Menjelang Idul Fitri atau lebaran, masyarakat Indonesia melakukan pulang kampung atau lebih dikenal dengan sebutan mudik. Mudik menjadi momen berharga untuk berkumpul bersama keluarga.
Meski rata-rata masyarakat melakukannya, masih ada sejumlah orang yang tidak pergi mudik. Alasannya beragam, bisa karena kendala biaya, kehabisan tiket, jarak pulang yang jauh, akses menuju kampung halaman terganggu, dan lainnya.
Tips agar Tak Overthinking karena Tidak Mudik
Apakah detikers termasuk ke dalam orang-orang yang tidak mudik tahun ini? Sedih itu wajar, tetapi jangan berlarut-larut karena gagal mudik ya.
Pakar psikologi sekaligus dosen Fakultas Psikoogi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Riza Noviana Khoirunnisa memberikan sederet tips bagi detikers yang tak bisa mudik lebaran. Apa yang harus dilakukan?
Berdamai dengan Keadaan
Riza mewajarkan jika seseorang merasa cemas karena tak pulang mudik. Sendiri di perantauan bisa jadi mengundang kesepian, tidak sehangat saat bersama keluarga.
Untuk mengatasi perasaan sedih yang berlarut, langkah pertama yang harus dilakukan menurut Riza adalah berdamai dengan keadaan. Sadari bahwa seseorang yang gagal mudik akan khawatir dan overthinking.
Setelah menyadarinya, Riza menyarankan untuk melakukan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) sederhana. Cara ini bisa dilakukan dengan menguji apakah kekhawatiran yang dirasakan benar nyata atau hanya asumsi.
"Ketika kita mampu menerima situasi dengan lapang dada, hati akan menjadi lebih tenang dan tidak mudah merasa 'kurang'," katanya dikutip dari laman Unesa, Rabu (18/3/2026).
Cobalah lihat situasi secara lebih objektif. Ia menegaskan, tidak mudik, bisa jadi bukanlah sebuah kegagalan yang besar.
Istirahat Sejenak dari Media Sosial
Informasi di media sosial tentang status teman yang berkumpul dengan keluarga dapat memicu rasa minder dan sedih. Riza mengajak orang-orang yang tak bisa mudik untuk istirahat sejenak dari medsos.
Riza menyarankan untuk fokus dahulu kepada diri sendiri. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk menghargai kondisi atau penerimaan diri.
Media sosial sebaiknya dimaksimalkan untuk berkomunikasi. Saat ini, silaturahmi atau melepas rindu dapat dilakukan lewat handphone atau sejenisnya sementara.
Belajar Mindfulness
Salah satu trik untuk melepas kekhawatiran berlebih yang masih jarang banyak orang bisa adalah mindfulness. Kesempatan gagal mudik bisa dijadikan momen untuk melatihnya.
Riza mengajak untuk mencoba menyadari situasi secara penuh supaya pikiran tidak terjebak dalam kecemasan. Sadarilah bahwa momen sepi di perantauan bisa dimanfaatkan untuk membangun energi positif lebih besar.
Menurut Riza, poin yang tak kalah penting dari mudik adalah perantauan. Ingatlah bahwa tujuan awal merantau adalah untuk berjuang demi masa depan.
Anggap saja absen sementara di momen Lebaran di kampung halaman adalah investasi. Ia menjelaskan, ketidakhadiran di sana bisa jadi jalan untuk menguatkan mental.
Simak Video "Video: Kenapa Orang Pintar Kadang Melakukan Hal Bodoh?"
(cyu/twu)