Benarkah Kesuksesan Adalah Balas Dendam Terbaik? Ini Kata Psikolog

ADVERTISEMENT

Benarkah Kesuksesan Adalah Balas Dendam Terbaik? Ini Kata Psikolog

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Sabtu, 28 Feb 2026 08:00 WIB
Ilustrasi bersantai
Foto: iStock/Adene Sanchez/Ilustrasi kesuksesan
Jakarta -

Pernah dengar kalimat "kesuksesan adalah balas dendam terbaik"? Biasanya ini muncul ketika kita merasakan kegagalan dan pengkhianatan yang begitu pahit. Balas dendam dianggap menjadi titik balik positif untuk bangkit dari keterpurukan.

Psikolog asal Amerika Serikat, Joanne Broder Ph D, mengatakan bahwa pengalamannya pada usia 20-an memberi pembelajaran tentang kelelahan mental karena patah hati, dan sebagainya. Alih-alih terpuruk, ia memilih untuk mendaftar kelas pascasarjana, memperbarui CV, dan mencari pekerjaan baru.

"Patah hati saya perlahan-lahan pulih, dan bukan karena hubungan lain dengan orang lain, karena saya teralihkan oleh pengembangan pribadi dan profesional saya sendiri," ucapnya, dikutip dari Psychology Today.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu bisa dikatakan sebagai balas dendam positif. Sementara membalas rasa sakit kita ke orang lain, bisa menjadi boomerang.

Berbuat buruk ke orang untuk balas dendam justru bisa membahayakan reputasi hingga kesehatan mental diri sendiri. Di sisi lain, orang yang mencoba menjatuhkan orang lain, biasanya akan terlihat buruk.

ADVERTISEMENT

"Orang yang mencoba menjatuhkan orang lain melalui perundungan dan fitnah biasanya adalah orang yang terlihat lebih buruk pada akhirnya," kata Broder.

Alasan Raih Kesuksesan Bisa Jadi Balas Dendam Terbaik

1. Fokus pada Kesuksesan Diri Berdampak Baik untuk Mental

Sebuah analisis terhadap balas dendam mengungkapkan bahwa balas dendam paling sehat yaitu menyembuhkan keseimbangan psikologis. Studi lain menemukan bahwa pengampunan memiliki dampak positif, sedangkan balas dendam berdampak sebaliknya.

"Pengampunan adalah tentang Anda yang bergerak maju, bukan mereka," ujar Broder.

2. Fokus pada Kesuksesan Diri Bisa Menggali Potensi

Cara seseorang memperoleh hidup yang lebih baik adalah dengan menjadi versi terbaik dari dirinya. Untuk memulainya, individu harus berhenti bicara dan mulai bertindak, entah memulai untuk menulis buku, berolahraga, membeli sesuatu, hingga mencoba hobi baru. Semakin seseorang fokus dengan dirinya, maka akan semakin banyak waktu dan energi yang ia miliki untuk berkembang.

3. Fokus pada kesuksesan pribadi akan melahirkan hasil yang positif

Bersikap negatif hanya akan menghabiskan energi positif seseorang, sehingga ia akan terus bersikap demikian. Seperti orang yang sinis dan membeberkan aib keluarganya, pada akhirnya akan menuai respon negatif orang lain. Itu mengapa, tidak penting untuk membalas perlakuan buruk orang lain.

Penting diingat bawa tidak satu orang pun yang peduli terhadap hasrat balas dendam seseorang, selain dirinya sendiri. Membiarkan orang lain masuk ke dalam kekacauan pribadi hanya akan memperburuk situasi. Orang-orang terlalu sibuk untuk menanggapi drama yang kita buat sendiri.

Jadi, tidak penting rasanya untuk membalas dendam hanya untuk melihat orang lain menderita jika pada akhirnya akan berbalik atau tidak ada yang peduli.

"Kebanyakan orang terlalu sibuk dengan kehidupan mereka sendiri untuk peduli dengan drama yang kamu ciptakan. Untuk apa repot-repot jika ada orang yang benar-benar tidak peduli?" pungkas Broder.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads