×
Ad

Mengenang Juwono Sudarsono

Instruksi Juwono: Seragam Murid Baru Tak Harus Anyar

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Minggu, 29 Mar 2026 08:00 WIB
Juwono Sudarsono Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Juwono Sudarsono, tokoh intelektual yang pernah mengabdi sebagai menteri untuk 4 presiden telah berpulang, Sabtu (27/3/20260. Hari ini jenazahnya akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta.

Ilmuwan dalam studi Hubungan Internasional ini lahir di Ciamis, Jawa Barat, 1942. Ayahnya, Soedarsono Mangoenadikoesoemo, pernah menjadi Menteri Sosial dan Menteri Dalam Negeri saat Indonesia baru saja merdeka.

Beberapa dekade kemudian, Juwono mengikuti jejak sang ayah. Setelah mengabdi di kampus termasuk menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (1988-1994), Universitas Indonesia, ia masuk dalam pemerintahan.

Perjalanan kariernya di pemerintahan berlangsung lintas rezim, dimulai sejak masa kepemimpinan Presiden kedua RI, Soeharto. Menjelang akhir era Orde Baru pada 1998, ia ditunjuk sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup. Sebelumnya sejak 1995, ia didapuk menjadi Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Memasuki masa pemerintahan Presiden, B.J. Habibie, Juwono kembali mendapatkan amanah sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kariernya berlanjut pada periode 1999-2000, ketika Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan. Penunjukan ini mencatatkan sejarah tersendiri, karena Juwono menjadi Menteri Pertahanan pertama dari kalangan sipil.

Saat Gus Dur lengser dan digantikan Megawati Soekarnoputri, posisinya juga berubah. Ia lantas ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Inggris pada 2003. Juwono kembali ke kabinet pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika kembali ditunjuk sebagai Menhan pada periode 2004-2009.

Instruksi Mendikbud Juwono Sudarsono

Kiprahnya sebagai Mendikbud tak lama, seumur dengan usia Kabinet Reformasi Pembangunan yang dibentuk Presiden Habibie. 23 Mei 1998- 20 Oktober 1999.

Dikutip dari buku Pendidikan Rusak-rusakan karya Darmaningtyas, semasa menjabat sebagai menteri yang mengurusi pendidikan, Juwono pernah membuat aturan bahwa murid baru tidak harus pakai seragam baru.

Murid tersebut boleh memakai seragam kakaknya atau orang lain yang sudah tidak terpakai. Sayangnya, menurut Darmaningtyas, instruksi tersebut seolah tak didengarkan sekolah. Saat itu, kewajiban membeli pakaian seragam baru masih tetap berlaku untuk semua tingkatan.

"Sebab, dalam bisnis pakaian seragam itu memang banyak pihak yang diuntungkan, termasuk pengelola sekolah. Dan anehnya, itu justru banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah negeri.," tulis Darmaningtyas dalam buku tersebut.

Selain itu, dalam masa jabatannya sebagai Mendikbud, Juwono kemudian dikenal berperan dalam menghentikan kebijakan mewajibkan menonton film Pengkhianatan G30S/PKI.

Sejarawan Asvi Warman Adam dalam bukunya Menguak Misteri Sejarah mengungkapkan ia mendapat informasi, permintaan penghentian penayangan film Pengkhianatan G30S/PKI juga datang dari Marsekal TNI (Purn) Saleh Basarah, mantan KSAU (1973-1977).

Saleh menelepon Menteri Penerangan Letjen TNI (Purn.) Yunus Yosfiah dan Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono, meminta agar film itu tidak ditayangkan lagi karena menyudutkan TNI AU. Permintaan tersebut akhirnya dikabulkan.



Simak Video "Video Jenazah Eks Menhan Juwono Disemayamkan di Gedung Kemhan "

(pal/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork