Anak-anak Sekarang Lebih Cepat Puber daripada Orang Tua Mereka, Ini Penyebabnya

ADVERTISEMENT

Anak-anak Sekarang Lebih Cepat Puber daripada Orang Tua Mereka, Ini Penyebabnya

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Jumat, 03 Apr 2026 07:00 WIB
Ilustrasi remaja
Foto: Getty Images/gradyreese/Ilustrasi remaja
Jakarta -

Sebuah studi di Denmark menemukan pubertas generasi masa kini lebih celat daripada generasi sebelumnya. Anak-anak perempuan, diketahui mengalami menstruasi pertama lebih awal dibanding ibu mereka. Apa penyebabnya?

Dalam studi yang terbit dalam jurnal International Journal of Epidemiology pada 7 Februari 2026, peneliti menganalisis 15.819 anak selama hampir satu dekade dari data Danish Puberty Cohort. Anak-anak yang diteliti lahir antara tahun 2000 dan 2003.

Hasilnya, usia pubertas terus menurun di Denmark. Ini artinya, banyak anak-anak sekarang mengalami pubertas lebih dini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tampaknya usia pubertas terus menurun di Denmark saat ini, dan kami telah mengidentifikasi beberapa faktor konkret selama kehamilan dan masa kanak-kanak yang tampaknya mempercepat waktu pubertas," kata Profesor Cecilia Ramlau-Hansen dari Universitas Aarhus, dikutip dari earth.com.

Meski rata-rata percepatan yang ditemukan hanya 3 bulan, angka tersebut sangat penting dalam tumbuh kembang manusia. Karena pubertas mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan selain fisik. Seperti perkembangan emosional, otak, hingga kesehatan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Mengapa Pubertas Datang Lebih Cepat?

Dalam studi, anak-anak melaporkan perkembangan mereka setiap 6 bulan, sejak usia 11-18 tahun. Analisis ini meliputi seluruh perkembangan seperti pertumbuhan payudara, rambut kemaluan, menstruasi, perubahan suara, dan ejakulasi pertama.

Secara umum, pubertas yang ditandai oleh peneliti yakni ditentukan oleh kapan pertama kali ibunya mengalami menstruasi. Namun, ada faktor pemicu lainnya seperti kesehatan ibu sebelum dan semasa hamil, dan kebiasaan merokok.

Selain kesehatan ibu, penelitian ini juga menemukan sejumlah pemicu lain dari cepatnya pubertas pada anak. Berat badan berlebih dan obesitas sebelum pubertas, serta stres yang disebabkan oleh perceraian orang tua, ketidakhadiran peran ayah, dan konflik saudara kandung juga berperan.

Dalam beberapa kasus, faktor-faktor di atas dapat mempercepat pubertas 4-5 bulan lebih cepat dari hasil penelitian. Pubertas yang disebabkan oleh obesitas dan berat badan berlebih terjadi karena jaringan lemak berpengaruh pada peningkatan hormon estrogen dan sinyal lainnya. Ini merupakan hasil studi yang dilakukan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Para ilmuwan juga yakin bahwa saat anak mengalami stres kronis, sinyal otak mendorong hormon tubuh untuk matang lebih cepat. Itulah mengapa anak yang tumbuh dalam lingkungan dengan banyak indikator stres akan mengalami pubertas lebih awal.

Apa Risiko dari Pubertas Dini?

Penelitian jangka panjang dari Puberty Cohort dan beberapa negara lain menunjukkan konsekuensi kesehatan yang akan dirasakan hingga dewasa. Kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan diabetes tipe 2 akibat berat badan berlebih, kanker yang disebabkan hormon, dan kesehatan mental yang buruk selama remaja.

Masalah mental karena pubertas dipicu oleh rasa tidak sejalan dengan sebayanya. Namun, pengaruhnya jauh lebih besar pada remaja perempuan, yang dapat menimbulkan kecemasan dan depresi lebih tinggi.

Sementara pada anak laki-laki, pubertas dini berisiko mengalami kesulitan mengendalikan emosi dibandingkan dengan fisiknya.

"Ketika faktor biologis dan sosial di awal kehidupan memengaruhi waktu pubertas, pubertas juga menjadi sinyal dari kondisi kehidupan anak secara keseluruhan," jelas Ramlau-Hansen.

"Ini adalah pengetahuan yang dapat digunakan dalam pencegahan, konseling, dan mengidentifikasi anak-anak yang mungkin membutuhkan perhatian tambahan," imbuhnya.

Apakah Bisa Diubah?

Pubertas dini yang dipicu oleh genetik tidak dapat diubah. Adapun faktor lainnya, seperti obesitas pada usia dini dan kebiasaan ibu yang merokok saat hamil, dapat dicegah.

Upaya yang dilakukan secara massal untuk menekan angka obesitas dan merokok pada ibu hamil dinilai mampu memperlambat tren pubertas yang terlalu cepat.

Penelitian ini telah mengetahui apa penyebab pubertas datang lebih cepat pada anak zaman sekarang. Selanjutnya, para peneliti berencana untuk mengetahui bagaimana pubertas memengaruhi kesehatan, kesuburan, dan kesejahteraan mental pada orang dewasa.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads