Fosil Dinosaurus Berjambul Warna-warni di Sahara Bikin Ilmuwan Terkejut

ADVERTISEMENT

Fosil Dinosaurus Berjambul Warna-warni di Sahara Bikin Ilmuwan Terkejut

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Jumat, 06 Mar 2026 08:30 WIB
Perkiraan wujud Spinosaurus mirabilis diilustrasikan sedang makan ikan purba coelacanth oleh seniman paleontologi Dani Navarro.
Perkiraan wujud Spinosaurus mirabilis diilustrasikan sedang makan ikan purba coelacanth oleh seniman paleontologi Dani Navarro. Foto: Dani Navarro
Jakarta -

Penemuan terbaru dari tim ilmuwan internasional di bawah pimpinan Paul Sereno mengungkap spesies dinosaurus baru bernama Spinosaurus mirabilis Predator besar berjambul melengkung seperti pedang sabit ini ditemukan di tengah Gurun Sahara, Niger.

Secara tidak langsung, temuan ini mematahkan teori lama bahwa kelompok Spinosaurus sepenuhnya hidup di perairan laut.

Dilansir oleh Phys.org, fosil berumur lebih dari 90 juta tahun ini menunjukkan bahwa Spinosaurus mirabilis adalah pemburu yang hidup di daerah sungai dalam hutan tropis purba, jauh dari garis pantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penemuan ini sangat mengejutkan dan emosional bagi tim kami. Saya tidak akan pernah lupa momen ketika kami berdesakan di sekitar laptop untuk melihat spesies baru ini untuk pertama kalinya menggunakan tenaga surya, di tengah Sahara," ujar Sereno.

ADVERTISEMENT

Jambul Pedang-Gigi Perangkap Ikan

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science ini menemukan, jambul besar di kepala Spinosaurus mirabilis memiliki tekstur unik dengan saluran pembuluh darah padat. Jambul itu tertutup keratin, bahan yang sama dengan kuku manusia.

Para peneliti memperkirakan jambul tersebut berwarna cerah dan melengkung seperti bilah pedang. Jambul berfungsi sebagai alat atraksi dalam menarik pasangan atau menandai dominasi.

Selain itu, susunan giginya juga dinilai luar biasa. Gigi bawah menonjol ke luar di antara gigi atas saat rahang menutup, menciptakan perangkap alami untuk memangsa ikan licin.

Adaptasi semacam ini dikenal pada reptil semiakuatik dan hewan pemakan ikan seperti Pterosaurus. Namun, biasanya susunan gigi yang khas ini jarang ditemukan pada dinosaurus daratan.

Sereno menggambarkan Spinosaurus mirabilis sebagai predator raksasa yang dengan tenang menjejak air dangkal sambil mengintai ikan-ikan purba sebagai buruannya.

"Saya membayangkannya seperti burung bangau neraka atau seekor hell heron yang tidak ragu melangkah ke air sedalam dua meter untuk menangkap ikan besar zamannya," tambahnya.

Petunjuk 70 Tahun Lalu

Awal ekspedisi ini bermula dari catatan singkat dalam monograf geolog Prancis 1950-an yang menyebut sebuah gigi sabit menyerupai predator Carcharodontosaurus di Gurun Mesir.

"Tidak ada yang kembali ke lokasi itu selama lebih dari 70 tahun," kata Sereno.

Sementara itu, ia berkelana menembus lautan pasir untuk mencari lokasi fosil yang dimaksud. Di pelosok gurun itulah ia akhirnya menemukan fosil spinosaurus ini.

Penemuan ini dianggap semakin menegaskan posisi Niger sebagai pusat penting riset paleontologi dunia.

Warisan Paleontologi Niger

Sereno juga membantu mendirikan Museum of the River di Niamey, museum bertenaga nol energi yang akan memamerkan fosil Spinosaurus mirabilis bersama artefak zaman batu dari Sahara purba.

"Orang-orang lokal yang bekerja bersama kami kini menjadi sahabat seumur hidup. Mereka paham betapa pentingnya temuan ini, bukan hanya bagi sains, tapi juga bagi sejarah negaranya," tutup Sereno.

Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science dengan judul "Scimitar-crested Spinosaurus species from the Sahara caps stepwise spinosaurid radiation", 19 Februari 2026.



(rhr/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads