Punch, seekor anak monyet yang tinggal di Kebun Binatang Ichikawa, Tokyo berusia 7 bulan. Setelah lahir, induknya meninggalkan Punch karena diduga belum memiliki pengalaman sebagai ibu.
Anak monyet jenis makaka itu diasuh oleh perawat kebun binatang dan diberi teman bermain berupa boneka orang utan. Punch selalu menggandeng boneka itu dan memeluknya ketika tidur.
"Bulu boneka itu membuatnya mudah dipegang, dan penampilannya juga mirip monyet, yang kemungkinan memberikan rasa aman," jelas Kosuke Shikano, pengasuh di Kebun Binatang Ichikawa, dikutip dari The Sun (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kebun binatang berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, dengan memisahkannya dari kelompok. Sejak bayi, pengasuh akan datang untuk memberikan makanan dan susu secara langsung serta memberinya selimut.
Lantas, mengapa induk Punch meninggalkannya?
Penyebab Induk Tinggalkan Anak
Pakar primatologi Alison Behei mengatakan, ada beberapa alasan mengapa induk monyet meninggalkan anaknya. Faktornya antara lain usia, kesehatan, dan kurangnya pengalaman.
"Dalam kasus Punch, ibu mereka adalah ibu yang baru pertama kali memiliki anak, yang menunjukkan kurangnya pengalaman," ujar Behei.
Menurut keterangan sejumlah penjaga kebun binatang, Punch lahir saat suhu sedang panas-panasnya. Kondisi tersebut memicu peningkatan stres pada induk monyet, karena merasa mendapat ancaman dari luar.
Sang induk mungkin memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri dibanding anak yang dilahirkannya. Keadaan lingkungan memaksa ibu monyet untuk bertahan atau tetap, dan akhirnya ia memilih pergi.
Dalam studi-studi Dario Maestripieri dan rekan-rekan yang dipublikasi di jurnal Psychological Science dan Child Abuse & Neglect ditemukan, kera betina yang masa lalunya dipenuhi peristiwa traumatis dan kekerasan akan tumbuh menjadi ibu yang kasar bagi anaknya.
Menurut Shinako, induk Punch mungkin memiliki beban yang berat saat melahirkan. Akibatnya, ia tidak melakukan pengasuhan pada Puch seperti induk kera pada umumnya.
"Di kelompok monyet gunung, induk monyet lain terkadang mengambil alih pengasuhan anak, jadi kami mengamati dari kejauhan pada hari kelahiran, tetapi tidak ada tanda-tanda seperti itu," tuturnya.
Video kesehariannya sontak viral dan membuat banyak pecinta monyet yang iba dan tersentuh dengan kisah Punch. Monyet gunung yang masih kecil itu harus menghabiskan masa kecilnya sendirian di dalam kandang dengan boneka orang utan.
Namun, perlahan-lahan petugas kebun binatang memperkenalkan Punch dengan kelompoknya agar mereka bergabung layaknya keluarga di alam liar. Kerja keras tim Kebun Binatang Ichikawa berhasil, saat ini monyet mungil itu sudah menjalin ikatan dengan salah satu anggota kelompoknya.
(sls/twu)











































