Jika berbicara tentang hewan berbisa, mungkin yang terlintas adalah ular atau kalajengking. Namun, siapa sangka salah satu anggota primata berukuran kecil yang tampak lucu justru memiliki bisa berbahaya karena punya bisa. Hewan apakah itu?
Primata dikenal sebagai hewan yang kecerdasan dan fisik untuk bertahan hidup di alam liar. Meski jumlahnya mencapai 500 spesies, tapi hanya ada satu spesies primata yang berbisa.
Kukang, Satu-satunya Primata yang Berbisa
Satu-satunya primata yang berbisa adalah kukang. Racun yang dihasilkan kukang inilah yang membuat dirinya berada di kelompok mamalia bersama dengan platipus, beberapa jenis tikus curut, dan tikus tanah Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kukang termasuk dalam genus Nycticebus, beranggotakan beberapa spesies yang mahir bergelantungan di pepohonan Asia Tenggara pada malam hari. Karena termasuk hewan nokturnal, kukang memiliki mata yang besar sehingga memudahkannya untuk berburu serangga dan hewan lainnya.
Ukuran tubuh kukang cukup bervariasi tergantung pada jenis spesiesnya. Umumnya memiliki panjang tubuh sekitar 20 hingga 38 sentimeter.
Fungsi Bisa pada Kukang
Hewan kukang memang terlihat lucu dengan matanya yang besar, tapi jangan salah, ia mampu meracuni mangsa lewat gigitannya. Sebelum kukang menyerang, ia akan menjilati ketiaknya terlebih dahulu untuk mendapat minyak dari kelenjar brakialnya.
Saat zat minyak itu bercampur dengan air liur kukang, sehingga terbentuk racun yang melapisi gigi taringnya. Kemudian, barulah kukang melancarkan gigitan berbisanya yang cukup kuat, seakan-akan menembus tulang.
Uniknya, kukang tidak hanya menyerang mangsa saja, ia juga menyuntikkan bisa tersebut kepada sesama kukang. Hal ini diungkapkan pada jurnal Current Biology yang menunjukkan, sebanyak 82 kukang jawa yang berhasil ditangkap, 20% di antaranya memiliki luka baru yang disebabkan oleh saudara kukangnya.
Hal ini sangat jarang ditemukan pada hewan lain yang menggunakan bisa untuk melindungi diri dari spesies lain. Para kukang justru saling menyerang sesamanya dengan gigitan dan bisa yang mereka punya.
"Perilaku yang sangat langka dan aneh ini terjadi pada salah satu kerabat primata terdekat kita," ujar Anna Nekaris, penulis utama studi tersebut dan saat itu seorang konservasionis primata di Universitas Oxford Brookes, yang dikutip dari IFL Science.
Hewan kukang juga menggunakan gigitan berbisanya untuk menyerang spesies lain termasuk manusia. Luka yang dihasilkan dari gigitan kukang dapat menyebabkan infeksi, hingga berakibat pada kerusakan saraf dan komplikasi kulit, jika tidak segera diobati.
Apakah Kukang Dapat Membunuh Manusia?
Racun dari gigitan kukang dapat berdampak lebih buruk dari yang dibayangkan. Seorang pria 30 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan anafilaksis, menderita mual, mati rasa di bibir, sesak napas, dan keringat berlebihan. Hal ini terjadi setelah jarinya digigit oleh kukang di daerah pedesaan Kalimantan, Indonesia.
Jadi kukang bisa saja membunuh manusia karena racun yang ia miliki mampu menimbulkan syok anafilaksis. Itulah mengapa manusia perlu berhati-hati dengan hewan yang satu ini meski wujudnya kecil dan menggemaskan.
Kasus medis selanjutnya, terkait racun kukang yang melukai wanita asal Jepang berusia 37 tahun yang memelihara kukang di rumahnya. Wanita itu mengalami syok anafilaksis parah karena gigitan kukang peliharaannya.
Maka itu, pakar menilai sebaiknya kukang tidak dijadikan hewan peliharaan. Karena meski menjadi peliharaan eksotis, naluri hewan liar seekor kukang tidak akan lepas dari dirinya.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(sls/faz)











































