BRIN: Fosil-fosil di Bumiayu Diperkirakan Lebih Tua dari Temuan di Sangiran

ADVERTISEMENT

BRIN: Fosil-fosil di Bumiayu Diperkirakan Lebih Tua dari Temuan di Sangiran

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 08 Apr 2026 18:00 WIB
Salah satu perbedaan BRIN dan BMKG terletak pada logonya. Ini adalah logo Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Foto: Situs BRIN
Jakarta -

Fosil-fosil berusia 1,8 juta tahun yang ditemukan di kawasan situs arkeologi Bumiayu, diperkirakan lebih tua daripada temuan di Sangiran. Berdasarkan hasil ekskavasi, ada banyak fosil mulai dari gajah; kuda nil; buaya; kura-kura; ikan; hingga moluska.

Penemuan-penemuan tersebut memperlihatkan wilayah tersebut dulunya merupakan lingkungan dekat perairan dangkal yang kemudian berubah menjadi daratan. Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR ARBASTRA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Herry Yogaswara menyebut penemuan ini membuka peluang besar untuk mengungkap sejarah manusia dan kehidupan purba di wilayah Jawa bagian barat.

"Kawasan ini memiliki nilai penting dari berbagai aspek, mulai dari geologi, paleontologi, paleoantropologi, hingga arkeologi," kata Herry dalam pembukaan program magang Riset dan Inovasi untuk Idnonesia Maju (RIIM) batch di Kawasan Stasiun Lapang (KSL) Bumiayu pada Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herry juga mengungkap ditemukannya artefak alat batu dan tulang yang dipakai manusia purba dalam kehidupan sehari-hari. Ini memperkuat indikasi ada awal kehidupan manusia purba di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Diperkenalkan Koenigswald dkk

Dikutip dari arsip Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bertajuk "Menengok Kembali Lokasi Fauna Van Koenigswald di Bumiayu" oleh Suwita Nugraha dalam jurnal Sangiran Nomor 3 tahun 2014, keberadaan fosil-fosil di situs ini diperkenalkan peneliti terdahulu seperti van Der Maarel dan Koenigswald pada 1920-an.

Situs Bumiayu berlokasi di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dalam fisiografi Pulau Jawa, daerah Bumiayu adalah Zona Serayu Utara yang berbatasan dengan Zona Bogor.

Daerah tersebut terangkat ke atas oleh gerakan geosinklinal Pulau Jawa bagian utara pada Kala Plestosen Bawah sekitar 1,8 juta tahun lalu, lalu tertutup endapan vulkanik. Diperkirakan daerah Bumiayu maupung Cijulang, Prupuk, dan Ajibarang adalah batas Pulau Jawa bagian timur pada akhir Kala Pliosen, yakni saat Jawa bagian barat sudah menjadi daratan, sementara Jawa bagian tengah dan timur masih berada di bawah laut pada 2-2,4 juta tahun lalu.




(nah/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads