Kurma adalah buah khas Timur Tengah yang kerap dijadikan takjil saat berbuka puasa. Namun, rupanya kurma juga bisa tumbuh di Indonesia.
Pohon kurma mulai dibudidayakan di Indonesia sejak 2006. Kini, kurma sudah tumbuh di di berbagai daerah, antara lain di Pasuruan dan Ponorogo, Jawa Timur.
Mengapa tumbuhan yang identik dengan gurun ini dapat tumbuh di wilayah tropis?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Pohon Kurma Tumbuh di Indonesia?
Sebelumnya, pohon kurma ditemukan dapat berbuah di pekarangan belakang pondok pesantren Darussalam, Surabaya pada 2004. Fenomena tersebut kemudian mendorong budidaya di beberapa tempat.
Menurut Wahyudin Darmalaksana dalam bukunya, Hukum Islam Agroteknologi: Takhrij dan Syarah Hadi, iklim tropis di Indonesia dinilai cocok bagi tumbuhan kurma. Itu karena kurma adalah jenis pohon yang dapat beradaptasi pada cuaca kering hingga sangat panas. Proses pertumbuhan pohon kurma dari penyerbukan hingga pembuahan membutuhkan cuaca panas yang panjang.
Buah kesukaan Nabi SAW itu dikategorikan sebagai komoditas binaan Ditjen Hortikultura, sebagaimana dikutip dari laman Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian (PRMP). Hal ini diatur dalam Permentan No 151/Kpts/PD.310/9/2006, yang memasukkan kurma sebagai komoditas hortikultura yang dikembangkan pemerintah.
Langkah tersebut juga telah mematahkan opini yang beredar luas bahwa "kurma tidak dapat berbuah pada bagian bumi yang tak pernah dipijak oleh Nabi." Beberapa daerah seperti Lombok Utara (NTB), hutan Wanagama di Gunung Kidul, Kutoarjo, Wonosari, (DI Yogyakarta), dan Kupang (NTT) cocok dijadikan perkebunan kurma yang menghasilkan.
Struktur tanah yang mirip padang pasir di timur tengah membuat kurma varietas lokal, kurma datu dapat tumbuh lebat sepanjang tahun. Namun, di daerah dengan curah hujan tinggi tanaman kurma biasanya tidak berbuah. Dalam buku Kurma: Khasiat dan Keajaiban karya Rositta, pohon kurma justru dijadikan tanaman hias di pekarangan masjid karena dianggap estetik.
Salah satu alasan dilakukan pengembangan komoditas kurma di Indonesia adalah, tingginya permintaan pasar dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Sebagai negara mayoritas muslim, lonjakan permintaan kurma dapat terjadi sekitar 50% pada awal Ramadan.
Bagaimana Cara Menanam Kurma di Indonesia?
Bibit kurma didapat melalui biji, anakan (cabang), atau kultur jaringan. Ketiganya memiliki kelebihan masing-masing, dan yang paling unggul adalah teknik kultur jaringan meski harganya relatif mahal. Sementara, jenis kelamin pohon biji baru bisa diketahui saat dewasa, dan bibit anakan tidak menjamin hasil yang sama dengan induknya.
Kurma tumbuh subur pada struktur tanah gembur dan berpasir. Jarak penanaman ideal yaitu 6Γ6 m hingga 8Γ8 meter per pohon.
Ada juga petani yang menanamnya di dalam pot. Kemudian, dilakukan pula pemupukan, pengairan sesuai musim, dan pembasmian hama penyakit.
Kombinasi penggunaan pupuk NPK dan organik juga dapat meningkatkan hasil panen. Sangat penting untuk memperhatikan pengairan pada fase awal, dan sistem drainase saat musim hujan tiba.
Dalam hal ini, perlu dilakukan penyerbukan manual untuk mematikan produksi buah, karena kurma memiliki dua rumah.
Perbandingan jantan dan betina yang disarankan adalah 1:10 atau 1:20.
Pemanenan buah kurma sendiri dilakukan pada fase ruthob, atau sekitar 150 hari setelah penyerbukan. Hal itu dilakukan karena kurma tidak mungkin mengering secara alami di pohon, pada tingkat kelembapan yang tinggi.
Contoh Sukses Budi Daya Kurma di Indonesia
Contoh pertama datang dari warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Iwan Tarigan. Ia sukses menanam kurma pada suhu 17 derajat Celcius.
Iwan menerapkan teknik khusus, serta memilih varietas yang cocok, sehingga kurma dapat tumbuh pada suhu lebih rendah rendah dari kondisi umumnya.
Selanjutnya, ada perkebunan Kurma Datu di Lombok Utara, NTB yang berhasil menanam lebih dari seribu pohon kurma. Perkebunan tersebut merupakan yang salah satu yang aktif dan produktif di Indonesia.
Di Pasuruan, Jawa Timur juga terdapat Agrowisata Kebun Kurma seluas 3,7 hektar. Tidak hanya menghasilkan buah, kebun kurma ini juga menjadi destinasi wisata.
Kemudian, perkebunan kurma yang luas di Indonesia terletak di Aceh Besar. Sejak tahun 2017, Perkebunan Kurma Lembah Barbate berkembang sekitar 300 hektar.
Di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pohon kurma juga pernah tumbuh subur dan menghasilkan 4 tandan kurma. Pohon setinggi 5,5 meter itu merupakan milik seorang warga bernama Titi Adi Warsito, pada 2006 silam.
Nah, apakah detikers pernah menemukan pohon kurma yang berbuah di sekitar tempat tinggalmu?
(sls/twu)











































