Benarkah Asteroid 2024 YR4 Bakal Tabrak Bulan pada 2032? NASA Bilang Begini

ADVERTISEMENT

Benarkah Asteroid 2024 YR4 Bakal Tabrak Bulan pada 2032? NASA Bilang Begini

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 08 Mar 2026 20:00 WIB
Penampakan Asteroid 2024 YR4
Penampakan Asteroid 2024 YR4. Foto: NASA
Jakarta -

Sebelumnya sempat tersiar prediksi ada kemungkinan kecil asteroid 2024 YR4 menabrak Bulan dalam dekade mendatang. Apakah kemungkinan ini benar-benar akan terjadi?

Dalam kabar terbaru dari NASA pada (5/3/2026), untungnya Bulan tidak akan dihantam asteroid tersebut. Pengamatan-pengamatan yang telah dihimpun pada bulan lalu menunjukkan hal ini tidak akan terjadi.

Dikutip dari Smithsonian Magazine, kesimpulan terbaru tersebut diperoleh melalui pengamatan dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb yang sangat sensitif. Kemampuan penglihatan inframerahnya yang luar biasa mampu melacak asteroid tersebut pada Februari ketika jaraknya 450 juta kilometer dari Bumi. Kemampuan ini tidak dapat dilakukan oleh teleskop lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami pikir ini tentu saja objek tata surya paling redup yang pernah diamati," kata seorang astronom planet di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins, Andy Rivkin yang memimpin proyek pelacakan asteroid baru-baru ini, kepada Robin George Andrews dari Scientific American, dikutip Minggu (8/3/2026).

ADVERTISEMENT

Apa yang Dilakukan NASA?

Dalam laman resminya sendiri, NASA menyebut pihaknya menggunakan data pengamatan yang dikumpulkan pada 18 dan 26 Februari. Para ahli dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA di Laboratorium Jet Propulsion NASA di California Selatan telah menyempurnakan orbit asteroid 2024 YR4 dan menyingkirkan kemungkinan benturannya ke bulan pada 22 Desember 2032. Dengan data baru ini, 2024 YR4 diperkirakan akan melewati permukaan bulan pada jarak 13.200 mil (21.200 km).

Pembaruan ini mencerminkan peningkatan ketelitian dalam pemahaman tentang di mana asteroid tersebut diperkirakan berada pada 2032, bukan pergeseran jalur orbitnya. Analisis sebelumnya yang dilakukan sebelum penggabungan pengamatan baru ini, menunjukkan 2024 YR4 memiliki peluang 4,3% berbenturan dengan bulan pada tanggal tersebut.

Tim pengamatan, yang dipimpin oleh Johns Hopkins Applied Physics Laboratory di Laurel, Maryland, menggunakan Webb untuk menangkap dua pengamatan tambahan dari 2024 YR4 dalam penerapan kemampuan unik teleskop tersebut. Sejak musim semi tahun 2025, asteroid tersebut tidak dapat diamati dari Bumi maupun observatorium berbasis ruang angkasa kecuali melalui penggunaan Webb ini untuk melakukan pengamatan asteroid yang paling redup yang pernah ada.

Kapan Asteroid 2024 YR4 Ditemukan?

Asteroid 2024 YR4 ditemukan pada akhir tahun 2024 oleh stasiun Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System yang didanai NASA di Chili. Pada awal 2025, informasi yang tersedia tentang lintasan asteroid juga menunjukkan asteroid tersebut memiliki peluang kecil, tetapi signifikan, untuk menabrak Bumi.

Seiring waktu dengan lebih banyak pengamatan yang dikumpulkan oleh observatorium di seluruh dunia, NASA menyimpulkan objek tersebut tidak menimbulkan risiko yang signifikan terhadap Bumi pada 22 Desember 2032 ataupun hingga abad berikutnya. Biasanya, pengamatan awal dan model risiko diperbarui setelah data pengamatan tambahan dikumpulkan dan model dapat disempurnakan.




(nah/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads