Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, perang melawan Iran awalnya diperkirakan akan berlangsung empat hingga lima minggu. Namun, Trump menambahkan militer AS memiliki kemampuan untuk bertahan lebih lama.
Trump menyatakan pihaknya, dengan Israel, berperang melawan Iran lantaran ancaman serius dari negara Timur Tengah itu. Tak hanya itu, Trump juga mengatakan program rudal balistik Iran berkembang pesat.
"Dan ini menimbulkan ancaman yang sangat jelas dan besar bagi Amerika dan pasukan kita yang ditempatkan di luar negeri," ungkap Trump dalam Al Jazeera dikutip Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump memprediksi akan ada lebih banyak prajurit gugur di Timur Tengah. Hingga saat ini, setidaknya 555 orang telah tewas di Iran, 13 orang tewas di Lebanon, 10 orang tewas di Israel, 3 orang tewas di Uni Emirat Arab, dan 2 orang tewas di Irak, dengan Oman, Bahrain, dan Kuwait masing-masing melaporkan satu kematian di tengah pembalasan Iran di wilayah tersebut.
Lebih Cepat dari 'Jadwal'
Trump menegaskan kembali AS berencana untuk berperang dalam empat hingga lima minggu ke depan. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan beberapa pejabat tinggi lainnya, termasuk kepala Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), telah dipastikan tewas dalam serangan AS-Israel.
"Kita jauh lebih cepat dari jadwal," kata Trump.
Iran Menutup Selat Hormuz
Iran meluncurkan strategi lain dalam perang melawan AS-Israel ini: menutup Selat Hormuz. Selat Hormuz adalah salah satu rute maritim terpenting di dunia yang menyalurkan seperlima cadangan minyak global.
Ebrahim Jabari, penasihat senior Iranian Revolutionary Guards mengatakan pada hari Senin (2/3) jika Iran akan menembaki kapal mana pun yang mencoba melewatinya
"Selat (Hormuz) ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu," ujarnya dalam Reuters dikutip Rabu (4/3/2026).
Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Harga minyak berpotensi melambung tinggi mengikuti penutupan Selat Hormuz dan kondisi perang Iran-AS yang semakin memanas. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia masih memiliki stok BBM yang cukup digunakan untuk 20 hari ke depan.
"Masih cukup 20 hari," kata Bahlil singkat ketika ditanya ketananan energi terkini, ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026) dalam detikFinance.
(nah/nah)











































