BRIN Kembangkan Antena 6G, Bakal Secepat Apa?

ADVERTISEMENT

BRIN Kembangkan Antena 6G, Bakal Secepat Apa?

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Selasa, 10 Mar 2026 06:30 WIB
Ilustrasi jumlah pengguna internet di Indonesia.
Foto: Shutterstock/Ilustrasi internet cepat
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembangkan jaringan komunikasi generasi keenam (6G). Pengembangan ini berupaya agar Indonesia siap menghadapi era internet super cepat dan tidak tertinggal dari negara lain dalam segi teknologi.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) BRIN, Yohanes Galih Adhiyoga menjelaskan riset yang sedang berjalan saat ini fokus pada pengembangan antena mikrostrip single layer dan multilayer dalam teknologi 6G. Rencananya, antena tersebut akan dibuat dalam bentuk kecil supaya bisa diaplikasikan ke dalam gawai.

"Kita tidak mungkin memiliki antena yang dimensinya melebihi ukuran telepon seluler itu sendiri. Oleh karena itu, antena harus dirancang sekecil mungkin agar dapat ditempatkan di dalam perangkat," ujar Yohanes yang dikutip dari laman BRIN, Senin (9/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desain rancangan untuk antena ini harus disiapkan sematang mungkin, karena di dalam satu telepon genggam juga mencakup banyak antena dengan fungsinya masing-masing. Seperti antena wifi, bluetooth, dan aplikasi lainnya.

Lalu, bagaimana proses pembuatan rancangan tersebut?

ADVERTISEMENT

Bagaimana BRIN Merancang Antena untuk Teknologi 6G?

Yohanes menyebut riset untuk merancang teknologi 6G dimulai dari tahap simulasi desain untuk memastikan kelayakan, kemudian optimasi untuk memastikan kinerja terbaik. Setelah itu, masuk ke tahap pembuatan fisik antena (fabrikasi) dan uji laboratorium pada tahap akhir.

Para peneliti menyediakan alat yang diatur dengan kekuatan 110 gigahertz (GHz) untuk menguji antena tersebut. Hal ini dilakukan agar nantinya, antena dapat mencapai frekuensi tinggi seperti alat yang diujikan untuk memenuhi kebutuhan teknologi generasi keenam.

"Kita juga telah lakukan beberapa pengukuran, seperti s-parameter, pola radiasi, dan karakteristik lainnya. Hal ini menjadi studi awal pengembangan teknologi 6G yang ke depan berpotensi digunakan pada frekuensi millimeter-wave di Indonesia," jelas Yohanes.

Upaya Pengembangan Antena Satelit

Bersamaan dengan pembuatan antena 6G, Yohanes dan timnya juga tengah mengembangkan antena komunikasi untuk satelit (SATCOM). Upaya ini dilakukan dengan membuat model awal antena untuk meyakinkan bahwa sinyal komunikasi tetap tersambung dan stabil, antara satelit yang ada di geostasioner dan stasiun bumi (ground station).

Inovasi ini didukung penuh oleh tim riset PRT BRIN dengan mengembangkan phased array system. Mengutip Ansys.com, phased array system adalah sekelompok antena elemen yang disusun dan bekerja sebagai antena tunggal, seperti konsep pada Starlink.

Dengan menggunakan sistem ini, beam atau pancaran antena dapat dikendalikan secara elektronik tanpa berpindah posisi.

"Antena secara fisik tetap diam, namun dari sudut pandang elektromagnetik, arah pancaran sinyalnya dapat bergerak. Hal ini penting karena satelit orbit rendah memiliki pergerakan yang cepat, sehingga antena juga harus mampu mengikuti pergerakan satelit tersebut," jelasnya.

Bentuk dukungan dalam riset ini PRT BRIN memiliki rangkaian laboratorium tematik yang meliputi: Communication and Signal Processing (CSP) Laboratory; RF, Microwave, Acoustic, and Photonic (RFMAP) Laboratory; Antenna and Propagation (AP) Laboratory; Advanced Network Protocol (ANP) Laboratory; serta Audio Visual Transmission Laboratory.

Selain itu, PRT BRIN juga near-field anechoic chamber untuk uji coba dan karakterisasi antena dengan presisi. Peralatan yang ada juga lengkap yang terdiri dari, network analyzer dengan kemampuan pengukuran hingga 110 GHz, serta LPKF protolaser H4 yang mendukung proses fabrikasi prototipe perangkat elektronik berpresisi tinggi.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads