Seekor bayi monyet bernama Punch tampak tak pernah lepas dari boneka orang utan berwarna jingga yang selalu dipeluknya. Momen menggemaskan itu viral di media sosial dan mencuri perhatian warganet.
Tahukah kamu, di balik viralnya bayi monyet Punch yang selalu memeluk boneka, tersimpan penjelasan ilmiah? Pakar menyebut perilaku tersebut berkaitan dengan kebutuhan emosional dan rasa aman, yang tidak hanya penting bagi hewan, tetapi juga manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa Bayi Monyet Punch Suka Peluk Boneka?
Dilansir HuffPost UK, peneliti primata dari University of Warwick, Dr Luke Duncan, menjelaskan bahwa perilaku tersebut berkaitan dengan kebutuhan dasar akan rasa aman dan keterikatan.
"Primata muda secara biologis diprogram untuk 'bergantung' pada induknya, itu hal yang normal dan bagian penting dalam perkembangan emosional dan psikologis," ujar Duncan.
Mengutip studi Harry Harlow dan rekan-rekan di jurnal PNAS, Duncan menjelaskan, saat induk tidak ada, bayi monyet rhesus lebih memilih 'pengganti induk' berbahan kain yang lembut dibandingkan kawat yang dipasangi susu.
Kendati tidak dapat menggantikan induknya, boneka diperkirakan bisa membantu mengurangi kesedihan si bayi monyet dalam jangka pendek.
"Pengganti yang lembut, dalam bentuk mainan boneka, dapat memberikan kenyamanan yang berarti bagi bayi primata yatim piatu," jelasnya.
Kenapa Manusia Juga Suka Peluk Boneka?
Lantas, mengapa manusia juga punya kebiasaan memeluk boneka? Terapis hubungan dan penulis di Passionerad, Sofie Roos, menyebut boneka atau benda lembut dapat berfungsi sebagai transition object atau objek transisi. Artinya, benda tersebut menjadi simbol rasa aman ketika figur penting sudah tidak lagi hadir.
Roos menjelaskan, banyak hewan maupun manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang mencari kedekatan, kehangatan, dan sentuhan. Dalam kondisi kesepian atau kehilangan, boneka dapat menjadi pelengkap yang memberikan rasa aman dan membuat seseorang merasa tidak sepenuhnya sendirian.
"Sentuhan fisik, bahkan dari sebuah objek, bisa membuat tubuh merasa lebih tenang dan aman," ujarnya.
la menambahkan, pada orang dewasa, penggunaan boneka dapat menjadi bentuk 'cuddle therapy' yakni kombinasi tekanan dan sentuhan yang menenangkan sistem saraf.
Dilansir Metro.co.uk, survei Hotpoint 2019 pada 2.000 orang Inggris menunjukkan, 44% orang dewasa masih menyimpan boneka masa kecilnya. Boneka tersebut dinilai menyimpan kenangan saat mereka merasa dirawat dan dilindungi.
Sebanyak 34% orang dewasa juga masih tidur dengan boneka atau mainan lembut setiap malam. Sedangkan 17% orang mengaku masih memeluk bonekanya jika sedang kecewa, tidak bahagia, atau cemas.
Boneka dan Mekanisme Menenangkan Diri
Roos menilai bahwa mengandalkan boneka untuk menenangkan diri tidak jauh berbeda dengan penggunaan aplikasi meditasi, yoga, bola stres, atau selimut pemberat (weighted blanket). Semua metode itu bertujuan membantu tubuh mengelola stres dan kecemasan.
"Kita terlahir dengan kebutuhan untuk merasa diterima sepanjang hidup. Hanya karena kita tambah dewasa, kebutuhan itu tidak lantas hilang," kata Roos.










































