Refleksi Ramadan ala Mendikdasmen: Sabar adalah Kunci Sukses dalam Hidup

ADVERTISEMENT

Refleksi Ramadan ala Mendikdasmen: Sabar adalah Kunci Sukses dalam Hidup

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 27 Feb 2026 14:30 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti bocorkan salah satu kunci kesuksesan dalam hidup.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti bocorkan salah satu kunci kesuksesan dalam hidup. Foto: YouTube/Kemendikdasmen
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti beberkan salah satu kunci kesuksesan hidup di dunia. Kunci kesuksesan tersebut adalah kesabaran, yang punya hubungan erat dengan puasa.

"Puasa memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesabaran dan sabar itu adalah ciri orang bertakwa sekaligus jadi kunci sukses untuk kita meraih keberhasilan dalam kehidupan kita," tutur Mendikdasmen dalam Jendela Ramadan dikutip melalui laman YouTube Kemendikdasmen, Jumat (27/2/2026).

Puasa, Sabar, dan Kesuksesan

Menteri Mu'ti menyoroti kondisi masyarakat masa kini yang ingin serba instan. Hal ini terkadang membuat seseorang menempuh jalan pintas yang bertentangan dengan agama, hukum, dan sifat-sifat kemanusiaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika berpuasa, manusia diperintahkan untuk menahan diri. Contohnya, menahan diri dari godaan lapar dan barulah makan saat berbuka puasa.

"Ada makanan, semuanya makanan itu halalan thayyiban, kita juga memperolehnya dengan cara yang halal. Tapi karena belum waktunya kita berbuka, maka kita tidak makan. Ini butuh kesabaran," jelas Mu'ti.

ADVERTISEMENT

Ia tidak bisa memungkiri banyak permasalahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Baik itu masalah kecil, maupun masalah besar yang berujung pertengkaran, percekcokan, dan sebagainya.

Saat seseorang tidak bisa menahan diri, kata sukses mungkin bisa jauh dari jangkauan. Pada akhirnya, manusia bisa bermasalah dalam kehidupannya.

Kesabaran, mengajari manusia soal tidak semua hal bisa diraih dengan mudah dan cepat. Ada proses panjang dan waktu lama yang perlu ditempuh.

Sekum PP Muhammadiyah itu menggambarkan pada pertandingan sepak bola. Ketika seorang pemain tidak sabar, mereka akan kehilangan kontrol lantaran panik akan kalah.

"Kemudian justru hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Tapi, dengan kesabaran dia yakin bahwa masih ada waktu, masih ada kesempatan. Walaupun mungkin waktu dan kesempatan itu terbatas," ucapnya lagi.

Sabar Menjadikan Orang Konsisten

Lebih lanjut, Menteri Mu'ti menyebut sabar dapat melatih seseorang menjadi sosok yang konsisten, bahkan persisten. Konsisten berarti, sadar melaksanakan sesuatu secara terus-menerus walaupun mungkin hasil baiknya membutuhkan waktu lama.

Sedangkan persisten berarti konsisten yang telah dilakukan sebelumnya senantiasa berpijak pada kebenaran. Mendikdasmen juga mengambil ungkapan dalam bahasa Jawa yang berbunyi "ojo gege mongso".

"Artinya apa? Kalau sesuatu memang belum waktunya ya sudah sabar saja, karena semua berproses. Kesabaran itu (berhubungan) dengan proses kita menjadi lebih baik," jelasnya.

Ia juga mengutip sebuah judul buku, yakni 'It Is Not How Good You Are But How Good You Wan To Be'. Artinya, bukan bagaimana seberapa baik seseorang saat ini, tapi yang terpenting adalah niat menjadi lebih baik setiap waktunya.

"Setiap tahapan dalam mencapai cita-cita, setiap tahapan dalam kita melatih diri kita itu penting untuk kita meraih keberhasilan," pesan Menteri Mu'ti.

"Prosesnya butuh waktu, tapi bukan soal sekarang kita sudah sebagus apa, tapi soal kehendak baik yang ingin kita lakukan terus-menerus sampai kita meraih hasil sebagaimana yang kita harapkan," tandasnya.




(det/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads