Panda dikenal sebagai hewan lucu dan menggemaskan dengan pergerakannya yang cukup lambat. Namun, tak banyak yang tahu bahwa panda bisa menyimpan bahaya. Kenapa?
Secara genetik, panda merupakan keluarga beruang (Ursidae). Meski makanannya bambu, panda yang bertubuh besar memiliki kekuatan seperti beruang.
Sama seperti keluarga beruang lainnya, panda dapat begitu ganas ketika merasa terancam. Kekuatan fisiknya inilah yang menjadikan panda bukan kelompok hewan jinak dan dapat didekati manusia kapan saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari IFL Science, berikut alasan mengapa panda bukan hewan yang selalu bersahabat dengan manusia.
3 Alasan Mengapa Manusia Perlu Waspada dengan Panda
1. Badan yang Besar dan Berat
Seekor panda raksasa saat bergerak dengan keempat kakinya, panjang tubuhnya dapat mencapai 60-90 cm. Sementara bobot tubuhnya dapat menyentuh angka 113 kg.
Ukuran tersebut memang relatif lebih kecil dibanding saudara beruangnya di kutub dan si coklat. Namun dengan berat tubuhnya, bukan tidak mungkin pada dapat melukai manusia.
2. Kekuatan Gigitannya
Meski tergolong sebagai hewan pemakan tumbuhan, panda memiliki taring dengan kekuatan gigitan mencapai 1.300 newton. Kekuatannya ini lah yang menempatkan panda pada peringkat kedua gigitan terkuat setelah beruang coklat. Meski terlihat lucu, ternyata panda tetap memiliki taring yang kuat dan berbahaya bagi manusia.
3. Gigi dan Rahang Datar
Struktur gigi dan rahang datar inilah yang memudahkan panda untuk mengunyah batang bambu yang keras. Jadi, sudah sangat jelas bahwa panda bukan hewan yang selalu jinak terhadap manusia.
Apakah Ada Kasus Panda Menyerang Manusia?
Meski sampai saat ini belum ada kasus panda yang membunuh manusia, tapi sebuah studi pada tahun 2014 memuat tiga kasus panda raksasa yang menyerang manusia di kebun binatang Beijing. Kemalangan tersebut terjadi di bulan September 2006 dan Juni 2009.
Kasus pertama menimpa seorang pria mabuk yang melompat ke kandang panda raksasa, tujuannya hanya ingin mengelus salah satu dari mereka. Namun, nasib baik tak berpihak padanya. Ia terkena gigitan serius oleh panda bernama Gu gu di bagian betis, dan harus menjalani operasi.
Selanjutnya, seorang pria yang tidak sengaja jatuh ke kandang panda saat ingin mengambil mainan anaknya, juga tak lolos dari gigitan Gu gu. Dilaporkan betis pria tersebut tersangkut karena rahang panda sempat susah untuk dibuka. Kejadian ini menimbulkan luka yang cukup serius sampai harus dibersihkan sebanyak 3 kali.
Kejadian naas terakhir yang didokumentasikan studi tersebut, melibatkan seorang pria yang tidak sengaja terjatuh ke kandang panda raksasa. Kejadian tersebut mengakibatkan luka serius di bagian kaki kiri dan siku kanan, dan dibutuhkan cangkok kulit untuk mengobatinya.
"Dari ketiga kasus ini, kita dapat melihat mengapa panda raksasa diklasifikasikan ke dalam famili Ursidae dan mengapa ia dapat menyerang manusia ketika marah atau ketakutan, meskipun biasanya sangat jinak," jelas para penulis dalam studi tersebut.
Namun demikian, serangan panda terhadap manusia di alam liar juga jarang terjadi, karena panda liar cenderung menjauh dari manusia. Di sisi lain, panda jantan biasanya cenderung berkelahi saat memperebutkan panda betina.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.










































