Di Tempat Ini, Kamu Bisa Lihat Pegunungan Salju dan Gurun Sekaligus

Di Tempat Ini, Kamu Bisa Lihat Pegunungan Salju dan Gurun Sekaligus

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 11 Feb 2026 20:00 WIB
Di Tempat Ini, Kamu Bisa Lihat Pegunungan Salju dan Gurun Sekaligus
Foto: (Chen Zhao via Wikipedi)/Pegunungan Tianshan
Jakarta -

Pegunungan Tianshan membentang di empat negara: Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan China. Salah satu areanya menjadi tempat pertemuan pegunungan bersalju dan gurun.

Kawasan tersebut tepatnya berlokasi di bagian timur pegunungan di bagian China, yang disebut Xinjiang Tianshan. Area ini diapit oleh puncak tertinggi Tianshan, Puncak Tomur (7.443 meter) di barat Puncak Bogda (5.445 meter) di timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan rangkaian Pegunungan Tianshan sendiri terletak di antara dua gurun Asia Tengah, yaitu Gurun Junggar di utara dan Gurun Tarim di selatan, dikutip dari laman UNESCO.

Di samping melihat pemandangan pegunungan dan gurun, pengunjung bisa melihat ngarai batuan merah, puncak-puncak tinggi gletser, padang rumput, hingga stepa.

ADVERTISEMENT

Pemandangan ini menunjukkan perbedaan mencolok antara area bebatuan gersang di lereng selatan, sedangkan hutan padang rumput yang rimbun di utara. Sebagian kawasan sangat subur, dan sebagian lainnya sangat tandus. Sebagian kawasan panas, dan sebagian lainnya dingin.

Cagar Alam Gunung dan Gurun

Karena keunikannya, cagar alam ini menjadi rumah bagi setidaknya 110 spesies langka dan terancam punah, 118 spesies endemik, dan 94 spesies purba yang selamat dari kepunahan.

Dikutip dari lembar data World Heritage, empat spesies yang hidup di Xinjiang Tianshan juga masuk IUCN Red List dari International Union for Conservation of Nature and Natural Resources. Berikut daftar dan statusnya:

  • Tulip Xinjiang Tulipa sinkiangensis: Terancam punah
  • Pohon birch/birkin Tianshan Betula tianschanica: Terancam punah
  • Apel liar Malus seiversii: Rentan
  • Semak hijau abadi dari zaman Tersier, (66 juta-2,6 juta tahun lalu), Ammopiptanthus nana: Sangat terancam punah

Sementara itu, tingkat ancaman pada kawasan Situs Warisan Dunia UNESCO ini dinilai masih rendah. Tidak ada spesies invasif di kawasan ini, tidak ada penduduk tetap, dan industri ekstraktif dan pengembangan infrastruktur dinilai masih terbatas.

Namun, laporan 2025 Conservation Outlook dari IUCN menunjukkan kawasan ini perlu terus dipantau. Beberapa area di cagar alam ini mungkin terpengaruh oleh pariwisata dan pembangunan jalan, termasuk Terowongan Super Panjang Tianshan Barat. Sedangkan perubahan iklim berisiko mengubah suhu, pola hujan, gletser, keseimbangan hidrologi, tutupan vegetasi, dan kestabilan tanah.




(twu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads