Ada Pohon Soekarno di Arab Saudi, Ternyata Begini Awal Mulanya

ADVERTISEMENT

Ada Pohon Soekarno di Arab Saudi, Ternyata Begini Awal Mulanya

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Jumat, 06 Mar 2026 19:30 WIB
Pohon Sukarno di Arafah
Foto: Pohon Sukarno di Arafah pada 2018 (Fajar/detikcom)
Jakarta -

Nama Presiden pertama Republik Indonesia (RI), Soekarno ternyata diabadikan sebagai nama pohon di Arab Saudi yang disebut "Syajarah Soekarno". Pohon tersebut menjadi simbol hubungan harmonis antara Tanah Air dengan Tanah Suci.

Pohon Soekarno tumbuh subur di sepanjang jalan menuju Padang Arafah yang tandus, sebagai perindang dan tempat berteduh para jemaah haji. Selain di sana, tanaman jenis tersebut juga ada di banyak tempat di kota Makkah, Madinah, dan Jeddah.

Mengapa Disebut Pohon Soekarno?

Bermula pada saat sang proklamator RI menunaikan ibadah haji pada 1955. Dikutip dari buku Catatan Petugas Kloter Haji 2019 karya Lukman Hakim, ia mengusulkan kepada Raja Arab Saudi kala itu, Raja Saud bin Abdul Aziz al-Saud untuk menghijaukan Padang Arafah yang gersang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usulan tersebut lantas mendapat sambutan positif dari Raja Arab. Soekarno juga memberi saran terkait jenis pohon yang cocok ditanam yaitu pohon Imba atau Mimba. Menurutnya, jenis tersebut sesuai dengan kondisi tanah Arab yang minim air.

Pohon yang dalam bahasa latin disebut Melia azedarah itu, menjadi kebanggaan jemaah haji asal Indonesia saat tiba di Arafah. Mengutip buku Santri Surakartan karya Bagus Sigit Setiawan, seorang jemaah haji asal Indonesia tahun 1991 menceritakan bahwa ia sangat bangga dengan ide Bung Karno yang diabadikan sebagai nama pohon oleh Raja Arab.

ADVERTISEMENT

Sampai sekarang, jemaah haji yang tengah wukuf dapat berteduh di bawah "Pohon Soekarno" yang rindang. Penamaan tersebut merupakan tanda jasa orang Indonesia di Tanah Arab.

Sukses dengan Diplomasi Pohon

Saat Raja Arab setuju untuk melakukan penghijauan di kawasan Arafah, Soekarno lantas menyiapkan ribuan bibit pohon untuk dikirim ke Saudi. Mengutip detikNews, sejumlah tenaga ahli juga ikut serta untuk menanam, merawat dan meneliti tanaman tersebut.

Berkat gagasan Bung Karno untuk menanam pohon, saat ini Padang Arafah seluas 11 km persegi tidak hanya dipenuhi bebatuan, tapi juga pepohonan hijau yang rindang. Jemaah haji tidak lagi bingung untuk bernaung kala terik menyengat.

Seorang Naib Amirul Hajj Indonesia, KH Hasyim Muzadi mengungkapkan bahwa pepohonan di Arafah sangat terawat, rutin disirami, dan diberi pupuk. Beberapa pohon telah berumur cukup tua dan memiliki batang yang besar.

Masyhurnya pohon Soekarno di kalangan penduduk asli Arab, menjadi bukti suksesnya diplomasi Presiden pertama RI melalui penanaman pohon. Nama Soekarno bukan sekadar diabadikan sebagai nama jalan, tapi juga dikenang dalam pohon yang dikenang banyak orang sampai sekarang.

Fakta tentang Pohon Mimba

Selain mampu hidup dalam cuaca panas ekstrem, pohon mimba ternyata juga memiliki manfaat kesehatan. Daun dari tanaman tersebut dikenal mampu menjadi obat penyakit kulit, radang, dan lain-lain. Hal ini terbukti saat jemaah haji mendirikan tenda di antara pohon mimba yang tidak mengalami gatal-gatal.

Jadi, pernahkah detikers menyaksikan secara langsung pohon Soekarno?

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads