10 Ilmuwan Islam yang Mengubah Dunia, Penemu Kamera-Alat Terbang

ADVERTISEMENT

10 Ilmuwan Islam yang Mengubah Dunia, Penemu Kamera-Alat Terbang

fahri zulfikar - detikEdu
Senin, 23 Feb 2026 07:00 WIB
Ilmuwan Muslim Ibnu Sina
Ilustrasi ilmuwan muslim Ibnu Sina. Foto: (Morocco World News)
Jakarta -

Islam pernah mengalami masa kejayaan pada era 650-1250 Masehi. Pada masa itu, peradaban Islam menjadi pusat keilmuan dunia yang melahirkan ilmuwan bidang astronomi, matematika, hingga kedokteran.

Pada era kejayaan Islam, terdapat dua dinasti yang berkuasa, yakni Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Islam bukan hanya dipandang sebagai ajaran agama, melainkan kemajuan umat dan ilmu pengetahuan.

Berbagai tokoh muncul sebagai penemu ilmu berbagai bidang yang akhirnya mengubah dunia modern. Berikut ini daftarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

10 Ilmuwan Islam yang Mengubah Dunia, Al-Khwarizmi hingga Ibnu Sina

1. Al-Farabi

Mengutip penjelasan dari buku Para Pelopor Kebangkitan Islam oleh Rizen Aizid, Al-Farabi merupakan filsuf muslim terkemuka yang hidup pada abad ke-9 dan ke-10. Ia dikenal sebagai "The Second Teacher" setelah filsuf Yunani, Aristoteles.

Keilmuannya sangat dikenal di berbagai bidang, mulai dari filsafat, musik, dan politik, termasuk gagasan tentang negara ideal dan menciptakan teori tentang kebahagiaan. Dengan keilmuannya, ia dikenal sebagai pengembang sistem pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai Islam.

ADVERTISEMENT

2. Ibn al-Haytham

Cikal bakal kamera, yang dikenal sebagai pilar penting teknologi modern, ternyata berasal dari ide ilmuwan Islam bernama Ibn al-Haytham. Ia hidup pada abad ke-10 dan menemukan kamera obscura (kamera lubang jarum).

3. Abbas ibn Firnas

Dunia modern mengenal Wright Bersaudara (Orville dan Wilbur Wright) sebagai penemu pesawat terbang bermesin pertama pada abad ke-20. Namun, jauh sebelum itu pada abad ke-9, ada ilmuwan muslim yaitu Abbas ibn Firnas yang sudah mencoba membangun mesin terbang.

Mengutip CNN, Abbas ibn Firnas merancang sebuah alat bersayap yang mirip seperti kostum burung. Percobaan pertamanya dilakukan di dekat Cordoba, Spanyol.

Abbas ibn Firnas berhasil terbang ke atas selama beberapa saat, sebelum jatuh ke tanah dan mengalami patah tulang punggung sebagian. Desainnya kemudian menjadi inspirasi bagi penemu abad-abad selanjutnya.

4. Al-Khwarizmi

Pada abad ke-9 juga, ada ilmuwan muslim lain yang menemukan ilmu penting dalam matematika. Ia adalah Al-Khwarizmi, yang berhasil menemukan 'aljabar'.

Melalui "Kitab al-Jabr Wa l-Mugabala", ia berhasil menemukan tatanan aljabar baru, yang memperkenalkan konsep memangkatkan suatu bilangan.

5. Al-Zahrawi

Jauh sebelum dunia kedokteran di Eropa mengalami kemajuan, lebih dulu ilmuwan muslim menemukan alat bedah. Ia adalah al-Zahrawi, yang menemukan instrumen bedah pada abad ke-10 saat praktik di Cordoba.

Karyanya kemudian memengaruhi Eropa dan digunakan di dunia modern. Instrumen bedah tersebut antara lain jarum suntik, penjepit, kait dan jarum bedah, gergaji tulang, dan pisau bedah litotomi, demikian dilansir dari The Guardian.

6. Ar-Razi

Sebelumnya, pada abad ke-19, ilmuwan muslim lain juga telah menemukan cara pengobatan penyakit dalam praktik kedokteran. Ia adalah Ar-Razi, yang menulis banyak karya tentang obat-obatan dan pengobatan penyakit.

Di kemudian hari, ia dikenal sebagai Bapak Kedokteran Modern karena menekankan pentingnya diagnosis yang akurat dan pengobatan yang efektif.

7. Ibnu Sina

Selain Ar-Razi, julukan Bapak Kedokteran Modern juga melekat pada Ibnu Sina. Hidup pada abad ke-10, Ibnu Sina menulis lebih dari 200 karya ilmiah, termasuk "The Canon of Medicine", yang menjadi buku ajar kedokteran modern selama berabad-abad.

Ibnu Sina dikenal dengan metode karantina penyakit hingga teori penularan TBC.

8. Jabir bin Hayyan

Di bidang kimia, Jabir bin Hayyan menjadi ilmuwan muslim yang menemukan teknik penyulingan, kristalisasi, hingga sublimasi pada abad ke-8 dan ke-9. Karyanya yang terkenal yaitu Al-Rahma al-Kabir, Al-Sabe'en, dan Al-Khams Mi'a.

9. Al-Battani

Al-Battani merupakan ilmuwan muslim di bidang astronomi yang menemukan konsep penentu jumlah hari dalam setahun. Ia berhasil menemukan presisi perhitungan 365 hari, 5 jam, 46 menit, 24 detik.

Ia juga berhasil menemukan konsep untuk menentukan ekliptik, panjang musim, dan orbit Matahari. Karyanya yang terkenal yakni Kitab al-Zij.

10. Al-Idrisi

Sebelum ada peta dunia modern, terdapat peta abad ke-12 yang ditemukan oleh kartografer Andalusia, Al-Idrisi. Peta buatannya menjadi pilar penting selama beberapa abad, yang mencakup wilayah utara Kristen serta dunia Islam, Afrika, dan Timur Jauh.




(faz/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads