Presiden Prabowo menyebutkan istilah yang mungkin terdengar asing di telinga masyarakat pada umumnya, yakni 'minderwaardigheidscomplex'. Kata tersebut merupakan sebuah istilah dalam bahasa Belanda.
"Terus terang saja terjadi menurut pandangan saya suatu sifat rendah diri yang dikatakan dalam bangsa Belanda itu minderwaardigheidscomplex. Minderwaardigheidscomplex kompleks rendah diri. Dalam bahasa Inggris inferiority complex. Di bawah sadar sebagian besar orang-orang berpendidikan di Indonesia lebih bangga dengan yang berasal dari luar Indonesia," kata Prabowo saat meresmikan pembukaan Munas XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta (11/4/2026), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Lantas seperti apa minderwaardigheidscomplex atau inferiority complex yang disebut oleh Prabowo?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa dan Seperti Apa 'Minderwaardigheidscomplex'?
Istilah minderwaardigheidscomplex ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berarti inferiority complex. Dalam kamus Cambridge, istilah inferiority complex atau kompleks inferioritas diterjemahkan sebagai perasaan tidak sebaik, sepandai, semenarik orang lain, dan sebagainya.
Asosiasi Psikologi Amerika (APA) mendefinisikan kompleks inferioritas sebagai perasaan mendasar seseorang merasa dirinya tidak cukup dan tidak percaya diri. Kekurangan yang dimaksud bisa merujuk pada kekurangan atau kelemahan fisik maupun psikologis.
Disebutkan dalam Medical News Today, APA lebih lanjut menjelaskan seseorang dengan kompleks inferioritas dapat menunjukkan berbagai macam perilaku. Misalnya, seseorang mungkin menjadi cemas atau depresi dan menarik diri dari situasi sosial.
Atau mereka yang merasakannya mungkin justru melakukan kompensasi berlebihan dan menjadi terlalu kompetitif, mencari kesalahan pada orang lain, dan kesulitan mengakui kesalahan mereka sendiri. Namun, gejala-gejala ini juga terkait dengan kompleks superioritas, yang didefinisikan oleh APA sebagai pendapat yang berlebihan tentang kemampuan dan pencapaian diri sendiri, yang berasal dari kompensasi berlebihan atas perasaan inferioritas.
Penyebab Minderwaardigheidscomplex
Dr Alfred Adler, pendiri aliran psikologi individual, pertama kali memperkenalkan gagasan kompleks inferioritas pada 1907. Ia percaya orang dilahirkan dengan tingkat inferioritas pribadi tertentu serta dorongan untuk mengatasinya.
Pada penelitian tahun 2022 menggunakan data dari media sosial, ditemukan perasaan rendah diri bisa berasal dari berbagai faktor, termasuk:
- Pengalaman pribadi, terutama yang negatif
- Ketidakpercayaan diri terkait fisik, baik yang hanya dirasakan maupun yang memang sebenarnya demikian
- Kepribadian
- Hubungan yang melibatkan cinta dan kasih sayang
- Kemampuan, termasuk kemampuan pribadi dan profesional
- Interaksi sosial.
Para penulis studi mencatat penelitian dan hasilnya terbatas pada satu wilayah geografis dan tidak mencakup orang-orang yang tidak menggunakan media sosial. Meskipun demikian, temuan ini mendukung konsensus umum yang menerangkan faktor-faktor seperti pengalaman masa kanak-kanak dan dewasa, ketidakberuntungan dalam aspek sosial, kekurangan fisik, dan nilai budaya dapat berkontribusi pada perasaan rendah diri.
Tanda-tanda Minderwaardigheidscomplex
Dikutip dari Verywell Mind, berikut ini tanda-tanda kompleks inferioritas:
- Menunjukkan tanda-tanda rendah diri
- Kecenderungan untuk terlalu menganalisis pujian dan kritik
- Terus-menerus mencari validasi dan pujian dari orang lain
- Menjauh dari keluarga, teman, dan kolega, terutama dalam situasi sosial
- Berusaha membuat orang lain merasa tidak aman untuk menutupi perasaan tidak mampu
- Menolak untuk berpartisipasi dalam acara kompetitif karena takut dibandingkan dengan orang lain.
Itulah yang dimaksud dengan minderwaardigheidscomplex yang disebut oleh Prabowo.
(nah/nwk)











































