Mengapa Kucing Lebih Suka Tidur Miring ke Kiri?

Mengapa Kucing Lebih Suka Tidur Miring ke Kiri?

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Minggu, 08 Mar 2026 11:00 WIB
Ilustrasi kucing tidak sehat.
Ilustrasi kucing tidur Foto: Alhaki/detikcom
Jakarta -

Umumnya, kucing rumahan tidur di posisi apa saja sesuka hati. Namun, peneliti menemukan kucing lebih sering tidur miring ke sisi kiri.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Jurnal Current Biology Vol. 35 pada 23 Juni 2025 mengungkap bahwa dari 408 kucing yang diamati, dua pertiga lebih suka tidur miring ke kiri. Hanya sepertiga yang tidur miring ke kanan.

Kenapa kucing lebih suka tidur miring ke kiri, ya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa Kucing Lebih Suka Tidur Miring ke Kiri?

Peneliti dari Ruhr University Bochum di Jerman, Onur GΓΌntΓΌrkΓΌn, menemukan kucing rumahan biasanya tidur dengan sisi kiri tubuh menghadap ke bawah. Posisi ini terkait dengan cara otak mereka tetap waspada terhadap ancaman dan merespons lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

GΓΌntΓΌrkΓΌn dan timnya menganalisis 408 video kucing di YouTube. Hasilnya, dua pertiga kucing tidur miring ke kiri, sementara sepertiga memilih sisi kanan. Posisi ini membuat penglihatan kiri tetap terbuka sehingga otak kanan bisa segera memproses ancaman dan membantu kucing bereaksi cepat.

"Tidur merupakan salah satu momen paling rentan bagi hewan, karena kewaspadaan terhadap predator menurun drastis, terutama saat tidur nyenyak," tulis para penulis studi, dikutip dari Science Alert.

Otak Kanan Kucing Siaga Saat Bangun

Banyak hewan menunjukkan preferensi sisi tubuh tertentu. Fenomena ini disebut behavioural lateralisation. Sama seperti manusia yang dominan tangan kanan, kucing menunjukkan dominasi otak kanan saat tidur miring ke kiri.

Otak kanan kucing bertanggung jawab atas kesadaran spasial, deteksi ancaman, dan koordinasi gerakan cepat. Kucing rumahan tidur rata-rata 12 hingga 16 jam sehari. Saat bangun dari posisi miring ke kiri, otak kanan langsung aktif untuk menilai lingkungan, mengenali ancaman, dan merespons objek yang bergerak cepat atau memicu emosi.

Menurut GΓΌntΓΌrkΓΌn, perilaku ini diyakini diwariskan dari kucing liar sebagai strategi bertahan hidup.

"Asimetri dalam perilaku bisa menguntungkan karena masing-masing belahan otak berspesialisasi pada tugas yang berbeda," kata GΓΌntΓΌrkΓΌn

Studi ini menunjukkan bahwa kecenderungan tidur miring ke kiri kemungkinan dipengaruhi oleh asimetri hemisfer otak. Namun, penulis studi menekankan bahwa faktor lain tidak bisa dikesampingkan.

"Kami percaya bias ke kiri dalam posisi tidur kucing mungkin dipengaruhi secara evolusioner oleh asimetri hemisfer otak dalam memproses ancaman. Namun, faktor tambahan tetap tidak bisa dikesampingkan," pungkasnya.




(crt/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads