Penduduk Pertama Arktik, Awal Kisah Manusia di Tanah Es

Penduduk Pertama Arktik, Awal Kisah Manusia di Tanah Es

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Jumat, 13 Feb 2026 06:30 WIB
Penduduk Pertama Arktik, Awal Kisah Manusia di Tanah Es
Di pulau wilayah Arktik ini, peneliti mendapati jejak-jejak keberadaan manusia dari 4.500 tahun lalu. Foto: Antiquity
Jakarta -

Manusia pertama yang menetap di wilayah Arktik bukanlah keturunan masyarakat modern seperti Inuit, melainkan kelompok kuno yang dikenal sebagai Paleo-Inuit. Bukti arkeologi menunjukkan manusia pertama tiba di High Arctic (Arktik Tinggi) sekitar 4.500 tahun lalu, tak lama setelah es mencair di wilayah tersebut.

Manusia pertama tiba di kawasan Artktik yang disebut Kalaallit Nunaat. Kawasan ini kelak menjadi Greenland.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penduduk Pertama Arktik

Para penduduk pertama Arktik adalah pelaut dan penjelajah terampil yang secara rutin menyeberangi perairan terbuka sangat berbahaya. Perjalanan ini mereka tempuh demi mencapai pulau-pulau terpencil dan mengeksploitasi sumber daya alam setempat.

Dilansir dari Phys.org, riset menunjukkan kelompok ini sudah berulang kali menduduki gugusan pulau Kitsissut di utara Greenland. Penemuan hampir 300 fitur arkeologis, termasuk jejak struktur kemah dan bekas api unggun, memperlihatkan mereka pergi dan kembali ke pulau tersebut secara berkala untuk menangkap bahan makanan musiman seperti koloni burung laut.

ADVERTISEMENT

Bagaimana Orang Pertama Kali Tiba di Arktik?

Kedatangan manusia pertama di lingkungan ekstrem Arktik bukanlah kebetulan. Menurut pakar arkeologi dan antropologi Dr Matthew Walls dari University of Calgary, perjalanan mereka melintasi perairan polynya menunjukkan kemampuan navigasi dan keterampilan maritim yang amat tinggi.

Diketahui, polynya adalah area laut yang tidak pernah membeku, bahkan pada musim dingin di Greenland.

"Itu adalah pelayaran luar biasa dengan perahu kulit kecil berkerangka kayu. Mereka harus menghadapi cuaca yang tak menentu, angin silang yang kuat, arus deras, dan risiko besar terseret ke arah Teluk Baffin," ujar Walls.

Walls menambahkan, perjalanan ini bukan sekadar ekspedisi tunggal, tetapi bagian dari kehidupan sosial yang diwariskan turun-temurun.

"Fakta bahwa komunitas awal ini melakukan perjalanan ini berulang kali, membawa keluarga dan perbekalan untuk mengakses sumber daya musiman seperti koloni burung laut di kepulauan, menunjukkan tingkat keahlian maritim yang mengubah cara kita memahami masa prasejarah ini," ucapnya.

Artinya, manusia kuno ini bukan sekadar terdampar di Arktik, tetapi secara aktif menyeberangi puluhan kilometer perairan dingin hanya dengan perahu tradisional.

Bertahan Hidup dan Membentuk Ekologi Arktik

Selain bukti perjalanan laut, para peneliti juga menemukan sisa-sisa struktur tenda, perapian, dan jejak aktivitas perburuan. Hal ini menunjukkan kelompok Paleo-Inuit kuno hidup berdampingan dengan lingkungan sekaligus berperan aktif membentuknya.

Ia juga menjelaskan, kemampuan menjelajah laut menjadi bagian penting dari identitas sosial mereka. Hal itu menjadi warisan turun temurun setiap generasi.

"Menjangkau Kitsissut membutuhkan keterampilan yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial, diwariskan dan diasah kembali oleh setiap generasi yang belajar dengan pergi ke laut untuk berlayar dan berburu," jelas Walls.

Dalam kesimpulannya, Walls menyebut masyarakat awal ini berperan besar dalam membentuk ekosistem awal Arktik.

"Dengan berburu, memanen, dan membawa nutrisi laut ke daratan, para penjelajah awal ini kemungkinan berperan sebagai 'insinyur ekologi' bersama spesies seperti burung laut," ujarnya.

Menurut Walls, temuan ini menunjukkan keterikatan antara manusia dan ekosistem Arktik. Hasikl riset juga memperlihatkan lingkungan tersebut sejak awal telah dibentuk serta dikelola oleh masyarakat adat.

Hasil studi tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Antiquity dengan judul "Voyage to Kitsissut: a new perspective on Early Paleo-Inuit watercraft and maritime lifeways at a High Arctic polynya", 9 Februari 2026.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads