Orang biasanya menyemprotkan parfum di leher agar aromanya bertahan lebih lama. Namun, baru-baru ini timbul kekhawatiran akan semprotan parfum di leher yang berpotensi meningkatkan risiko kanker tiroid. Seperti apa faktanya?
Ahli Kanker Multiomik di IPB University, Dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, membenarkan adanya hubungan penggunaan parfum dan gangguan kelenjar tiroid. Kendati demikian, hubungan ini belum terbukti secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan studi tinjauan sistematis, kebiasaan menyemprotkan parfum, termasuk di area leher, dikaitkan dengan risiko gangguan kelenjar tiroid. Adapun hubungannya dengan kanker tiroid, masih bersifat hipotetis dan belum terbukti secara langsung," kata Dr. Agil dalam laman IPB University dikutip Kamis (26/2/2026).
Parfum Berpotensi Mengganggu Sistem Hormonal
Parfum umumnya mengandung bahan kimia seperti ftalat, paraben, dan triklosan. Zat-zat ini berpotensi mengganggu sistem hormonal atau pengganggu endokrin.
"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa triclosan dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid, sementara sejumlah paraben juga berdampak pada keseimbangan sistem endokrin tubuh," jelasnya.
Bahan-bahan ini dapat diserap melalui kulit. Namun, tingkat penyerapan dipengaruhi oleh area aplikasi, frekuensi, serta durasi penggunaan.
"Secara anatomi, area leher dekat dengan kelenjar tiroid dan memiliki kulit yang relatif tipis, sehingga paparan berulang terhadap ftalat, paraben, dan triclosan di lokasi ini secara teoritis dapat meningkatkan kemungkinan efek lokal dan sistemik," jelasnya.
Efek Parfum pada Hormon Tidak Terjadi Secara Instan
Namun, Dr Agil menekankan efek ini tidak terjadi secara instan. Ia juga menekankan tidak semua pengguna parfum akan mengalami masalah kesehatan.
"Ini tidak berarti bahwa setiap orang yang memakai parfum akan sakit. Namun, penggunaan yang berlebihan dan terus menerus selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko gangguan hormonal," tuturnya.
Risiko ini lebih tinggi pada perempuan hamil, anak-anak, remaja, serta orang-orang dengan gangguan hormonal yang sudah ada sebelumnya.
Cara Mencegah Risiko Kesehatan dari Parfum
Untuk meminimalkan risiko kesehatan jangka panjang, Dr Agil menyarankan masyarakat untuk menggunakan parfum dengan bijak. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
1. Menyemprotkan parfum pada pakaian bukan langsung ke kulit
2. Menghindari penggunaan di leher atau ketiak
3. Menggunakan parfum secukupnya
4. Pilihlan produk bebas ftalat atau bebas paraben
(nir/faz)
