Ilmuwan Temukan 'Pasukan Bakteri' Penyubur Tanah yang Bikin Tanah Self Healing

ADVERTISEMENT

Ilmuwan Temukan 'Pasukan Bakteri' Penyubur Tanah yang Bikin Tanah Self Healing

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Minggu, 01 Mar 2026 03:00 WIB
Mixteca Alta, lahan pertanian yang dikelola dengan ilmu kearifan lokal
Foto: (via Noticia Ambientales)
Jakarta -

Ilmuwan menemukan 'pasukan bakteri' tanah yang menyuburkan lahan. 'Pasukan bakteri' itu bisa membuat tanah memiliki kemampuan 'self healing' alias memulihkan dirinya sendiri.

Temuan ini membuat 'pasukan bakteri' berpotensi untuk digunakan sebagai biofertilizer alias pupuk biologi alias kompos. Mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang punya efek samping.

'Pasukan bakteri' tersebut ditemukan oleh tim ilmuwan dari Unidad AcadΓ©mica de Estudios Territoriales (UAET) Oaxaca, Instituto de GeografΓ­a, Universidad Nacional AutΓ³noma de MΓ©xico (UNAM) seperti dilansir dari Noticias Ambientales.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian dilakukan di kawasan UNESCO Global Geopark Mixteca Alta, Meksiko, sebuah wilayah pertanian kuno yang telah digarap masyarakat lokal selama lebih dari 3.400 tahun.

ADVERTISEMENT

Cara Kerja 'Pasukan Bakteri' Tanah

Para peneliti menemukan bahwa 'pasukan bakteri' ini bekerja dengan menekan patogen tanaman secara alami, memperbaiki siklus nutrisi penting seperti karbon dan nitrogen, serta membentuk bahan organik stabil yang memperkuat struktur fisik tanah. Kondisi ini mendorong pertumbuhan tanaman yang lebih optimal serta meningkatkan ketahanan ekosistem pertanian.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengidentifikasi 'pasukan bakteri' dominan yang berperan penting, antara lain:

  • Proteobacteria
  • Actinobacteria
  • Acidobacteria
  • Chloroflexi.

Selain itu, keluarga bakteri yang berperan dalam menjaga keseimbangan mikroba di dalam tanah adalah:

  • Solibacteracege
  • Sphingomonadaceae

Penerapan praktis dari 'pasukan bakteri' ini akan memungkinkan:

  • Memulihkan tanah yang terdegradasi
  • Meningkatkan produktivitas pertanian
  • Mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan bahan kimia secara intensif

Pupuk Hayati dan Pertanian Berkelanjutan

Studi ini juga menyoroti peran praktik pertanian tradisional warisan leluhur lokal di Mixteca Alta, seperti sistem lama bordos (bendungan bertingkat penahan aliran sungai), lahan terasering dan pengelolaan lahan, yang secara alami mendukung keberlangsungan mikroba tanah. Praktik leluhur tersebut terbukti menciptakan kondisi tanah yang ideal bagi berkembangnya mikroba penyubur tanah.

Integrasi sains modern dan pengetahuan lokal menunjukkan bahwa pemulihan kesuburan tanah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kearifan masyarakat lokal yang telah menjaga keberlanjutan pertanian selama ribuan tahun.

Berangkat dari temuan ini, para ilmuwan melihat peluang pengembangan pupuk hayati dan biostimulan lokal sebagai alternatif pupuk kimia industri yang mahal dan bergantung pada impor.

Model Mixteca Alta menegaskan bahwa kombinasi genomik canggih dan pengetahuan leluhur adalah jalan paling efisien menuju pertanian berkelanjutan. 'Pasukan bakteri' ini tidak hanya melindungi tanah dan meningkatkan produktivitas, tetapi juga melambangkan strategi regeneratif dengan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi.



(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads