5 Cara agar Anak Tetap Semangat Belajar Selama Puasa Ramadan

5 Cara agar Anak Tetap Semangat Belajar Selama Puasa Ramadan

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Rabu, 04 Mar 2026 03:00 WIB
Ilustrasi guru mengajar siswa di kelas.
Begini sejumlah tips belajar selama puasa Ramadan buat anak yang bisa dicoba siswa di rumah maupun dan sekolah. Foto: guru_esdeh
Jakarta -

Pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini jadi panduan nasional agar kegiatan belajar tetap berjalan efektif tanpa mengurangi makna spiritual Ramadan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat karakter anak, bukan mengurangi semangat belajar.

"Bulan Ramadan adalah momentum penting untuk membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik. Melalui pengaturan pembelajaran yang adaptif dan humanis, kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dengan bermakna tanpa terbebani," ujarnya, dikutip laman BSKAP Kemendikdasmen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, bagi banyak keluarga, menjaga agar anak tetap fokus belajar sambil berpuasa tidak mudah. Pola makan dan tidur berubah, energi menurun, dan konsentrasi bisa terganggu. Lantas, bagaimana cara orang tua bisa membantu anak tetap aktif belajar di bulan penuh berkah ini?

Mengapa Anak Perlu Tetap Produktif Belajar Saat Ramadan?

Puasa bukan berarti berhenti beraktivitas, justru menjadi latihan kedisiplinan dan pengendalian diri. Dilansir dari laman resmi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Rini Sekartini, anak-anak usia 5-6 tahun sudah bisa mulai belajar berpuasa secara bertahap, tentu dengan pendampingan orang tua.

ADVERTISEMENT

"Kalau dia mampu diteruskan, jangan juga dipaksakan hingga si anak tidak melakukan aktivitas apa-apa atau hanya duduk-duduk saja di sekolah," jelasnya.

Artinya, kegiatan belajar justru bisa menjadi bagian dari latihan konsistensi saat Ramadan. Anak diajarkan mengelola waktu, menahan rasa lelah, dan tetap fokus meski energi terbatas.

Di sinilah peran orang tua menjadi penting. Orang tua tidak hanya memastikan anak kuat berpuasa, tetapi juga membantu mereka menemukan cara belajar yang ringan dan menyenangkan.

Dengan pengaturan jam belajar yang lebih fleksibel dan tugas yang tidak membebani, seperti diatur dalam SEB Kemendikdasmen, anak dapat tetap mengasah kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan nilai spiritual dan karakter sosial selama Ramadan.

5 Tips agar Anak Tetap Fokus dan Aktif Belajar Saat Puasa

Dirangkum dari laman Universitas Negeri Surabaya, berikut sejumlah tips agar anak tetap fokus dan aktif belajar saat puasa.

Atur Pola Tidur yang Teratur

Tidur cukup adalah kunci agar anak tetap bugar selama berpuasa. Orang tua bisa mengatur jadwal tidur anak dengan cara menidurkannya lebih awal setelah salat tarawih, supaya tubuhnya cukup beristirahat sebelum bangun sahur.

Pastikan juga anak tidak begadang terlalu lama karena bisa membuatnya sulit fokus di pagi hari. Bila anak mulai terlihat mengantuk di siang hari, tidak ada salahnya memberi waktu tidur siang sebentar (power nap) selama 15-30 menit.

Siapkan Menu Sahur Bergizi Seimbang

Sahur adalah sumber energi utama selama berpuasa, jadi pastikan anak mendapat asupan yang bergizi dan seimbang. Isi piring sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan cairan yang cukup.

Hindari makanan yang terlalu berminyak, manis, atau pedas karena bisa membuat anak cepat haus dan lemas di sekolah. Jangan lupa ajak anak minum air putih secara bertahap sebelum azan agar tubuhnya tidak kekurangan cairan sepanjang hari.

Gunakan Waktu Pagi untuk Belajar Materi Sulit

Waktu paling ideal untuk belajar selama Ramadan biasanya adalah pagi hari setelah sahur dan salat subuh. Di waktu ini, otak masih segar, suasana sekitar tenang, dan minim gangguan. Kondisi tersebut cocok untuk memahami pelajaran yang membutuhkan fokus tinggi seperti matematika atau sains.

Kurangi Gangguan Digital

Perubahan rutinitas selama Ramadan kadang membuat anak lebih sering bermain gawai untuk mengisi waktu. Namun, terlalu lama menatap layar bisa membuatnya mudah lelah dan kehilangan konsentrasi. Orang tua bisa membantu dengan membuat jadwal penggunaan gawai yang seimbang, misalnya, hanya setelah waktu belajar selesai atau menjelang berbuka puasa.

⁠Tanamkan Niat Belajar sebagai Ibadah

Puasa tidak hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih niat dan keikhlasan. Orang tua dapat mengingatkan anak bahwa belajar pun termasuk bagian dari ibadah. Dengan meniatkan belajar sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab, anak akan lebih semangat dan tidak mudah mengeluh. Sikap positif ini membantu mereka memahami bahwa setiap usaha, termasuk membaca buku atau mengerjakan tugas, bisa menjadi amal baik selama Ramadan.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads