah. Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi tiga spesies baru tanaman dari genus Homalomena yang berasal dari Sumatera.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Telopea (2026) dengan judul "Taxonomic contributions to the genus Homalomena (Araceae) in Western Malesia: three new species from Sumatra discovered through the ornamental plant trade" ini mengungkap tiga spesies baru, yakni Homalomena pachyderma, Homalomena pulopadangensis, dan Homalomena uncinata.

Menariknya, ketiganya pertama kali menarik perhatian komunitas ilmiah melalui foto tanaman yang diunggah kolektor di media sosial. Para peneliti menegaskan proses kajian ilmiah yang ketat telah dilakukan sebelum menetapkan tanaman-tanaman tersebut sebagai spesies baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto Tanaman Hias Jadi Petunjuk Awal

Penemuan ini bermula dari foto-foto tanaman dengan bentuk daun dan karakter morfologi unik yang belum pernah tercatat sebelumnya. Unggahan tersebut kemudian memicu penelusuran lebih lanjut hingga akhirnya dikonfirmasi secara ilmiah.

ADVERTISEMENT

Peneliti Herbarium Bandungense SITH ITB, Arifin Surya Dwipa Irsyam, menjelaskan bahwa media sosial kini berperan sebagai tahap awal atau early detection dalam penemuan spesies. "Media sosial, berfungsi sebagai alat bantu atau tahap early detection, bukan pengganti metode ilmiah," ujarnya.

Fenomena ini bukan yang pertama. Pada 2019, spesies baru dari genus Hoya juga berhasil dideskripsikan setelah sebelumnya ramai dibahas di media sosial. Hal ini menunjukkan peran publik dan komunitas dalam mendukung percepatan dokumentasi biodiversitas.

Setelah teridentifikasi, tanaman-tanaman tersebut dikoleksi dan dibudidayakan di nursery privat di Jawa Barat. Proses ini memungkinkan peneliti melakukan pengamatan lebih mendalam, termasuk hingga fase reproduksi-tahap krusial dalam penentuan spesies baru.

Menariknya, salah satu spesies, Homalomena uncinata, diketahui telah berada di Jepang selama sekitar sembilan tahun. Meski demikian, jalur distribusi awal tanaman tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Di sisi lain, peneliti mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi terkait spesies baru. Publikasi yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan risiko eksploitasi, terutama pada tanaman langka. "Oleh karena itu, kolaborasi antara peneliti, komunitas lokal, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan konservasi," kata Arifin.

Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan nonkonvensional seperti media sosial dan partisipasi publik (citizen science) dapat melengkapi metode eksplorasi lapangan. Integrasi teknologi digital dan riset akademik pun dinilai semakin penting untuk mengungkap kekayaan biodiversitas Indonesia yang masih luas dan belum sepenuhnya terdokumentasi.



(rhr/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads