Ternyata Ada Kambing Langka Sejak Dulu, Kerabat Kambing Zaman Perunggu

Ternyata Ada Kambing Langka Sejak Dulu, Kerabat Kambing Zaman Perunggu

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Selasa, 03 Mar 2026 18:30 WIB
Old Irish Goat.
Foto: Old Irish Goat. (Old Irish Goat Society)
Jakarta -

Seekor kambing di pegunungan Irlandia ternyata punya garis keturunan langsung dari kambing yang hidup lebih dari 3.000 tahun lalu. Riset terbaru mengungkap bahwa Old Irish Goat, kambing asli Irlandia yang kini terancam punah, masih memiliki hubungan genetik dengan kambing dari Zaman Perunggu Akhir.

Dilansir dari Science Daily, penelitian ini dilakukan oleh University College Dublin (UCD) bersama Queen's University Belfast dan sejumlah mitra internasional. Hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science. Temuan ini memberikan pandangan baru tentang sejarah pertanian Irlandia dan memperkuat pentingnya menjaga keberlangsungan ras kambing langka tersebut.

"Menggabungkan genetika, proteomik, dan ilmu arkeologi memungkinkan kami melihat sekilas hewan-hewan kita ratusan dan ribuan tahun yang lalu, dan bagaimana keturunannya kemungkinan masih hidup bersama kita sebagai bagian dari warisan biokultural kita," kata Kevin Daly, Asisten Profesor di School of Agriculture and Food Science, UCD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jejak Genetik Tertua dari Zaman Perunggu

Para peneliti memeriksa sisa tulang kambing yang ditemukan di Haughey's Fort, County Armagh, sebuah benteng bukit berusia sekitar 1100-900 SM dan di Carrickfergus, kota abad pertengahan di County Antrim.

Dengan uji radiokarbon, analisis protein, dan DNA purba, mereka memastikan bahwa tulang tersebut merupakan sisa kambing tertua yang pernah ditemukan di Irlandia. Saat dibandingkan dengan genetik kambing modern, hasilnya menunjukkan kecocokan terdekat dengan Old Irish Goat yang masih hidup sampai sekarang.

ADVERTISEMENT

"Meskipun telah berlalu ribuan tahun, perubahan praktik pertanian, dan penurunan populasi baru-baru ini, kambing-kambing ini tetap mempertahankan hubungan genetik yang luar biasa dengan leluhur mereka dan dengan masa lalu pertanian pulau ini," ujar Dr Jolijn Erven, penulis utama studi tersebut.

Menurut Professor Eileen Murphy dari Queen's University Belfast, kambing sering luput dari penelitian arkeologi karena tulangnya sulit dibedakan dari domba.

"Ada anggapan bahwa domba lebih penting daripada kambing di masa lalu, tetapi sumber sejarah menunjukkan bahwa kawanan kambing mungkin dipelihara untuk memasok perdagangan kulit dari pelabuhan seperti Carrickfergus," jelasnya.

Warisan Budaya dan Peringatan Konservasi

Dalam sejarah rakyat Irlandia, kambing ini dikenal sebagai an Gabhar FiΓ‘in atau "kambing liar". Hewan ini melambangkan ketahanan hidup di pedesaan dan masih muncul dalam tradisi seperti Puck Fair di Killorglin, County Kerry, ketika seekor kambing dinobatkan sebagai "Raja Puck" setiap Agustus.

Namun kini populasinya terus menurun akibat penyusutan habitat dan perkawinan silang dengan ras modern. Penelitian ini menjadi bukti ilmiah penting bagi upaya pelestarian.

"Penelitian ini merupakan tonggak besar bagi Old Irish Goat dan memberikan pembuktian ilmiah kuat terhadap keyakinan masyarakat lokal dan pegiat konservasi bahwa Old Irish Goat mewakili bagian hidup dari warisan kuno kita," kata Sinead Keane dari The Old Irish Goat Society.

Para ilmuwan menambahkan, kemajuan analisis biomolekuler kini membuka peluang baru untuk menelusuri kembali sejarah arkeogenetik Irlandia.

"Kemajuan dalam analisis biomolekuler dan genetik kini membuka peluang baru untuk meninjau ulang catatan arkeologi dan arkeogenetik Irlandia, yang mungkin di kemudian hari mengungkap bahwa sejarah awal kambing di Irlandia jauh lebih kaya dari yang diketahui saat ini," ujarnya.

Hasil studi kambing langka ini telah dipublikasi dengan judul "Old goats: 3,000 years of genetic connectivity of the domestic goat in Ireland" pada Journal of Archaeolofical Science, 16 Februari 2026.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads