Lebaran Idul Fitri merupakan hari raya penting bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, tahukah detikers bahwa perayaan ini selalu identik dengan makanan yang hampir selalu tersaji saat Lebaran?
Di antara banyaknya hidangan, ada sejumlah makanan yang dikenal selalu hadir di meja makan saat Lebaran. Hidangan ini dipengaruhi oleh tradisi, selera keluarga, dan makna simbolis yang melekat pada hari raya.
Sebuah studi di Journal of Ethnic Foods Vol. 11 pada 5 Desember 2024 berjudul 'Diversity of Indonesian Lebaran dishes: from history to recent business perspectives' yang disusun Indra Prastowo dkk menunjukkan bahwa makanan khas Lebaran sudah melekat sebagai bagian tradisi Idul Fitri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam jurnal itu, diinventarisasi ternyata makanan khas Lebaran di Indonesia ada 165 macam dari 26 provinsi di Indonesia yang terdiri dari antara lain:
- kue beras (31 hidangan)
- kari (26 hidangan)
- semur (18 hidangan)
- kue kering (18 hidangan)
Namun secara nasional ini dia 10 hidangan khas Lebaran yang nyaris selalu ada di meja-meja keluarga Indonesia dikutip dari Journal of Ethnic Foods, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI dan Universitas STEKOM.
1. Ketupat
Ketupat berasal dari tradisi masyarakat Jawa. Hidangan ini diperkirakan sudah populer sejak masa Sunan Kalijaga, salah satu dari Sembilan Wali (Wali Songo) yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Namanya sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu "ngaku lepat" yang berarti mengakui kesalahan.
Ketupat memiliki bentuk khas berupa persegi yang dibungkus anyaman daun kelapa muda. Isinya berupa beras yang dimasak hingga padat. Cita rasanya gurih dengan tekstur lembut. Hidangan ini menjadi sajian yang dinantikan setiap Lebaran.
2. Opor Ayam
Opor ayam berasal dari daerah Jawa dan dimasak menggunakan santan serta aneka rempah seperti serai, kunyit, dan lengkuas.
Dalam tradisi Lebaran di Jawa, opor ayam kerap disajikan bersama ketupat. Hidangan ini melambangkan kehangatan dan eratnya silaturahmi keluarga di momen hari kemenangan.
3. Lontong
Lontong menggambarkan kesederhanaan yang tetap terasa istimewa. Hal ini sejalan dengan makna Lebaran. Hidangan ini kerap menjadi kuliner khas Lebaran, khususnya bagi masyarakat Jakarta.
Lontong sayur merupakan perpaduan lontong yang dibungkus daun pisang dengan sayur labu siam berkuah santan.
4. Sambal Goreng Ati dan Kentang
Sambal goreng ati dan kentang merupakan hidangan berbahan hati (sapi atau ayam) dan kentang goreng yang dipotong dadu, dimasak dengan bumbu sambal pedas dan santan gurih. Hidangan ini jamak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi salah satu ikon kuliner Lebaran selain ketupat dan opor ayam.
Sambal goreng ati dan kentang juga memiliki makna tersendiri. Hidangan ini melambangkan keberanian dan semangat baru di momen hari kemenangan.
5. Lemang
Selain ketupat, lemang juga dikenal sebagai kuliner khas Lebaran, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan sebagai pengganti ketupat atau lontong saat Idul Fitri.
Lemang sekilas mirip lontong. Namun, perbedaannya terletak pada bahan yang terbuat dari beras ketan dan santan. Lemang dimaknai sebagai proses penyucian diri dari hal-hal yang tidak layak menuju kesucian.
6. Semur Daging
Semur daging memiliki cita rasa cenderung manis dengan tekstur empuk karena penggunaan kecap manis dan gula. Hidangan ini melambangkan kehangatan keluarga di rumah yang dirindukan.
7. Rendang
Meskipun rendang adalah hidangan khas Sumatera Barat (Sumbar), namun olahan ini sudah lazim ada di meja-meja keluarga Indonesia di luar Sumbar. Daging sapi ini dimasak dengan perlahan dalam santan dan aneka rempah. Waktu memasaknya pun tak tanggung-tanggung, bisa sampai 8 jam sampai jadi rendang.
Dari lama waktu memasaknya, rendang mengandung filosofi kesabaran dan ketekunan karena proses pembuatannya nan panjang dan cenderung melelahkan. Namun, semuanya terbayar lunas ketika hidangan tersebut selesai dimasak dan bercitarasa lezat.
8. Lontong Sayur Betawi
Lontong sayur khas Betawi merupakan kuliner perpaduan antara lontong yang dibungkus daun pisang dengan sayur labu siam berkuah santan. Biasanya terdapat tambahan telur dan potongan ayam. Tentunya, ditambah dengan sambal pedas nan menggugah selera.
Lontong sayur khas Betawi bukan hanya jadi menu untuk sarapan sehari-hari. Hidangan ini juga sering dijadikan kuliner khas Lebaran yang wajib ada khususnya bagi masyarakat Jakarta. Tidak afdol rasanya lebaran tanpa kehadiran hidangan tersebut.
9. Kentang Mustofa
Kentang Mustofa adalah olahan kentang kering khas Indonesia berbentuk irisan korek api yang digoreng garing dan dibumbui sambal balado pedas-manis-gurih. Biasanya ada sebagai pendamping ketupat atau camilan.
10. Kue Kering/Kukis
Kue-kue kering khas Lebaran seperti kaastengel (kukis stik keju), nastar (kukis isi selai nanas) hingga putri salju (kukis berbentuk bulan sabit dan dibalut gula halus) biasanya selalu ada di meja-meja keluarga Indonesia saat Lebaran sebagai hidangan ke para tamu yang datang saat open house Lebaran, momen silaturahmi di mana pintu rumah dibuka lebar bagi keluarga, tetangga, hingga masyarakat umum untuk saling bermaaf-maafan dan menikmati hidangan khas Idul Fitri.
(nwk/nwk)











































