Perilaku mengitari hewan bukanlah hal yang baru. Sains menemukan ada empat hewan yang mempunyai perilaku ini.
Tak jarang, manusia melihat perilaku tersebut sebagai fenomena mistis atau tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Faktanya, perilaku ini bisa ditelusuri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar perilaku hewan Universitas IPB, Dr Supratikno, mengatakan fenomena ini merupakan bagian dari respons alami hewan. Menurut Dr. Supratikno, perilaku mengelilingi individu lain pada hewan merupakan efek tidak langsung dari komunikasi perilaku dan kimia antarhewan.
Lantas, apa saja empat hewan yang suka mengitari bangkai hewan lain?
4 Hewan yang Suka Mengitari Hewan Lain
1. Ikan
Ikan seringkali terlihat mengitari ikan yang lebih lemah, bangkai atau objek di perairan. Rupanya, ikan yang tampak lemah atau hampir mati itu melepaskan hormon stres atau zat kimia lainnya.
Zat-zat inilah yang dideteksi oleh ikan-ikan di sekitarnya. Zat tersebut menarik mereka untuk mendekat.
Dr Supratikno menekankan ikan yang mendekat tidak bermaksud membantu. Namun, mereka ingin memastikan apakah ikan tersebut mati atau tidak.
"Ikan mati merupakan sumber makanan karena di alam ada hukum yang sangat efisien, di mana tidak ada sumber daya yang terbuang," tuturnya dalam laman IPB University, dikutip Jumat (6/2/2026).
2. Kalkun
Fenomena serupa dapat dilihat pada kalkun yang mengelilingi bangkai predator. Dilansir NPR, sebuah video sempat viral di X (dulu Twitter) pada 2017 lantaran memperlihatkan 15 kalkun mengitari bangkai seekor kucing di tengah jalan.
Ahli ekolofi perilaku unggas Alan Krakauer menjelaskan, tingkah tersebut merupakan cara kalkun untuk mengecek si kucing, yang mereka anggap sebagai predator. Alih-alih menjauh, mereka mendekati kucing itu untuk memberi sinyal pada kalkun lain bahwa ada predator yang mengancam.
Mengitari bangkai kucing menurut Krakauer juga bantu kalkun untuk memperkirakan seberapa bahaya predator ini.
"Atau, cara ini juga bisa memberi tahu si predator bahwa mereka sadar kalau dia ada di sana, sehingga kabur untuk mencari mangsa yang lebih mudah ditaklukkan," jelasnya.
Selaras, Supratikno berpendapat, perilaku ini menunjukkan naluri kehati-hatian.
"Kalkun memastikan bahwa predator benar-benar mati dan bukan hanya berpura-pura mati. Bagi individu muda, aktivitas ini juga berfungsi sebagai proses pembelajaran untuk mengenali karakteristik predator," katanya.
3. Domba
Kemudian pada domba, perilaku mengelilingi dipengaruhi oleh struktur sosial. Gerakan mengelilingi dilakukan untuk menilai potensi bahaya, menanggapi bau yang tidak dikenal, dan menandai wilayah.
Supratikno menekankan, semua perilaku ini berakar pada naluri untuk bertahan hidup.
"Hewan sosial menggunakan perilaku kelompok untuk meningkatkan kekuatan, mengurangi stres, dan mengganggu konsentrasi predator," katanya.
4. Semut
Pada semut, perilaku mengelilingi objek berkaitan dengan identifikasi kolektif. Dr Supratikno menjelaskan, semut mengelilingi objek untuk menentukan apakah itu makanan, bangkai, atau ancaman.
"Mereka juga meninggalkan feromon sebagai penanda zona demarkasi untuk melokalisasi bahaya," jelasnya.
Zona demarkasi ini mengunci objek yang dikelilingi sehingga tidak dapat melarikan diri, atau sebaliknya, sehingga tidak ada individu dari kelompok lain yang dapat masuk. Saat mengelilingi, semut juga melepaskan feromon untuk memanggil teman-teman mereka.
Bukan Fenomena Mistis
Supratikno mengklarifikasi jika fenomena hewan mengelilingi bangkai atau objek bukanlah fenomena mistis.
"Pada dasarnya, setiap hewan memiliki indra dengan sensitivitas yang berbeda yang terkadang tidak dapat dirasakan oleh hewan lain," jelasnya.
Selain itu, hukum efisiensi ekosistem menetapkan tidak ada energi yang terbuang.
"Ini berarti bahwa jika suatu sumber daya akan habis, makhluk lain secara naluriah akan memanfaatkannya," ujarnya.
Anjing yang Mengitari Tempat Tidur
Anjing juga merupakan hewan lain yang memiliki perilaku mengitari. Namun, anjing mengitari tempat tidurnya sebelum terlelap, bukan memutari hewan lain.
Dikutip dari Ensiklopedia Britannica, perilaku ini merupakan peninggalan dari masa sebelum nenek moyang mereka, serigala. Perilaku berputar-putar berevolusi pada serigala sebagai cara untuk memeriksa lokasi anggota kawanan lainnya, memeriksa keberadaan predator, atau mengarahkan hidung mereka ke arah angin agar lebih mudah mendeteksi kedatangan hewan lain.
Berputar-putar bagi mereka tidak hanya meratakan untuk vegetasi dan menghaluskan tanah untuk menciptakan tempat tidur yang nyaman. Perilaku ini juga rupanya bantu serigala mengusir atau menghancurkan serangga dan makhluk berbahaya lainnya.
Itulah hewan-hewan yang mengitari hewan lain. Pernah melihat secara langsung?
(nir/twu)











































