Rafflesia harjatii Ditemukan di Kaltim Usai 40 Tahun Jadi Misteri

ADVERTISEMENT

Rafflesia harjatii Ditemukan di Kaltim Usai 40 Tahun Jadi Misteri

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Kamis, 26 Feb 2026 19:30 WIB
Rafflesia harjatii yang ditemukan di Kalimantan Timur.
Rafflesia harjatii yang ditemukan di Kalimantan Timur. Foto: Dok BRIN
Jakarta -

Para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Bengkulu berhasil mengidentifikasi spesies baru bunga Rafflesia. Spesies ini dinamai Rafflesia harjatii.

Tanaman langka ini ditemukan di kawasan konservasi PT International Timber Corporation Indonesia Kartika Utama (ITCI-KU), Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sebagai spesies endemik, Rafflesia ini hanya ditemukan di wilayah tersebut.

Keberadaan bunga langka ini sebenarnya telah terdeteksi sejak 1980-an. Namun, identitasnya sempat menjadi misteri selama puluhan tahun karena sulit dibedakan dari spesies lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melalui serangkaian penelitian mendalam, tim peneliti akhirnya memastikan statusnya sebagai spesies baru. Hasil identifikasinya dipublikasikan dalam jurnal Sains Malaysiana edisi 12 Januari 2026.

Terkuak Lewat Kajian DNA dan Morfologi

Rafflesia harjatii ditemukan di Kalimantan Timur.Rafflesia harjatii ditemukan di Kalimantan Timur. Foto: Dok BRIN

Penentuan identitas Rafflesia harjatii dilakukan melalui kombinasi analisis DNA dan pengamatan morfologi. Hasil pengujian menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan spesies Rafflesia tengku-adlinii dari Sabah, Malaysia, yang sebelumnya diduga berkerabat dekat.

ADVERTISEMENT

Secara morfologis, Rafflesia harjatii memiliki diameter bunga antara 17-22 sentimeter, tergolong kecil untuk ukuran genus Rafflesia. Pola bercak putih atau window tidak ditemukan di bagian dalam bunga.

Sementara itu, rasio antara aperture (jalan masuk serangga ke bagian dalam bunga) dan diafragmanya (cincin yang menutupi sebagian lubang tengah bunga) juga berbeda dari spesies terdekat.

Selain itu, ramentanya berbentuk silindris menyerupai duri. Ramenta adalah rambut-rambut halus atau sisik tipis berwarna cokelat di dinding perigone (kelopak bunga) Rafflesia.

Bunga Rafflesia harjatii juga punya jumlah prosesus yang lebih banyak dengan susunan yang khas. Prosesus merupakan duri-duri yang ada di dalam lingkaran bunga Rafflesia, penonjolan dari jaringannya di lingkaran piringan bunga.

Penelitian Lanjutan dan Upaya Konservasi

Rafflesia harjatii kian unik karena menjadi satu dari sedikit jenis Rafflesia yang hanya tumbuh di Kaltim. Tim peneliti Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) BRIN yang terdiri dari Ridha Mahyuni, Dian Latifah, dan Sudarmono, bekerja sama dengan Agus Susatya dari Universitas Bengkulu, menyatakan, adanya temuan ini membuka peluang baru kajian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Penelitian lanjutan akan difokuskan pada pemutakhiran data sebaran dan pemantauan jangka panjang di area konservasi dan lokasi potensial lainnya. Langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan habitat alami bunga langka tersebut di tengah tekanan lingkungan dan aktivitas manusia.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads