Astronom Identifikasi Sebuah Planet Raksasa, Dekat dengan Bumi?

ADVERTISEMENT

Astronom Identifikasi Sebuah Planet Raksasa, Dekat dengan Bumi?

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Rabu, 25 Feb 2026 06:00 WIB
Gambaran seniman terhadap wujud planet gas raksasa yang mengorbit Alpha Centauri A.
Foto: NASA, ESA, CSA, STScI, Robert L. Hurt (Caltech/IPAC)/Ilustrasi planet raksasa
Jakarta -

Era perburuan objek planet di luar angkasa memasuki babak baru dengan adanya Teleskop Subaru di Hawai'i. Dengan sistem yang lebih canggih, para astronom berhasil mengidentifikasi planet raksasa melalui studi yang terbit di The Astronomical Journal pada 3 Desember 2025 lalu.

Temuan ini merupakan buah keberhasilan dari proyek pertama OASIS (Observing Accelerators with SCExAO Imaging Survey). Proyek tersebut merupakan penggabungan data observasi antariksa dan sistem pencitraan canggih Subaru, untuk mendeteksi objek-objek langit yang sulit terlihat.

Planet Raksasa yang Tampak Dekat dengan Bumi

Salah satu penemuan yang baru ditemukan yakni sebuah planet yang dikenal sebagai HIP 54515 b. Planet tersebut mengorbit sebuah bintang yang terletak 271 tahun cahaya jauhnya di konstelasi Leo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Astronom memperkirakan planet HIP 54515 b memiliki massa hampir 18 kali massa Jupiter dan mengorbit bintangnya pada jarak yang mirip dengan Neptunus di tata surya kita.

ADVERTISEMENT

Menurut astronom, jarak planet baru tersebut dan bintangnya dari Bumi tampak dekat. Jaraknya sebanding dengan melihat bola baseball dari jarak 100 km.

"Berkat ketelitian sistem SCExAO, para astronom mampu mengamati planet tersebut dengan jelas meskipun menghadapi tantangan ini," kata para astronom, dikutip dari Science Daily.

Bagaimana OASIS Menemukan Objek Tersembunyi?

Proyek OASIS dipimpin oleh Thayne Currie dan Masayuki Kuzuhara, yang berfokus pada cara mengatasi tantangan ini dengan mempersempit target paling memungkinkan. Survei ini menganalisis data dari dua misi Badan Antariksa Eropa - Hipparcos dan Gaia. Misi tersebut pergerakan kecil dari bintang, yang disebabkan oleh gravitasi dari objek pendamping yang tidak nampak.

Jika sebuah bintang menunjukkan tanda-tanda tarikan atau goyangan, saat itulah OASIS mengarahkan Teleskop Subaru kepada target. Para astronom menggunakan sistem Subaru Coronagraphic Extreme Adaptive Optics (SCExAO). Sebuah sistem yang bekerja menangkap gambar dengan resolusi sangat tinggi, dan memotret langsung objek tersembunyi itu.

Sementara itu, Teleskop Luar Angkasa Roman milik NASA dijadwalkan untuk mempelajari planet HIP 71618 b. Sistem koronograf canggih Roman akan diuji guna misi masa depan yang bertujuan untuk secara langsung memotret planet mirip Bumi di sekitar bintang lain.

Adapun keberhasilan OASIS menunjukkan bahwa Teleskop Subaru akan terus memainkan peran utama dalam penemuan astronomi, bahkan ketika generasi baru teleskop canggih mulai beroperasi.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads