Fasilitas Nuklir Natanz Milik Iran Kena Serangan AS-Israel, Di Mana dan Seperti Apa?

Fasilitas Nuklir Natanz Milik Iran Kena Serangan AS-Israel, Di Mana dan Seperti Apa?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 03 Mar 2026 10:00 WIB
Fasilitas Pengayaan Uranium Natanz, Iran (Reuters)
Foto: Fasilitas Pengayaan Uranium Natanz, Iran (Reuters)
Jakarta -

Fasilitas nuklir Natanz milik Iran terkena serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat.

"Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran yang damai dan dilindungi kemarin," kata Duta Besar Iran untuk dewan pengawas nuklir PBB kepada wartawan dalam pertemuan International Atomic Energy Agency (IAEA) pada Minggu (2/3/2026).

Di Mana Fasilitas Nuklir Natanz?

Fasilitas nuklir Natanz terletak sekitar 220 kilometer (135 mil) selatan ibu kota Iran,Teheran. Tempat ini merupakan campuran laboratorium di atas dan di bawah tanah. Fasilitas tersebut melakukan sebagian besar pengayaan uranium Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya IAEA pernah mengatakan Iran menggunakan sentrifugal canggih di sana untuk memperkaya uranium hingga 60%. Dikutip dari The Washington Post, bangunan pengayaan utama di atas tanah di Natanz dikenal sebagai Pilot Fuel Enrichment Plant atau Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Percontohan.

ADVERTISEMENT

Seperti Apa Fasilitas Nuklir Natanz?

Sementara dijelaskan dalam BBC News, fasilitas ini mulai beroperasi sejak Februari 2007. Situs nuklir ini memiliki tiga bangunan bawah tanah besar yang mampu menampung hingga 50.000 sentrifugal. Gas uranium heksafluorida dimasukkan ke dalam sentrifugal, memisahkan isotop uranium U-235 yang paling mudah mengalami fisil (mengalami fisi nuklir).

Uranium tersebut jika diperkaya hingga 90, dapat digunakan untuk memproduksi senjata nuklir.

Berdasarkan sumber lain, Nuclear Threat Initiative, Natanz menampung Pabrik Pengayaan Bahan Bakar (Fuel Enrichment Plant /FEP) komersial maupun Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Percontohan (Pilot Fuel Enrichment Plant/PFEP). Dua dari bangunan di atas tanahnya merupakan aula seluas 2.500 meter persegi yang digunakan untuk perakitan sentrifugal gas.

Pada 2002, Iran secara diam-diam memindahkan operasi penelitian, pengembangan, dan perakitan sentrifugal gasnya ke Natanz dari Perusahaan Listrik Kalaye. Namun, operasi tersebut tidak lama dirahasiakan, karena kelompok oposisi Dewan Nasional Perlawanan Iran secara terbuka mengidentifikasi lokasi tersebut pada Agustus 2002.

Pengungkapan tersebut mendorong Presiden Organisasi Energi Atom Iran saat itu, Gholam Reza Aghazadeh, mengungkapkan niat Iran untuk mengembangkan siklus bahan bakar nuklir lengkap pada Konferensi Umum IAEA 2002.




(nah/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads