Mumi Mesir Kuno Diteliti dengan CT Scan, Seperti Ini Bentuk Aslinya

ADVERTISEMENT

Mumi Mesir Kuno Diteliti dengan CT Scan, Seperti Ini Bentuk Aslinya

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Jumat, 13 Mar 2026 03:00 WIB
Mumi Mesir kuno Nes-Hor tertangkap layar selama pemindaian CT seluruh tubuh oleh ahli radiologi Keck Medicine of USC dari AS
Foto: Ricardo Carrasco III via Archaeology News/Mumi Mesir kuno Nes-Hor tertangkap layar selama pemindaian CT seluruh tubuh oleh ahli radiologi Keck Medicine of USC dari AS
Jakarta -

Sebuah tim radiolog dari Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengamati misteri dari dua mumi Mesir kuno berusia lebih dari 2.000 tahun. Mereka mencoba menampilkan seperti apa bentuk asli mumi dengan menggunakan CT scan resolusi tinggi.

Dalam proyek ini, mumi yang diamati miliki dua imam, Nes Min (sekitar 330 SM) dan Nes Hor (sekitar 190 SM). Pemindaian ini memungkinkan mereka mengungkap umur, kondisi tulang, kerusakan gigi, dan tanda-tanda penyakit tanpa merusak balutannya.

Adapun mumi ini masih tersimpan sampai sekarang dalam bagian bawah sarkofagus seberat sekitar 200 pound atau 90,72 kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wajah dan Tubuh Mumi Terungkap Lewat CT Scan

Tim peneliti memindai seluruh tubuh mumi menggunakan CT scan, menghasilkan irisan tipis yang kemudian digabung menjadi model digital 3D. Hasilnya menampilkan detail halus seperti kelopak mata, bibir, dan struktur tulang wajah sehingga peneliti bisa melihat penampilan asli mumi, bukan hanya sosok yang dibungkus kain.

Pemindaian juga mengungkap tanda-tanda penuaan dan penyakit. Nes Min mengalami kerusakan pada tulang belakang bagian bawah, termasuk satu vertebra lumbar yang runtuh.

ADVERTISEMENT

Sementara Nes Hor memiliki kerusakan gigi parah dan persendian pinggul yang memburuk. Kondisi ini menunjukkan Nes Hor kemungkinan meninggal pada usia lebih tua dibanding Nes Min.

Benda dan Reproduksi Fisik Mumi

Selain tubuh, CT scan juga menampilkan benda-benda yang dikuburkan bersamanya. Nes Min ditemukan dengan beberapa objek kecil berbentuk kumbang scarab dan ikan, tersembunyi selama lebih dari 2.000 tahun. Data digital memungkinkan peneliti mempelajari ukuran dan detail benda-benda ini tanpa merusak mumi.

Setelah pemindaian, tim membuat rekonstruksi digital dari kerangka dan artefak, kemudian mencetak replika ukuran asli menggunakan printer 3D medis. Semua replika akan dipamerkan bersama mumi di Mummies of the World: The Exhibition di California Science Center pada 7 Februari mendatang.

Apa yang dilakukan untuk mumi juga digunakan dalam kedokteran modern. Rumah sakit menggunakan pemindaian CT atau MRI untuk membuat model 3D digital organ seperti hati, jantung, atau panggul.

Teknik tersebut membantu dokter mempelajari struktur kompleks organ dan tulang melalui model digital atau cetakan fisik sebelum melakukan operasi, serta memungkinkan penelitian dan perawatan dilakukan dengan aman.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(crt/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads