Rahasia di Balik Orang-orang yang Dianggap Beruntung

ADVERTISEMENT

Rahasia di Balik Orang-orang yang Dianggap Beruntung

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Kamis, 05 Mar 2026 08:30 WIB
Business achievement concept with happy businesswoman relaxing in office or hotel room, resting and raising fists with ambition looking forward to city building urban scene through glass window
Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong
Jakarta -

Jika ada daftar orang paling sial sekaligus paling "beruntung" dalam sejarah, nama Tsutomu Yamaguchi nyaris pasti masuk di urutan teratas. Perjalanannya pada 6 Agustus 1945 ke Hiroshima untuk urusan bisnis berubah menjadi mimpi buruk ketika bom atom dijatuhkan di kota itu. Yamaguchi berada cukup dekat dari pusat ledakan. Ia selamat, tapi menderita luka bakar serius dan kerusakan gendang telinga.

Dalam kondisi kota yang porak-poranda dan layanan medis terbatas, Yamaguchi memutuskan pulang ke kampung halamannya di Nagasaki untuk mencari perawatan. Tak disangka, tiga hari kemudian Nagasaki justru menjadi sasaran bom atom kedua. Untuk kedua kalinya, Yamaguchi berada di dekat lokasi ledakan. Sekali lagi, ia selamat, meski trauma fisik dan psikologisnya kian bertambah.

Yamaguchi kemudian dikenal sebagai hibakusha ganda, sebutan bagi penyintas dua kali bom atom. Status yang disandangnya itu sangat langka dalam sejarah Jepang. Ia melanjutkan hidup hingga usia 93 tahun dan mengabdikan sisa hidupnya sebagai pejuang perdamaian serta penentang senjata nuklir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Psychology Today, pengalaman Yamaguchi memunculkan dua cara pandang yang bertolak belakang. Sebagian orang melihatnya sebagai simbol kemalangan ekstrem manusia yang harus menghadapi dua tragedi nuklir dalam hitungan hari. Namun, ada pula yang menilainya sebagai kisah keberuntungan luar biasa, karena ia berhasil selamat dari dua peristiwa yang nyaris mustahil ditaklukkan.

Pada akhirnya, penilaian itu sangat bergantung pada sudut pandang. Makna "beruntung" tidak selalu tunggal. Ia bisa lahir dari faktor di luar kendali manusia, atau dari cara seseorang memaknai peristiwa dan membentuk sikap hidup setelahnya.

ADVERTISEMENT

Apa yang Membuat Seseorang Terlihat Beruntung?

Sebagian orang mendefinisikan 'keberuntungan' layaknya memenangkan sebuah lotre berhadiah (ada yang kebagian dan yang tidak kebagian). Namun seorang psikolog, Richard Wiseman mematahkan pandangan tersebut.

Lebih dari satu dekade Wiseman meneliti orang-orang yang menganggap dirinya sangat beruntung dan sangat tidak beruntung. Hasil penelitiannya tertulis dalam buku berjudul The Luck Factor, yang menjelaskan keberuntungan tidak datang kepada orang yang hanya menunggu nasib. Buku itu menyebut 'keberuntungan' akan datang pada mereka yang aktif menciptakan peluang dengan prinsip psikologis tertentu.

Perbedaan paling menonjol antara orang beruntung dan yang tidak beruntung ada pada perhatian mereka. Orang yang merasa tidak beruntung cenderung lebih cemas. Rasa cemas berlebih membuat fokus menjadi sempit dan kaku, sehingga peluang tak terduga sering terlewat.

Sementara orang yang merasa beruntung memiliki pola pikir cenderung santai. Sikap ini yang memungkinkan seseorang menyadari peluang sekecil mungkin. Sesederhana menemukan uang jatuh di jalan, bertemu orang baru, hingga melihat kesempatan yang tidak sesuai tujuan awal.

Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang memiliki optimisme tinggi bersifat, self-fulfilling prophecy. Saat seseorang mengharapkan interaksi sosialnya berjalan dengan baik, maka ia akan lebih terbuka, ramah, dan percaya diri. Kemudian respon positif dari orang lain adalah timbal baliknya. Sebaliknya, mereka yang sudah mengantisipasi penolakan akan menarik diri, dan justru menyebabkan penolakan itu benar-benar terjadi.

Peristiwa tidak menyenangkan mungkin akan datang kepada siapapun. Namun, orang yang dianggap beruntung akan memandang peristiwa tersebut sebagai sebuah pembelajaran baginya. Kemunduran mereka anggap hanyalah sementara dan merupakan kesempatan untuk belajar. Sikap ini membuat seseorang memiliki ketahanan psikologis yang membantu mereka keluar dari jebakan spiral kegagalan yang berlarut-larut.

Bagaimana Menciptakan Lebih Banyak Keberuntungan?

Apabila sebuah keberuntungan tidak dianggap sebagai takdir, maka keberuntungan dapat dilatih. Intinya adalah merubah pola pikir kendali eksternal atau sekadar menunggu takdir, ke pola pikir internal yang menciptakan kondisi agar hal positif lebih memungkinkan.

Orang beruntung memandang sebuah ancaman sebagai eksperimen kehidupan. Suasana baru, bertemu orang baru, hingga gangguan tidak terduga dipandangnya sebagai kesempatan mencoba hal baru. Semakin banyak 'eksperimen' yang dilakukan, semakin banyak pula kesempatan kita untuk beruntung.

Istilah 'ciptakan keberuntunganmu sendiri!' sejatinya bukan sekedar kata-kata motivasi. Di kehidupan nyata, mereka yang beruntung cenderung menerapkannya. Orang beruntung lebih sering memulai percakapan, mengikuti intuisi, mengambil peluang kecil, serta bangkit lebih cepat dari fase terpuruk.

Salah satu cara meningkatkan peluang keberuntungan adalah, dengan menambahkan variasi dalam rutinitas. Seseorang yang selalu bertemu orang yang sama, berjalan di jalan yang sama, dan menjalani pola serupa setiap hari, maka peluang kejutan positifnya lebih sedikit. Sentuhan kecil seperti memilih rute berbeda, berlama-lama di kedai kopi, atau menyapa orang yang biasanya diabaikan, lebih memungkinkan membuka peluang baru.

Salah satu langkah paling sukses yang dibuat Wiseman adalah, 'buku harian keberuntungan.' Pada program tersebut, peserta diminta untuk menuliskan satu hal positif atau keberuntungan yang mereka alami dalam sehari di setiap malam. Latihan sederhana ini memicu otak untuk mengingat hal-hal baik yang terjadi sepanjang hari, serupa dengan, 'latihan rasa syukur.'

Sederhananya, meningkatkan keberuntungan adalah bagaimana cara menumbuhkan 'harapan yang tangguh.' Harapan dengan yakin pada hal baik yang akan terjadi, dan tidak terjadi, serta mencari alasan untuk tetap maju ke depan. Keberuntungan memang membutuhkan inisiatif. Seperti lelucon lama tentang seorang ayah yang berdoa setiap malam agar menang lotre, kemudian Tuhan menjawab, "Aku sedang berusaha, tetapi kamu harus membeli tiket."

Halaman 2 dari 2
(sls/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads