5 Contoh Pidato Hari Kartini, Yuk Sebarkan Semangat Emansipasi Wanita!

ADVERTISEMENT

5 Contoh Pidato Hari Kartini, Yuk Sebarkan Semangat Emansipasi Wanita!

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 17 Apr 2026 09:00 WIB
Twibbon Hari Kartini 2026
Contoh pidato Hari Kartini, ayo cek! Foto: Nihza Zazkiah Yusuf
Jakarta -

Hari Kartini yang jatuh pada 21 April setiap tahunnya menjadi pengingat perjuangan perempuan Indonesia. Peringatan Hari Kartini didasarkan pada tanggal lahir Pahlawan Nasional, Raden Ajeng Kartini (RA Kartini).

Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dalam Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 tentang Penetapan R.A. Kartini Sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada 2 Mei 1964. Pada Keppres itu jugalah tanggal kelahiran RA Kartini ditetapkan sebagai Hari Kartini.

Bukan hari libur, Hari Kartini termasuk dalam momen hari besar nasional yang menjadi momen penting untuk menyalurkan semangat emansipasi kepada generasi muda. Salah satu caranya adalah dengan membacakan pidato Hari Kartini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum detikEdu, Kamis (16/4/2026) berikut ini beberapa contoh pidato Hari Kartini yang bisa dibaca untuk membagikan semangat RA Kartini.

ADVERTISEMENT

5 Contoh Pidato Hari Kartini

Pidato Hari Kartini 1

Pidato Hari Kartini pertama diambil dari sambutan Ibu Wapres Selvi Andanda pada peringatan Hari Kartini 2025.

Bismilahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salah sejahtera untuk kita semua.

Om swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para menteri kabinet merah putih yang hadir, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia beserta jajarannya. Semua para tokoh perempuan, pimpinan organisasi, diaspora, akademisi, kemudian perwakilan 1.000 profesi perempuan dan GenZ yang sudah hadir dari seluruh Indonesia.

Terima kasih sudah hadir di tengah-tengah kita semua menjadi bagian dari perayaan Hari Kartini tahun 2025 ini bersama seluruh perempuan-perempuan hebat yang luar biasa. Kita ketahui, hari ini tepat tanggal 21 April adalah peringatan Hari Kartini.

Namun, keinginan kita bukanlah hanya momentum peringatannya saja, tapi kita bisa meneruskan cita-cita dari Raden Ajeng Kartini. Ke depannya adalah perempuan akan menjadi perempuan yang berdaya, menjadi perempuan yang mandiri, menjadi perempuan yang berpendidikan, menjadi perempuan yang mempunyai mimpi tinggi, bisa meraih mimpi-mimpinya, dan tentu saja bisa berguna untuk bangsa dan negara, khususnya masyarakat Indonesia.

Perwakilan dari Gen-Z ini yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa. Jadi, kita yang senior-senior ini bukan berarti harus mengajarkan kepada Gen-Z, tapi kita juga belajar dari Generasi Z ini bagaimana kita menggunakan teknologi-teknologi untuk ke depannya.

Generasi Z ini sangat kritis. Jadi, kita juga bisa belajar dari generasi-generasi muda ini. Semoga ke depannya, generasi-generasi ini akan menjadi generasi penerus bangsa untuk menciptakan Indonesia Emas tahun 2045.

Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi bagi Kowani yang menginisiasi 1.000 profesi perempuan dan Gen-Z. Semoga gagasan ini juga dapat memberikan hasil nyata, manfaat yang besar untuk bangsa dan negara Indonesia untuk generasi muda Indonesia tentunya.

Serta dapat mendukung juga Asta Cita pemerintah yang di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo. Seperti yang kita sadari bersama, bahwa perjuangan Raden Ajeng Kartini ini belum selesai. Maka ke depan kita perlu terus mendorong peningkatan akses pendidikan, kesehatan, permodalan, dan juga informasi, dan masih banyak lagi sektor-sektor untuk perempuan Indonesia.

Kita juga perlu untuk terus mengupayakan perlindungan maksimal bagi perempuan dari tindak kekerasan baik fisik maupun mental, serta menciptakan ekosistem yang aman dan kondusif bagi perempuan untuk berkreasi, berkarya, berekspresi, dan juga berkembang.

Para hadirin yang saya banggakan, perjuangan ini bukan hanya perjuangan pemerintah, tapi merupakan perjuangan kita bersama. Marilah kita saling menopang, saling mendukung, dan saling menguatkan, seperti slogannya, "Perempuan Bela Perempuan".

Dan untuk menutup sambutan kali ini, saya ingin mengingatkan bahwa salah satu pesan dari Raden Ajeng Kartini bagi perempuan Indonesia bahwa kita dapat menjadi manusia sepenuhnya tanpa berhenti menjadi wanita seutuhnya.

Tetap semangat untuk berkarya bagi seluruh perempuan Indonesia. Perempuan yang luar biasa, perempuan yang hebat dan akan menjadi perempuan yang berdaya untuk ke depannya, dan teruslah menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Om shanti shanti om, namo buddhaya.

Pidato Hari Kartini 2

Pidato ini dikutip dari buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 6 karya Desi Damayanti, dkk.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati teman-teman dan para hadirin semua.

Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi kita semua. Tanggal 21 April adalah momen yang harus selalu kita syukuri. Kita mengenang perjuangan seorang pahlawan di masa lalu yang berusaha menjadikan perempuan mempunyai hak yang sama dengan kaum laki-laki.

Puji syukur marilah senantiasa kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan kesehatan, sehingga kita masih dapat memperingati dan memaknai peringatan Hari Kartini tahun kini. Kita semua tahu, bahwa sosok RA Kartini memang sosok yang sangat mulai dengan kesabaran dan keteguhannya berjuang untuk harkat kaum wanita dan pendidikan Indonesia.

Semangat dan ketekunan Ibu Kartini akhirnya membuahkan hasil. Beliau sukses mendirikan sebuah sekolah wanita dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan-keterampilan untuk meningkatkan peran wanita.

Hari Kartini diperingati setiap tahun. Sebaiknya, kegiatan ini bukan hanya sebagai seremonial, tetapi kita harus memaknai peringatan Hari Kartini. Dengan memahami makna Hari Kartini, para wanita Indonesia terus berupaya meningkatkan perannya demi kemajuan bangsa dan negara tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita.

Semoga dengan peringatan ini, akan muncul Kartini-kartini generasi baru untuk terus berjuang, baik sebagai pejuang hak wanita maupun sebagai pondasi penting dalam kemajuan negara Indonesia di berbagai aspek. Seperti lirik lagi yang diciptakan oleh WR Soepratman "Ibu kita Kartini, Putri Sejati, Putri Indonesia, Harum Namannya". Meskipun Ibu Kartini sudah tidak ada, tetapi namanya dan perjuangannya dapat terus dinikmati hingga sekarang.

Semoga kita dapat menjaga hasil jerih payah perjuangan Ibu Kartini dan meneruskan perjuangan beliau dalam kehidupan. Sekian pidato dari saya. Mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pidato Hari Kartini 3

Pidato berikut dikutip dari buku Anti Panik Berbicara di Depan Umum karya Asti Musman, berikut bunyinya:

Assalamualaikum wr wb,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita bersama-sama panjatkan rasa puja, puji, dan rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, karena berkah rahmat dan hidayah-Nya kita semua dapat berkumpul dalam rangka memperingati Hari Kartini di dalam ruangan ini dalam keadaan sehat walafiat.

Selain itu, marilah kita senantiasa menyampaikan selawat serta salam kepada junjungan kita, kanjeng Nabi Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak akan mendapatkan syafaatnya, Amin.

Hadirin yang berbahagia,

Pada hari ini, tepatnya tanggal 21 April, segenap bangsa Indonesia tengah memperingati hari yang bersejarah bagi kaum wanita Indonesia, hari kelahiran tokoh emansipasi Indonesia, yaitu Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal dengan Ibu Kartini. Ia adalah sosok pahlawan yang sangat berjasa bagi kaum wanita Indonesia.

Pada zaman dahulu, kaum wanita memiliki derajat yang rendah dibandingkan kaum laki-laki. Wanita dipandang sebagai kaum yang lemah dan juga dianggap sebagai pelayan kaum laki-laki. Oleh sebab itu, mereka selalu tertindas dan sering kali tidak pernah mendapatkan hak-haknya. Melihat kenyataan ini, RA Kartini merasa iba. Hatinya tergugah untuk melakukan sesuatu dan menyelamatkan kaumnya dari ketidakadilan ini.

Atas dasar motivasi tersebut, maka ia bersama teman-temannya mendirikan sebuah sekolah bagi wanita yang pertama di Indonesia. Kartini, bersama teman-temannya mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, seperti berhitung, membaca, dan masih banyak lagi.

Atas perjuangannya tersebut, perlahan-lahan derajat kaum wanita naik dan mulai setara dengan kaum laki-laki. Saat ini, wanita bisa menjadi seperti kaum laki-laki. Contohnya, wanita bisa menjadi polisi, tentara, diplomat, menteri, atau bahkan presiden.

Hadirin yang berbahagia,

Dalam kesempatan ini saya juga perlu sampaikan contoh keteladanan Raden Ajeng Kartini. Selain sebagai tokoh emansipasi wanita, ternyata Kartini sangat berbakti pada orang tua. Ia sangat menjunjung tinggi nasihat orang tua dan suaminya. Ia pun sering menuangkan pikiran-pikirannya dalam surat-surat yang dikirimkan pada sahabat-sahabat dan orang yang dikaguminya. Hal inilah yang menjadi perhatian Belanda, sehingga surat-suratnya diabadikan dalam buku "Habis Gelap Terbitlah Terang". Buku itu menjadi bahan pelajaran yang berharga. Maka sudah pada tempatnya jika kita meneladani sikap-sikap Kartini.

Hadirin yang saya hormati,

Demikianlah sekelumit sambutan dalam memperingati Hari Kartini. Terima kasih atas perhatiannya dan apabila ada kesalahan kata dan ucapan dalam menyampaikan pidato ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sekian.

Wassalamualaikum wr.wb.

Pidato Hari Kartini 4

Pidato Hari Kartini keempat cocok untuk dibacakan oleh siswa SD karena singkat. Dikutip dari buku Kumpulan Soal Ulangan Harian UTS/UAS karya Dede Wulansari ini isinya.

Assalamualaikum wr wb.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam rangka memperingati Hari Kartini dalam keadaan sehat. Mari kita ingat dan teladani jasa dari RA Kartini karena berkat beliau, kita sebagai kaum wanita dapat memperoleh hak yang sama seperti kaum laki-laki. Baik persamaan hak dalam hal pendidikan, mengeluarkan pendapat, dan lain sebagainya. Begitu besar jasa dari RA Kartini yang telah membantu kaum perempuan. Tidak lupa kita senantiasa meneruskan perjuangan RA Kartini dalam mencerdaskan bangsa dan negara.

Demikian pidato dari Saya, sekali lagi marilah kita senantiasa lebih menghargai apa yang sudah kita dapatkan saat ini. Jangan menyia-nyiakan perjuangan RA Kartini bagi kaum perempuan bangsa ini. Sekian pidato dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamualaikum wr wb.

Pidato Hari Kartini 5

Pidato kelima juga cocok dibacakan di sekolah untuk siswa SD, SMP, maupun SMA. Seperti yang dikutip dari buku Cendekia Berbahasa, berikut isinya:

Teman-temanku yang baik hati, Selamat Pagi!

Mungkin teman-teman bertanya, "Siapa Kartini?" Mungkin juga teman-teman bertanya, "Apa jasa Kartini sehingga setiap tahun diperingati?".

Dari buku sejarah dapat kita ketahui bahwa Kartini adalah putra bupati Jepara, Jawa Tengah. Waktu itu, negara kita masih dijajah Belanda. Sekolah belum banyak. Hanya sedikit anak-anak yang dapat bersekolah. Lebih-lebih bagi anak-anak perempuan. Waktu itu, dalam masyarakat masih berlaku adat pingit, yakni anak perempuan yang memasuki usia belasan tahun sudah harus dipingit. Artinya, tidak boleh pergi alias harus tetap tinggal di rumah. Pergi ke sekolah pun tidak boleh. Dengan adanya adat seperti itu, maka mustahil bagi anak-anak perempuan dapat bersekolah.

Demikian pula yang dialami Kartini. Meski pun dia anak seorang bupati, tetapi tidak dapat bersekolah. Padahal, Kartini sangat ingin bersekolah. Kartini ingin menjadi orang pintar. Dia sudah menyadari bahwa untuk memperoleh kemajuan, orang harus pintar. Jika ingin menjadi pintar, orang harus bersekolah.

Kartini tidak putus asa. Dia belajar sendiri di rumah bersama saudara-saudaranya. Dia menjalin komunikasi dengan orang lain melalui surat. Banyak sekali surat yang dikirimkan dan banyak pula surat balasan yang diterimanya. Dari kegiatan surat-menyurat ini, Kartini menjadi semakin pintar. Kemudian, dia mendirikan sekolah khusus untuk anak-anak perempuan.

Usaha Kartini tidak sia-sia. Cita-cita Kartini terwujud. Sekarang, anak-anak perempuan dapat dengan leluasa bersekolah. Selain mendapat kebebasan bersekolah, sekolah-sekolah pun sekarang semakin banyak. Hal itu tentu tidak dapat dilepaskan dari jasa Kartini. Oleh karena itu, kita ucapakan terima kasih kepada Ibu Kartini.

Apakah hanya ucapan terima kasih? Tentu saja tidak. Kita harus melanjutkan cita-cita Ibu Kartini. Caranya, kita harus rajin belajar dan giat berlatih agar menjadi pintar. Agar cepat pintar, kita harus rajin membaca apa saja, baik berupa surat kabar, majalah, maupun buku. Dalam bacaan itu terdapat berbagai informasi dan ilmu. Semua itu ibarat makanan yang menguatkan tubuh kita. Apabila kita makan makanan bergizi, tubuh kita menjadi makin besar, makin kuat, dan makin sehat. Demikian pula, jika banyak membaca, kita akan semakin pintar. Apabila sudah pintar, kita dapat memajukan bangsa dan negara kita.

Demikianlah, dalam memperingati Hari Kartini ini kita harus mampu mengambil hikmahnya. Kita harus berupaya agar dapat mewarisi semangat Kartini dalam menuntut ilmu. Kita harus mau belajar giat agar menjadi manusia cerdik, pandai, pintar, dan bijaksana. Untuk apa? Untuk memajukan bangsa dan negara kita.

Sekian dan terima kasih!

Demikianlah 5 contoh pidato Hari Kartini. Semoga bermanfaat detikers!




(det/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads