Ada banyak puncak gunung yang bersalju atau dilapisi es. Di Indonesia, satu-satunya puncak yang bersalju yaitu di Pegunungan Jayawijaya, Papua. Lantas kenapa puncak gunung ada yang bersalju?
Ternyata, ada penjelasan di balik fenomena tersebut. Terutama karena berkaitan dengan kondisi udara, suhu, dan sinar matahari di ketinggian yang bekerja berbeda dibandingkan dengan di permukaan bumi.
Udara di Puncak Gunung Begitu Tipis
Selama ini kita bisa merasakan bahwa semakin tinggi daratan, semakin dingin suhunya. Begitu juga di pegunungan, puncak bisa memiliki suhu yang lebih dingin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin tinggi daratan, terik Matahari seharusnya lebih panas. Namun anehnya, di pegunungan yang bersalju, ada mekanisme berbeda.
Ini karena semakin tinggi posisi kita, maka akan semakin sedikit gas yang ada di ketinggian. Kondisi ini membuat udara menjadi lebih tipis atau kurang padat.
Di keadaan inilah manusia sering terserang penyakit ketinggian. Ini karena kadar oksigen di udara berkurang drastis.
Bagaimana Salju Terbentuk di Puncak Gunung
Karena udara tipis dan cuaca dingin lebih dominan, maka lebih banyak peluang bagi curah hujan untuk turun dalam bentuk salju daripada hujan. Ini kenapa banyak puncak gunung menjadi bersalju.
Ketika puncak gunung turun salju, akan lebih mudah untuk mempertahankan suhu yang lebih dingin. Itu karena saat salju menutupi tanah, permukaannya menjadi seperti cermin raksasa.
Cahaya matahari yang menyinari puncak gunung sebagian besar dipantulkan kembali ke angkasa, sehingga salju sulit mencair dan suhu tetap rendah. Fenomena ini membuat puncak gunung seperti memiliki pelindung alami yang menjaga salju tetap menempel.
Kombinasi udara tipis, suhu rendah, permukaan salju yang reflektif, dan radiasi matahari membuat beberapa puncak gunung terlihat selalu bersalju sepanjang tahun, meski di bawahnya cuaca panas dan cerah.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































