Berapa Hari Lagi Puasa? Ini Jadwalnya Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

ADVERTISEMENT

Berapa Hari Lagi Puasa? Ini Jadwalnya Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 17 Feb 2026 16:00 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Ilustrasi Ramadan. Ketentuan awal Puasa berdasarkan versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Jakarta -

Penentuan awal Ramadan menjadi salah satu hal yang paling ditunggu oleh seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia. Di Indonesia ada tiga versi penentuan awal Ramadan, sehingga bisa dimulai dengan tanggal berbeda.

Ketiga versi yang dimaksud adalah berdasarkan keputusan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Penghitungan penentuan awal Ramadan juga dilakukan melalui metode yang berbeda.

Organisasi masyarakat (ormas) Islam, PP Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menetapkan 1 Ramadan. Selanjutnya, NU menggunakan dasar pemantauan hilal secara langsung pada 29 Syakban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan pemerintah menggunakan metode integrasi hisab dan rukyatul hilal kriteria imkanur rukyat forum MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Lalu berapa awal 1 Ramadan berdasarkan perhitungan masing-masing? Cek di sini yuk!

ADVERTISEMENT

Berapa Hari Lagi Puasa?

Versi Pemerintah

Pemerintah belum menentukan kapan 1 Ramadan 2026 akan berlangsung. Penetapan ini baru akan dilaksanakan melalui Sidang Isbat hari ini pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 16.00 WIB.

Sidang Isbat berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Selama sidang isbat, berbagai metode penghitungan awal puasa akan dibahas. Dari data hisab, verifikasi rukyatul hilal, dan memutuskan awal Ramadhan dengan mempertimbangkan kriteria MABIMS.

Kriteria MABIMS menyatakan, bulan puasa bisa dimulai jika hilal memenuhi syarat. Syarat tersebut menyatakan bila hilal berada pada ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat telah membeberkan data hisab. Berdasarkan data tersebut, saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia berada -2Β° 24.71' sampai 0Β° 58.08' dengan sudut elongasi antara 0Β° 56.39' sampai 1Β° 53.60'.

"Secara perhitungan, posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," katanya dikutip dari detikNews, Selasa (17/2/2026).

Jika hilal belum terlihat pada sore hari ini, awal Ramadan akan berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, puasa Ramadan akan dimulai 2 hari lagi.

Sedangkan bila hilal dinyatakan terlihat oleh Sidang Isbat Kemenag, maka puasa akan berlangsung mulai Rabu, 18 Februari 2026 atau terhitung 1 hari lagi.

Versi NU

NU belum menetapkan awal Ramadan atau Puasa 2025. Penetapan ini biasanya disampaikan Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas dasar rukyatul hilal pada 29 Syakban.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menyebut rukyatul hilal akan digelar LSF pada Selasa (17/2/2026). Pemantauan dilakukan di Gedung PBNU dan berbagai titik di Indonesia.

Sosok yang akrab dipanggil Gus Yahya itu memperkirakan bila hilal belum dapat dilihat, sehingga bulan Sya'ban kemungkinan akan disempurnakan menjadi 30 hari.

Meski begitu, tim akan diturunkan untuk memastikan hasil rukyat secara langsung. Sama seperti pemerintah, bila hilal belum terlihat pada sore hari ini, awal Ramadan akan berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan demikian, puasa Ramadan akan dimulai 2 hari lagi. Jika terlihat, umat muslim NU akan langsung menjalankan Ramadan pada 18 Februari 2026 dan diawali dengan salat Tarawih.

Versi Muhammadiyah

PP Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.

Berdasarkan maklumat tersebut, Muhammadiyah akan mulai melaksanakan puasa Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026. Sehingga, tersisa 1 hari lagi menjelang awal Ramadan.

Itulah informasi soal awal Ramadan 2026. Jadi, kamu mulai puasa pada 18 atau 19 Februari 2026 detikers?




(det/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads