Mahasiswa RI Ini Kagum Warga Tunisia Suka Banget Bagi-bagi Makanan Saat Ramadan

ADVERTISEMENT

Mahasiswa RI Ini Kagum Warga Tunisia Suka Banget Bagi-bagi Makanan Saat Ramadan

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikEdu
Jumat, 06 Mar 2026 03:00 WIB
Suasana Ramadan di Tunisia
Foto: (Dokumentasi Arifatun Nasichah, mahasiswa Indonesia di Tunisia)
Jakarta -

Mahasiswa Indonesia di Tunisia, Arifatun Nasichah, sudah 3 tahun berkuliah di Tunisia. Selama 3 tahun di Tunisa, dia mengamati ada beberapa yang spesial saat Ramadan.

"Orang-orang lokal di Tunisia itu banyak memberikan makanan saat buka selama Ramadan," ujar Arifatun Nasichah saat berbincang dengan detikEdu, ditulis Kamis (5/3/2026).

Icha, demikian dia biasa disapa, mengatakan kagum atas keroyalan warga Tunisia saat Ramadan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi-bagi makanan seperti berkah Jumat gitu kalau di Indonesia," imbuh Icha.

Di kampusnya sendiri pun setiap hari membagikan 1.000 paket makanan. Makanan khas yang biasanya ada saat Ramadan di Tunisia, biasanya adalah banyak jenis manisan.

ADVERTISEMENT

Masjid Ramai Saat Malam 27 Ramadan

Icha juga mengamati fenomena masjid-masjid yang ramai pada malam 27 Ramadan. Kenapa ya?

"Orang Tunisia percaya Lailatul Qodar itu jatuh di 27 Ramadan," tutur Icha.

Sementara Dubes Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, pernah menuliskan bahwa orang Tunisia menyambut Ramadan dengan gembira, membersihkan hingga menghiasi rumah dengan dekorasi yang khas.

"Ibu-ibu rumah tangga biasanya mengganti peralatan dapur dengan yang baru. Mereka membeli piring dan baskom yang baru sebagai pertanda Ramadan telah tiba. Mereka pun menghiasi meja makan dalam rangka santap buka puasa dan sahur, dan biasanya sanak saudara berdatangan selama bulan Ramadan," demikian tulis Zuhairi seperti dikutip dari arsip detikNews.

Hidangan khas yang ada di bulan Ramadan, bisa dijumpai di setiap rumah warga Tunisia yakni kue-kue manis, nasi dicampur susu, dan pastinya kurma. Untuk makanan utama, mereka menyediakan kuskusi, makanan khas Tunisia. Yaitu, masakan yang terbuat dari gandum, plus sayur-sayuran dan lauk.

Menurut Zuhairi, Ramadan di Tunisia menjadi bulan keluarga karena mereka secara umum melakukan sahur dan buka puasa di rumah masing-masing. Jam kerja ditetapkan pemerintah dari pukul 08.00 hingga 15.00.

Sejak pukul 16.00 sore hingga malam jalanan di kota Tunis, yang dikenal padat pada hari-hari biasa, terlihat lengang selama Ramadan. Sejak pukul 16.00, warga Tunisia sudah bersama keluarga untuk berbuka puasa di rumah masing-masing. Restoran dan hotel pun terlihat sepi, tidak ada tradisi buka puasa bersama sebagaimana di Tanah Air.




(nwk/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads