Kabar duka kembali datang dari bumi Indonesia dengan meninggalnya Juwono Sudarsono. Juwono merupakan salah satu sosok penting dalam dunia politik Indonesia.
Ia terkenal sebagai menteri lintas rezim dan kabinet dan mengepalai berbagai kementerian. Menteri yang dimaksud seperti, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Pertahanan.
Meski piawai di ranah politik, Juwono awalnya adalah seorang akademisi. Ia lulus dari kampus jaket kuning, Universitas Indonesia dan sempat menjadi dekan di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari detikNews dan arsip detikEdu, Minggu (29/3/2026) berikut profil pendidikan Juwono Sudarsono.
Profil Pendidikan Juwono Sudarsono
Informasi jejak pendidikan Juwono yang tersebar di publik berawal dari jenjang pendidikan tinggi. Diketahui, untuk gelar sarjana, ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia pada 1965.
Usai menyelesaikan studi S1, ia terbang ke Negeri Paman Sam untuk menempuh studi magister di The University of California at Berkeley, Amerika Serikat. Gelar Magister ia peroleh dari UC Berkeley pada 1970.
Juwono juga menamatkan studi S3 di The London School of Economics and Political Science, Inggris yang dirampungkannya pada 1975. Pasca merampungkan studi, ia kembali ke Indonesia.
Jika diurutkan, jejak pendidikan Juwono Sudarsono adalah:
- S1 Universitas Indonesia, Indonesia: Lulus 1965
- S2 The University of California at Berkeley, Amerika Serikat: Lulus 1970
- S3 London School of Economics and Political Science: Lulus 1975
Dari Akademisi Jadi Menteri Lintas Kabinet
Sosok yang lahir di Ciamis itu berkiprah di lingkungan akademik usai merampungkan studi S3 di Inggris. Ia juga terkenal sebagai ilmuwan dalam studi hubungan internasional.
Pada 1988, Juwono mengikuti jejak ayahnya, Soedarsono Mangoenadikoesoemo untuk mengabdi di kampus UI. Jowo sempat menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik hingga 1994.
Tak hanya itu, Juwono juga diketahui pernah mengajar di Universitas Columbia, New York. Perannya sebagai dosen ini terjadi pada 1986-1987.
Setelah 1994, karier Juwono berubah dan ia masuk dalam pemerintahan Indonesia. Kariernya di pemerintahan diawali pada 1995, ketika Juwono didapuk menjadi Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Tiga tahun kemudian menjelang akhir era Orde Baru pada 1998, Presiden Soeharto mengangkatnya sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup. Peran itu tak berlangsung lama karena pemerintahan Presiden Soeharto digantikan oleh Presiden BJ Habibie.
Di era itu, ia mendapat amanah sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, lagi-lagi kiprahnya sebagai Mendikbud tak lama.
Ia hanya memimpin kapal pendidikan Indonesia seumur dengan usia Kabinet Reformasi Pembangunan yang dibentuk Presiden Habibie. Kabinet itu berlangsung pada 23 Mei 1998- 20 Oktober 1999.
Ketika Presiden keempat RI, Abdurahman Wahid menjabat, Gus Dur menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan. Posisi ini merupakan catatan sejarah yang penting.
Diketahui, Juwono merupakan Menteri Pertahanan pertama yang berasal dari kalangan sipil. Hal ini dikarenakan, selama kurang lebih 40 tahun sebelumnya, Menhan dijabat oleh kalangan militer.
Saat Gus Dur lengser dan digantikan Megawati Soekarnoputri, posisinya juga berubah. Ia lantas ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Inggris pada 2003.
Namun, Juwono kembali ke kabinet pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika kembali ditunjuk sebagai Menhan pada periode 2004-2009.
Bila diurutkan jejak karier dan peran penting sang menteri lintas kabinet ini adalah sebagai berikut:
- Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Pembangunan VII Presiden Soeharto (1997-1998)
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Reformasi Presiden Habibie (Mei 1998-Oktober 1999)
- Menteri Pertahanan Kabinet Persatuan Nasional Presiden Gus Dur (Oktober 1999-Agustus 2000)
- Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya Presiden Megawati (12 Juni 2003-Oktober 2004)
- Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu Presiden SBY (21 Oktober 2004-20 Oktober 2009).
Kini, berbagai peran sang mantan menteri lintas kabinet telah usai. Ia dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 13.46 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, mengatakan Juwono disemayamkan di Gedung Kemhan pada ruangan yang bernama Ruang Hening seperti yang dikutip dari detikNews. Proses persemayaman digelar hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 11.00 WIB.
Setelah itu, proses pelepasan jenazah akan dilakukan dan Juwono akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.
(det/nah)











































